Upaya Meningkatkan Motivasi Intern Karang Taruna

IG-Tamanbinakarya

Kiprah pemuda dalam rekam sejarah terbentuknya Republik Indonesia berkontribusi besar terhadap proses memperjuangkan kemerdekaan Tanah Air. Di tangan pemuda masalah-masalah teratasi step by step dengan semangat juang mereka. Motivasi pemuda dapat membawa wajah baru atau transformasi kepada arah yang lebih baik.

Berkaca pada sejarah dapat menjadi tolak ukur kita untuk mempertimbangkan sudut pandang tentang pemuda. Pemuda yang sering dianggap sebagai bocah yang bebal dinasihati dan cenderung pemalas dan mudah putus asa. Di samping itu dalam diri pemuda banyak potensi kebaikan.

Kesalahan yang pernah dilakukan oleh pemuda, pada dasarnya hal yang lumrah. Di usianya yang masih muda, penting untuk memiliki banyak pengalaman dan terus mencoba. Senyatanya, mereka (pemuda) hanya membutuhkan sosok inspiratif yang dapat membimbing dan mendampinginya. Pendamping untuk proses pengembangan diri dan mengasah kemampuan, hal itu merupakan tugas para senior (generasi sebelum mereka).

Sejalan dengan pembangunan desa dan peran pemuda di lingkungan masyarakat, yakni mendukung dan ikut berpartisipasi aktif untuk kepentingan kemajuan desa. Dibangun suatu organisasi yang terdiri dari para pemuda desa dikenal dengan nama Karang Taruna.

Kiprah Karang Taruna bagi desa memiliki kontribusi besar dalam pembangunan wilayah dan mengaktifkan sendi-sendi elemen masyarakat. Menjadi media membuka silaturrahmi dan menyemarakkan lingkungan serta menumbuhkan kerja sama atau gotong royong di antara sesama warga.

Desa sebagai tempat yang sering disebut dengan wilayah terpinggirkan pada dasarnya memiliki potensi yang banyak. Dan, peran pemuda membaca serta mengenali potensi-potensi tersebut.

Globalisasi seperti saat ini bukan dengan lantang memupuskan nilai kearifan budaya yang mengakar di masyarakat. Modernisasi sejatinya merupakan motor atau kendaraan warga untuk bergerak maju bersama dengan tidak meninggalkan nilai kearifan budaya lokal.

Modernisasi yang identik dengan kemajuan pencapaian teknologi dan informasi, bertujuan untuk memudahkan lakon manusia, meski berdampak pula terhadap sendi yang lain. Namun, kita perlu menyepakati bahwa penting membaca globalisasi sebagai kesempatan atau peluang positif untuk kemajuan diri dan wilayah dalam berbagai sektor, seperti ekonomi, pendidikan, dan lainnya.

Kecepatan memperoleh informasi biasanya dari kalangan pemuda, yang sering menghabiskan banyak waktunya untuk berselancar di dunia maya atau media sosial. Di situlah berbagai macam informasi baru hadir menjadi menu harian pikiran. Dampaknya bisa bagus bisa pula tidak. Artinya pemuda butuh bimbingan untuk melatih kepekaan dan kemampuan filter untuk tidak mudah terpengaruh perkembangan zaman.

Pemuda yang berkarakter adalah calon pemimpin harapan masyarakat, jika latar belakang kepribadian mereka bagus, mereka mudah mendapat kepercayaan masyarakat. Tugas para senior untuk memberikan wawasan dan pendampingan bagi mereka sebagai kader pemimpin masa depan.

Latar Belakang Dibentuknya Karang Taruna

Dilansir oleh Liputan6, bahwa Karang Taruna dimaknai sebagai organisasi kepemudaan Indonesia. Perannya organisasi ini sebagai wadah pengembangan potensi dan kemampuan masyarakat khususnya pemuda, tumbuh berkembang berdasarkan kesadaran diri dan bergerak di bidang kesejahteraan sosial.

Mengapa organisasi pemuda ini dibentuk? Salah satu alasan urgennya yakni mewadahi pemuda-pemuda dan melatih keterampilan mereka berkembang menjadi pemimpin desa yang bertujuan untuk pengembangan dan pembangunan desa berkelanjutan.

Tidak cukup mengandalkan tangan pemerintah untuk mengurus desa tanpa campur tangan masyarakat, seperti pemuda. Setiap orang memiliki rasa kepemilikan yang berbeda terhadap desanya. Ekspresi rasa cinta pada lingkungan juga berbeda, untuk menampung seluruh ide dari pemuda maka penting dibentuk suatu organisasi. Ide pemuda cenderung variatif dan unik, tetapi berdampak besar terhadap pembangunan desa ke depan.

