Kiprah Karang Taruna, Wujudkan Desa Tamanmartani Progresif

Pertemuan Pelatihan Keterampilan. IG-Kalurahan_tamanmartani

Pemuda sering digadang-gadang menjadi harapan bangsa, tetapi pada implementasinya tidak demikian. Mewujudkan visi dan misi wilayah perlu melibatkan pemuda dalam perencanaan dan tidak hanya pelaksanaan. Keterbukaan seperti ini dapat membangun hubungan komunikasi yang baik antara pemerintah dengan pemuda desa. Paling tidak pemuda membutuhkan rangkulan hangat dan bimbingan dari para senior.

Ada desa yang maju ada pula yang stagnan atau bisa jadi merosot, pendapatan desa tidak menunjukkan perkembangan yang signifikan. Keadaan itu sering membuat masyarakat mulai menduga apakah aparatur menjalankan tanggung jawabnya dengan amanah atau sebaliknya?

Mewujudkan desa berdaya tidak semudah membalikkan telapak tangan. Namun hal itu bukan berarti tidak bisa dilakukan. Hal urgen yang perlu dilakukan atau menjadi tugas pemerintah yakni membangun komunikasi positif dengan masyarakat seperti mengajak atau melibatkan pemuda dalam kegiatan desa, seperti perencanaan hingga pelaksanaan.

Organisasi pemuda di desa bergerak dalam berbagai bidang yang tujuannya untuk membangun desa, semisal peduli lingkungan hidup, bakti sosial, dan lainnya. Membangun semangat gotong royong dan kepedulian terhadap lingkungan, dengan maksud memupuskan sifat individualisme dan meningkatkan sosialisme serta toleransi.

Berbagai kegiatan Karang Taruna ini ternyata berlandaskan hukum. Keputusan Menteri Sosial RI No. 13/HUK/KEP/1981 tentang Susunan Organisasi dan Tata Kerja Karang Taruna, Ketetapan MPR No. II/MPR/1983 tentang GBHN yang menempatkan Karang Taruna sebagai wadah pembinaan generasi muda. Keputusan Menteri Sosial RI No. 83/HUK/2005 tentang Pedoman Dasar Karang Taruna. Keputusan terakhir pembinaan Karang Taruna yaitu Permensos RI Nomor 25 Tahun 2019 tentang Karang Taruna.

Kemudian merujuk pada Permensos RI No 25 tahun 2019 tentang pemberdayaan Karang Taruna merupakan suatu proses pengembangan kemampuan, kesempatan, pemberian kewenangan kepada karang taruna untuk meningkatkan potensi, pencegahan dan penanganan permasalahan sosial, pengembangan nilai-nilai kepeloporan melalui pemanfaatan sumber daya manusia, sumber daya alam, serta sumber daya sosial dan teknologi.

Basis pengembangan desa dan pembentukan organisasi pemuda Desa disesuaikan dengan ketentuan yang berlaku, yakni memberi peluang terhadap pemuda untuk berkarya dan beraktivitas memajukan desanya. Melalui Permensos No. 25 Tahun 2019 ini merupakan langkah penguat Karang Taruna untuk berdiri dan berkiprah bersama masyarakat. Desa milik mereka harus maju menjadi desa berdaya.

Dalam rekam sejarah terwujudnya Republik Indonesia tidak lepas dari semangat juang para pemuda yang bekerjasama membebaskan negeri dari penjajahan Belanda. Indonesia merdeka bersama tetesan keringat pemuda. Dari rekam jejak ini, Hal yang perlu dipersiapkan adalah kualitas Sumber Daya Manusia (SDM).

Suatu wilayah dengan masyarakat yang kualitas pengetahuannya tinggi akan berbeda dengan daerah yang kualitas pengetahuannya minim. Kemajuan desa juga tidak lepas dari peran manusianya. Oleh karena itu, penting mensyaratkan pemuda supaya menjadi manusia terdidik dan berpengetahuan, yakni di bangku sekolah.

Kemajuan desa juga dipengaruhi oleh pola pikir masyarakatnya. Jika masyarakat menerima terhadap perkembangan pengetahuan baru, kemajuan suatu wilayah akan terwujud dalam tempo yang tidak lama. Penerapan budaya baru dengan tidak mengurangi kearifan lokal merupakan hal penting untuk selalu dipertahankan.

Tugas suatu wilayah adalah menyiapkan SDM unggul, supaya menjadi generasi pembangunan yang memiliki daya kompetensi yang mampu kompetitif. Harapan besarnya mampu membawa wajah baru wilayah hingga dapat mengharumkan namanya, serta menjadi teladan yang baik bagi wilayah lainnya.

