Solilokui Lara

Leo.dmahardika

Hembus nafas berderu cepat

Melayangkan surat yang menyayat

Satuan luka tersirat, menyisir relung dada

“Aku sudah seperti orang gila!”

 

Kapal berlabuh di pulau baru

Kutinggalkan rentetan panah yang menghunus

Tanpa rasa malu

“Aku ini anakmu, Mak…”

 

Kuharap dunia sekarang memihakku

Mencabut perlahan pecahan kaca di punggungku

Apakah aku pulang?

“Bapak, haruskah engkau pergi saat aku kembali?”

 

Pertanyaan, penasaran, rasa takut

Kakiku terpancung

Aku dipaksa menenggak seni

Lidahku terpantek

 

Semua orang bertanya-tanya

Ada apa denganku?

Masih melangkah di derasnya hujan

Kini aku sering tak peduli atas kenyamananku sendiri

 

Aku terkubur hidup-hidup

Terisap lumpur

Tergerogoti belatung

Lubang-lubang menganga, namun tak ada darah di dalamnya

 

Apa aku akan mati menyedihkan?

Beri aku kesempatan, Tuhan

Semua takkan terulang

Aku hanya butuh dorongan, kekuatan

 

Leo.dmahardika, 5 April 2020