Peran Karang Taruna di suatu desa sebagai penggerak kegiatan pemerintah. Salah satunya jika visi dan misi yang dibangun tercatat berpuluh-puluh lembar, membacanya pun seakan sulit diaplikasikan, kehadiran organisasi kepemudaan ini berfungsi untuk meringankan beban pemerintah dalam mengaplikasikan dan menjabarkan kegiatan-kegiatan yang terkait dengan pencapaian tujuan, visi, dan misi.

Hal penting yang perlu digarisbawahi, yakni perhatian pemerintah dalam bentuk penyediaan fasilitas dan mendukung penuh kegiatan Karang Taruna, serta membimbing mereka ke arah yang yang tepat. Sebab membaca tujuan dan implementasi sering tidak sejalan, maka meminimalisasi terjadinya miskomunikasi.

Keberhasilan pembangunan desa dapat diraih dengan bekerja sama dengan menjaga hubungan baik antara masyarakat (baca: pemuda) dengan pemerintah. Bisa pula dengan cara membuat Forum Group Discussion (FGD) antara pemuda dan pemerintah membahas pemberdayaan masyarakat dan tujuan kesejahteraan sosial.

Mempererat silaturahmi dapat dilakukan dengan banyak cara. Secara umum terdapat beberapa tujuan kehadiran Karang Taruna, pertama sebagai upaya menanggulangi problem desa. Masalah-masalah desa dalam skala kecil maupun rumit dapat ditanggulangi bersama-sama dengan tetap saling memotivasi dan percaya diri.

Membangun komunikasi positif dengan masyarakat supaya meminimalisasi terjadinya masalah. Terciptanya keamanan dan kenyamanan hidup. Di dalam masyarakat berbudaya ada tata norma aturan yang tidak tertulis dan tidak boleh dilanggar. Jika dilanggar ada sanksi sosial, bisa berupa diasingkan oleh lingkungan.

Masyarakat berbudaya mementingkan terjalinnya komunikasi yang tidak menyalahi budaya lokal. Dengan menjaga batasan perilaku, dan tanggung jawab diri sesuai norma yang berlaku, dan masing-masing menaatinya. Hal itu dapat berimplikasi terciptanya kerukunan dan kenyamanan hidup di suatu lingkungan.

Sejalan Undang-undang No. 40 tahun 2009 Pasal 17 tentang peran aktif pemuda dalam kegiatan desa, yaitu peran aktif pemuda diwujudkan oleh beberapa hal; a) Menumbuhkembangkan aspek etik dan moralitas dalam bertindak pada setiap dimensi kehidupan kepemudaan. b) Memperkuat iman dan takwa serta ketahanan mental-spiritual. c) Meningkatkan kesadaran hukum.

Peran pemuda dalam organisasi kepemudaan menyesuaikan dengan beberapa landasan hukum tersebut, yang berimplikasi pada syarat kepribadian, seperti pembentukan mental, spiritual, dan sosial. Kesadaran diri menjadi wakil dari masyarakat dalam pembangunan wilayah.

Kedua, pengabdian masyarakat. Bekerja sama membangun desa merupakan pengabdian kepada masyarakat. Bersikap baik dan ramah menjaga norma adat dan etika juga termasuk pengabdian. Ada banyak ragam definisi ekspresi pengabdian. Dapat pula berupa mengharumkan desa hingga dikenal oleh masyarakat luas.

Sebagai pemuda yang lahir di suatu wilayah, akan lebih baik jika mengharumkan nama baik wilayah atau desa sendiri dan bekerja sama berupaya membangun desa. Langkah ini merupakan pengabdian diri. Pengabdian diri menjadi ungkapan penghormatan diri yang diaplikasikan dengan berbakti dan berjanji sungguh-sungguh untuk setia. Implementasinya bisa berupa berusaha berprestasi sebaik-baiknya.

Ketiga, pemberdayaan pemuda desa. Karang Taruna merupakan organisasi pemuda yang juga fokus pada pemberdayaan masyarakat (secara umum) dan khususnya pemuda. Upaya pemberdayaan ini bisa berupa kegiatan melatih keterampilan dan wawasan, seperti pelatihan menjahit, pelatihan membuat pupuk, pelatihan ekonomi mandiri, dan lainnya.

Pelaksanaan program pemberdayaan masyarakat khususnya pemuda desa dalam pandangan Bernardus Seran Kehik (2018) merupakan upaya pemerintah desa untuk meningkatkan kesejahteraan hidup masyarakat, terutama dalam bidang ekonomi. Untuk itu dalam proses pelaksanaan program harus direncanakan bersama antara pemerintah desa dengan masyarakat. Hal itu untuk menentukan skala prioritas kebutuhan masyarakat terutama berkaitan dengan kebutuhan ekonomi masyarakat desa.