Kiprah dan Program Karang Taruna Tamanmartani

Organisasi pemuda desa dikenal dengan Karang Taruna. Organisasi ini terdiri dari para pemuda berumur 13-45 tahun. Termasuk usia produktif dengan motivasi yang tinggi. Pada usia tersebut sering muncul ide-ide kreatif dari pemikiran mereka. Potensi ini dapat digali secara khusus dengan langkah pembinaan, pendampingan dan pelatihan oleh pemerintah.

Organisasi pemuda Desa Tamanmartani seperti Karang Taruna Taman Bina Karya. Karang Taruna ini terdiri dari sekumpulan anak muda yang memiliki tanggung jawab berbeda dengan tujuan yang sama yakni memajukan Desa Tamanmartani. Visi didirikannya Karang Taruna di Tamanmartani, yakni sebagai wadah pembinaan dan pengembangan kreativitas generasi muda berkelanjutan, untuk menjalin persaudaraan dan rasa kebersamaan, menjadi mitra organisasi lembaga, baik organisasi pemuda maupun pemerintah.

Rekam pencapaian Karang Taruna, seperti tahun 2017 lalu, yaitu meraih juara I dalam ajang wahana kesejahteraan sosial berbasis masyarakat dan lembaga kesejahteraan sosial. Sebuah pencapaian dari kerja sama tim. Karang Taruna Taman Bina Karya secara konsisten terus mengupayakan membawa Tamanmartani lebih baik menjadi desa yang sejahtera. Oleh karena itu, adanya Karang Taruna dengan mengagendakan program-program positif salah satunya sebagai upaya mewujudkan Tamanmartani berdaya.

Di antara program-program tersebut; Pertama, program kreatif seperti baksos dan pemberdayaan masyarakat. Bakti sosial merupakan upaya mengajak seluruh elemen masyarakat untuk partisipasi terhadap kegiatan bersama dna bergotong royong menyemarakkan acara. Acara ini adalah untuk rakyat.

Pemberdayaan masyarakat dilakukan dengan mengagendakan kegiatan pelatihan untuk melatih kemampuan dan wawasan. Langkah ini bertujuan untuk menambah wawasan dan memaksimalkan potensi mereka. Persiapan sebelum melaksanakan tanggung jawab bersama. Pemberdayaan juga merupakan upaya untuk mewujudkan masyarakat yang mandiri, baik secara ekonomi dengan memiliki ketahanan yang cukup.

Kedua, budaya. Dalam bidang budaya, masyarakat Tamanmartani masih melestarikan budaya adiluhung. Budaya itu merupakan warisan dari leluhur mereka dan nyaris punah. Oleh karena itu, masyarakat desa Tamanmartani melestarikan baik ritual yang bertujuan untuk menjaga nilai adat tersebut. Suatu budaya tidak akan ditinggalkan jika dilestarikan dari generasi ke generasi.

Kegiatan Karang Taruna dalam bidang budaya seperti menjaga nilai kearifan lokal desa dengan menjaga nilai-nilai adat yang nyaris punah. Budaya luhur dan kearifan lokal jika tidak dilestarikan akan ditinggalkan. Karakteristik desa dapat dikenali dengan budaya yang lahir dan dipercaya masyarakat di dalamnya. Adiluhung dilestarikan melalui pentas seni dan pagelaran budaya warisan leluhur. Tujuan dilestarikannya untuk memperingati berdirinya Tamanmartani.

Ketiga, pemuda olahraga. Kegiatan ini untuk meningkatkan kesehatan pemuda dan masyarakat secara umum. Agenda olahraga bersama masyarakat di hari-hari tertentu. Selain untuk meningkatkan kesehatan bersama, poin pentingnya ialah merekatkan silaturahmi antar masyarakat. Adanya event ini supaya masyarakat semakin sering interaksi seperti bertegur sapa sehingga mereka dapat saling mengenal.

Kegiatan olahraga ini merupakan salah satu ragam dari program Karang Taruna Taman Bina Karya. Salah satu contoh ajang perlombaan kegiatan olahraga untuk meningkatkan partisipasi masyarakat. Disediakan pula reward bagi pemenang lomba.

Keempat, usaha ekonomi kreatif dan produktif. Kegiatan ekonomi kreatif baik mandiri maupun kelompok di masyarakat terus ditingkatkan. Selain itu ada pula usaha pengelolaan limbah pupuk kompos. Desa Tamanmartani mendapat subsidi bantuan alat pengolahan sampah menjadi pupuk seharga 1,4 miliar.

