Ironi

Leo.dmahardika

Pelik itu tak berkutik
Dendam itu tak lagi menukik
Engkau adalah duri selembut sutra
Engkau adalah api sedingin Antartika
Engkau adalah sunyi semegah pesta kota
Engkau adalah pahit semanis ciuman pertama
Engkau adalah karang yang tak berteriak dipukul ombak
Engkau adalah kepiting yang rela rumahnya tergusur oleh replika istana
Engkau adalah pasir pantai yang menerima kecupan desir tanpa menuntut tinggalkan pesisir
Engkau adalah amukan sesunyi tengah malam
Engkau tak binasa meski dunia urung menyapa