Berbagai hal harus selalu diupayakan, lebih-lebih dalam hal pembangunan kesejahteraan masyarakat. Ketahanan ekonomi menjadi salah satu prioritas untuk terus diupayakan. Pemerintah juga membentuk BUMDes untuk meringankan beban ekonomi masyarakat.

Upaya Meningkatkan Motivasi Pemuda Desa

Arif Reynaldi, dkk., (2021) menyatakan dalam kajiannya, bahwa pemuda merupakan peradaban bangsa. Untuk membangun sebuah peradaban, sudah saatnya pemuda menjadi aktor perubahan, tujuannya untuk menjadi bangsa yang menjunjung tinggi nilai dan norma. Pernyataan tersebut menegaskan peran fungsi pemuda sebagai penerus pengelola, maka seharusnya ia menyadari tanggung jawab ini.

Untuk meningkatkan motivasi pemuda dalam mengemban amanah, pemerintah perlu mengupayakan beberapa hal; Pertama, pendampingan. Pendampingan dilakukan dengan mengarahkan, menemani, dan menyertai setiap proses. Membangun hubungan intens untuk mengontrol kegiatan-kegiatan Karang Taruna, dan mengevaluasinya merupakan langkah yang tepat dilakukan untuk mereka.

Kedua, pelatihan. Tugas pemerintah juga memfasilitasi wawasan kepada Karang Taruna. Upaya ini untuk menyiapkan mereka sebelum mengemban amanah menjadi pemimpin. Apa saja yang dibutuhkan oleh pemuda Karang Taruna dicatat kemudian dilakukan analisis kebutuhan untuk memfasilitasi kebutuhan mereka.

Pelatihan dilakukan dalam berbagai cara, sesuai kebutuhan di lapangan dan menyesuaikan dengan situasi dan kondisi. Semisal Pelatihan UKM mandiri masyarakat, dan lainnya.

Ketiga, bantuan dana dan kelengkapan sarana. Pemerintah juga penting memberi subsidi bantuan dana kepada Karang Taruna. Demikian untuk biaya program dan kegiatan supaya terlaksana sesuai sistem yang disepakati bersama.

Keempat, perhatian pemerintah terhadap Karang Taruna. Bentuk perhatian pemerintah sangat bervariasi, bisa dalam bentuk memberikan kepercayaan kepada pemuda sehingga mereka merasa diberi tanggung jawab untuk berproses dan mengemban amanah. Sikap ini meski terkesan remeh, namun berimplikasi besar terutama pada kepribadian pemuda. Mereka cenderung lebih percaya diri mengemban amanah.

Motivasi meningkatkan semangat pemuda untuk berkiprah membangun desa kenyataannya terletak pada sikap pemerintah. Dukungan pemerintah baik material maupun nonmaterial akan bernilai positif meningkatkan motivasi mereka untuk melakukan kegiatan mengabdi menjadi relawan desa.

Karang Taruna yang dilatarbelakangi oleh motivasi pengabdian terhadap wilayah sendiri bisa disebut pula relawan pembangunan desa. Motivasi tersebut perlu dibangun dalam diri masing-masing anggota Karang Taruna. Kontrol dan evaluasi dari pemerintah juga berperan penting, pemuda akan merasa diayomi dan diperhatikan oleh aparatur desa.

Keberadaan pemuda sangat dibutuhkan untuk regenerasi pengelola desa, tapi ini tidak berarti pemuda merupakan aktor utama dalam pembangunan desa. Ada peran senior (generasi tua) yang menjadi pembina atau pengontrol kegiatan, tepat atau sebaliknya. Keberhasilan pembangunan desa merupakan hasil dari kerja sama tim, baik masyarakat maupun pemerintah.

 

Referensi

Arif Reynaldi, Ibrahim Khan, Krisnawati, “Peran Pemuda dalam Pembangunan Desa,” Tasnim Journal for Community Service, Vol. 2, No.1, 2021.

Bernardus Seran Kehik, “Pelaksanaan Program Pemberdayaan Masyarakat Desa di Bidang Ekonomi Kemasyarakatan (Studi Kasus di Desa Naiola Kecamatan Bikomi Selatan Kabupaten Timor Tengah Utara),” Jurnal Agribisnis Lahan Timor 3 (1). 2018.

https://hot.liputan6.com/read/4879791/karang-taruna-adalah-organisasi-kepemudaan-di-indonesia-ini-fungsi-dan-tugasnya