Alat yang bagus dan merupakan potensi besar membangun bisnis, tetapi SDM belum siap untuk menggunakan alat tersebut, sehingga beberapa waktu belum dioperasikan sampai mendapat bantuan bimbingan dalam pengolahannya. Sistem pengolahan pupuk itu juga melibatkan pemuda Karang Taruna Taman Bina Karya.

Kelima, pariwisata. Potensi alam Desa Tamanmartani dapat dimanfaatkan untuk dikelola dengan baik. Terletak di lokasi yang strategis merupakan anugerah tersendiri. Selain bergerak di bidang ekonomi, Tamanmartani juga berpotensi menjadi pusat pariwisata salah satunya wisata Kali Opak Tujuh Bulan, Candi Prambanan, dan lainnya. Kesempatan itu dapat terwujud jika Karang Taruna juga mau bekerja sama dengan BUMDes.

Keenam, pendidikan dan pelatihan. Program kegiatan pelatihan yang diagendakan oleh Karang Taruna yakni untuk melatih kemampuan masyarakat dan meningkatkan literasi mereka. Tamanmartani juga tengah mengupayakan untuk mewujudkan desa literasi. Impian tersebut dapat terwujud jika memaksimalkan Taman Baca Masyarakat (TBM) di desa.

Manfaat membaca selain untuk diri sendiri juga untuk lingkungan. Pengetahuan harus selalu diupayakan, caranya dengan membaca. Di era digital ini, membaca sudah bisa dilakukan dengan media yang variatif, misal melalui electronic book. Menghidupkan TBM dapat dilakukan dengan kegiatan-kegiatan atau perlombaan. Masyarakat literat merupakan potensi mewujudkan desa berdaya dan maju. masalah akan mendapat solusi dari wawasan bacaan mereka.

Karang Taruna Taman Bina Karya

Tidak ada keberhasilan yang diperoleh tanpa melalui proses. Karang Taruna Taman Bina Karya hadir di tengah masyarakat Tamanmartani sangat membantu terealisasinya program-program desa. Karang Taruna yang terdiri dari pemuda merupakan penggerak kegiatan program desa, mereka juga memiliki tanggung jawab kerja di desa sekaligus menjadi kader pemimpin yang akan mengelola desa.

Pengenalan ini merupakan upaya yang tepat bagi pemerintah desa. Pengenalan pemuda terhadap desa dengan menjadikan mereka bagian dari tim kerja dalam pembangunan desa. Kecintaan diri terhadap desa tidak serta merta muncul tanpa ada proses pengenalan. Dengan mereka mencintai lingkungan dan mampu membaca potensi alamnya, akan semakin mudah bagi mereka membawa desa kepada wajah baru yang lebih baik.

Upaya-upaya yang menjadi prioritas yakni membantu UKM masyarakat desa dna bekerja sama dengan BUMDes mewujudkan kemandirian.Jika suatu masyarakat dapat terlepas dari kemiskinan, memiliki ketahanan ekonomi yang kuat, wilayah tersebut menjadi desa berdaya. Pengentasan kemiskinan berhasil dicapai dengan proses dan kerjasama tim antara pemuda dan pemerintah.

Jadi, merealisasikan hal demikian perlu kerja sama yang kuat dengan tetap menjaga komunikasi antar pemerintah dengan pemuda. Dukungan pemerintah terhadap organisasi pemuda ini perlu dimaksimalkan. Penyediaan kebutuhan kegiatan dan penyediaan sarana dari pemerintah sudah sangat membantu Karang Taruna terus berjalan.

Banyak wilayah yang desanya tidak maju sebab tidak berfungsinya Karang Taruna di desa tersebut, disebabkan pula adanya miskomunikasi antara pemerintah dan pemuda desa. Sebagaimana hasil kajian dari Arif Reynaldi, dkk., tentang peran pemuda bagi pembangunan desa yang dimuat di Jurnal Tasnim menyebutkan bahwa peran pemuda di desa yakni sebagai sumber energi atau kekuatan bagi terbangunnya suatu peradaban baru di desa.

Referensi

https://jogjadaily.com/2021/12/organisasi-pemuda-karang-taruna-bina-karya-bergerak-wujudkan-desa-sejahtera/

https://jogjadaily.com/2021/10/tamanmartani-mengolah-limbah-jadi-pupuk-murah/

Arif Reynaldi, Ibrahim Khan, Krisnawati, “Peran Pemuda dalam Pembangunan Desa,” Tasnim Journal for Community Service, Vol. 2, Nomor 1, 2021.