Ekosistem Pemberdayaan Masyarakat Desa

Pemberdayaan Perempuan Desa. DP3AP2 DIY

Masyarakat desa adalah sebuah sistem yang saling mendukung satu sama lain, saling berinteraksi dalam hubungan-hubungan yang tergantung dan unik yang masih bersifat tradisional. Hal ini merupakan salah satu kekuatan yang dimiliki oleh masyarakat desa.

Budaya paternalistis masih sangat kuat dan berakar. Untuk mengatasinya dibutuhkan orang yang sangat kuat juga berpengaruh dalam mengambil keputusan. Namun, adanya sifat rendah individualisme dalam masyarakat menjadi faktor kesulitan apabila terjadi konflik dengan pemimpin.

Budaya paternalistis ini sebenarnya dapat menjadi kekuatan apabila masyarakat mampu menggunakannya dengan baik dan benar yang didukung oleh kepemimpinan yang amanah, jujur, dan berintegritas. Pemimpin menjadi ujung tombak dalam mengarahkan masyarakat untuk mencapai tujuan yang besar.

Dalam sisi pemberdayaan masyarakat dengan budaya paternalistis, pihak-pihak yang dianggap datang dari luar tidak akan mudah melakukan perubahan. Berdasarkan itu, perlu pendekatan kepada pemimpin untuk mendapat kepercayaan. Pemimpin akan menjadi orang yang sangat kuat untuk terjadinya perubahan. Jika tanpa keterlibatan pemimpin akan sangat sulit dilakukan perubahan.

Semakin banyak para pemimpin lokal mau terlibat dalam proses perubahan, akan lebih mudah untuk memberi pengaruh pada masyarakat. Dengan dukungan pemimpin dan media yang banyak digunakan oleh masyarakat, seperti Facebook dan Youtube. Kedua media ini dapat membantu sebagai media yang murah untuk digunakan.

Masyarakat desa adalah masyarakat yang sulit untuk berubah. Dibutuhkan upaya adekuat dari seorang pemimpin yang sangat kuat pengaruhnya. Perubahan haruslah mengandung unsur kenyamanan, rasa persaudaraan, dan memiliki kemampuan bersosialisasi dengan lingkungan masyarakat agar mudah diterima. Perubahan tidak harus bersifat besar, tetapi mampu memberi contoh riil kepada masyarakat. Pola pikir masyarakat yang sederhana tentu saja membutuhkan bukti nyata yang dapat dilihat dan dirasakan perbedaannya.

Pola komunikasi yang akomodatif dan menghargai akan sangat membantu dalam melakukan perubahan. Komunikasi dengan cara dua arah akan mengubah pola komunikasi yang selama ini cenderung hanya satu arah. Namun, tidak berarti memperbolehkan semua saran untuk dilaksanakan. Dalam konteks ini, peran pemimpin sebagai sosok yang kuat sangat dibutuhkan.

Melalui pola komunikasi yang mudah dimengerti dan dipahami oleh seluruh lapisan masyarakat, akan memudahkan masyarakat menganalisis secara sederhana tujuan para pemimpin untuk membangun desa. Inilah pentingnya melibatkan masyarakat secara langsung dalam proses perubahan di desa. Masyarakat tidak hanya menjadi objek, tetapi juga subjek perubahan. Semua masyarakat tahu apa yang akan dilakukan untuk desanya dan bagaimana hal tersebut akan dilaksanakan.

Membentuk sebuah ekosistem sumber daya desa baru bukanlah hal yang sebentar, dibutuhkan energi dan biaya yang tidak sedikit, serta waktu yang lama. Perubahan bukanlah untuk merubah hal-hal yang bersifat umum, tetapi merubah pula hal-hal yang bersifat esensial dan menyentuh kehidupan pribadi masyarakat. Oleh karena itu, diperlukan sebuah ekosistem yang akan terus berlangsung tanpa meninggalkan budaya luhur yang ada dalam masyarakat. Diperlukan pula kemampuan literasi yang kuat agar perubahan dapat dilakukan berkelanjutan dari satu generasi kepada generasi lainnya.

Hal yang tidak kalah penting, diperlukan juga kemampuan menulis, membaca, serta menyimpan atau mendokumentasi setiap perubahan yang ada agar nanti dapat digunakan oleh generasi berikutnya. Sebuah ekosistem tidak hanya untuk sekarang dan hari ini, tetapi merangkum juga masa lalu, masa sekarang, dan masa depan. Selain itu, ekosistem tidak hanya menjadi cerita, tetapi menjadi literatur yang dapat dibaca. Kemudian, dilakukan perubahan yang sesuai kebutuhan masyarakat.

Adanya dokumentasi yang baik akan memudahkan masyarakat mengetahui masa lampau dari desanya, para pemimpinnya, serta masyarakatnya. Jadi, ekosistem tidak berlaku bagi alam saja, tetapi juga berlaku bagi sistem pemberdayaan masyarakat.

Masyarakat dapat merancang sendiri kebutuhan dan keinginannya demi tercapainya masyarakat desa yang luhur, bermartabat, mandiri, dan memiliki daya juang yang tinggi. Masyarakat harus dilibatkan untuk ikut serta dalam setiap perubahan sehingga pekerjaan pemimpin akan lebih mudah dalam memberikan arah kepada masyarakatnya. Karena perubahan sejatinya adalah menuju arah lebih baik dan efisien dalam banyak hal.