Pemanfaatan Bentang Alam Kalurahan Panggungharjo

Kampoeng Mataraman. INDONESIAGOID/TOMMY BERNADUS

Indonesia terkenal dengan iklim yang tropis serta kaya dengan sumber dayanya, baik itu sumber daya manusia maupun sumber daya alam. Iklim dan kondisi bentuk muka bumi yang beragam memberikan keragaman sumber daya alam di Indonesia. Tentu setiap wilayah memiliki kekayaan alamnya sendiri, yang mana hal tersebut belum tentu dimiliki oleh wilayah lain. Kekayaan sumber daya alamnya yang beragam membuat Indonesia memiliki beberapa potensi sumber daya yang berguna bagi kehidupan warganya.

Pertama, potensi sumber daya udara. Udara merupakan salah satu jenis sumber daya alam yang memiliki banyak fungsi bagi kehidupan makhluk hidup. Baik manusia maupun hewan membutuhkan udara untuk bernapas, begitu juga dengan tumbuhan. Tumbuhan memerlukan udara untuk melakukan fotosintesis.

Kedua, potensi sumber daya tanah. Tanah merupakan salah satu sumber daya yang yang menopang kehidupan kita. Manusia berada di atas tanah untuk bercocok tanam, membangun rumah, membangun gedung, jalan, dan lain-lain. Tanpa adanya sumber daya tanah maka tidak ada kehidupan di muka bumi ini.

Ketiga, potensi sumber daya air. Ketika sinar matahari memancar ke permukaan bumi, terjadilah penguapan atau evaporasi. Proses penguapan atau evaporasi ini mengakibatkan perubahan wujud menjadi uap air. Uap air kemudian naik ke permukaan bumi, lalu terjadilah kondensasi atau perubahan uap air menjadi titik-titik air. Setelah itu, terbentuklah awan yang mengakibatkan turunnya hujan.

Indonesia yang kaya dengan sumber daya air yang melimpah disebabkan curah hujan tinggi. Curah hujan yang tinggi menjadi faktor pendukung bagi penduduk untuk bisa menanam berbagai macam tanaman pertanian dan perkebunan.

Keempat, potensi sumber daya hutan. Hutan di Indonesia saat ini terkenal dengan sebutan hutan hujan tropis. Dalam hal ini, hutan memiliki potensi yang sangat besar bagi kehidupan manusia. Luas hutan saat ini mencapai 99,6 juta hektar. Hutan yang luas dapat kita temui di Papua, Kalimantan, Sulawesi, dan Sumatera. Hutan menyimpan berbagai macam flora dan fauna, ketika memasuki beberapa hutan di Indonesia ditemukan hewan-hewan langka seperti anoa, burung malep, dan lain-lain.

Namun, sayangnya saat ini hutan yang dimiliki telah mengalami banyak kerusakan akibat ulah manusia. Manusia-manusia tak bertanggung jawab itu mengambil sebagian besar sumber daya yang ada di hutan dengan melakukan penebangan kayu secara sembarangan untuk digunakan membangun gedung. Mereka mengambilnya tanpa permisi, bahkan aksi ini mereka lakukan ketika malam hari. Hal tersebut berakibat pada tumbuhan dan hewan yang terancam punah.

Seperti yang kita ketahui, mayoritas penduduk Indonesia merupakan petani. Dengan kekayaan berbagai macam sumber daya ini, diharapkan dapat saling berkolaborasi untuk menciptakan negara maju yang sejahtera dan makmur. Sebelum berbicara lebih jauh lagi, kita perlu mengetahui yang dimaksud dengan negara maju. Negara dapat dikatakan maju ketika suatu negara mempunyai standar taraf hidup yang sangat tinggi dari segi perekonomiannya, penerapan teknologi yang relatif tinggi, dan banyak keberhasilan dalam berbagai bidang maupun pembangunan.

Menurut Andrinof .A. Chaniago (2020), saat ini Cina diperkirakan tetap berjaya terus merebut pangsa pasar ekspor dunia. Selain itu, ada satu negara besar di Asia yang terus memperbesar pangsa pasarnya di pasar ekspor dunia, yakni India.

Cina jelas telah menunjukkan kehebatannya dalam perjalanan ekonomi selama 40 tahun terakhir. Hal itu membuat negara tersebut menempati urutan kedua dunia soal PDB. Semula, Cina menempati posisi kedelapan pada tahun 1995. Sementara, Indonesia sendiri masih berada di posisi ke-15.

Dalam hal ini, Indonesia tidak boleh hanya berdiam diri melihat negara lain perlahan-lahan maju dan makmur. Oleh karena itu, dalam upaya menciptakan negara maju, salah satu desa di Kabupaten Bantul melakukan berbagai upaya untuk menangani hal tersebut.

Pemanfaatan bentang alam di Kalurahan Panggungharjo dilakukan dengan pembangunan berbagai lembaga yang berorientasi pada pemanfaatan sumber daya alam maupun sumber daya manusia. Salah satu bangunan yang didirikan untuk pemanfaatan bentang alam adalah Kampoeng Mataraman. Kampoeng Mataraman merupakan sebuah tempat makan yang memiliki luas lahan mencapai enam hektare. Rumah makan ini berdiri di atas tanah kas milik Kalurahan Panggungharjo.

Selain untuk memanfaatkan bentang alamnya, hal tersebut juga ditujukan untuk pemberdayaan warga di Kalurahan Panggungharjo. Jadi, dapat dikatakan bahwa semua pekerja di Kampoeng Mataraman merupakan warga asli Panggungharjo. Kalurahan Panggungharjo merupakan kawasan yang berbatasan langsung dengan Kota Yogyakarta. Dengan kata lain, Kalurahan Panggungharjo merupakan kawasan strategis ekonomi.

Salah satunya ditunjukkan dengan perkembangan penggunaan lahan di Kalurahan Panggungharjo. Dalam kurun waktu lima tahun terakhir, pola penggunaan lahan di Kalurahan Panggungharjo mengalami perubahan yang cukup signifikan, terutama pada lahan jenis tanah sawah. Tanah ini mengalami perubahan fungsi menjadi pemukiman dan kegiatan bisnis dengan laju sekitar dua persen pertahun. Salah satu kegiatan bisnis di antaranya adalah Kampoeng Mataraman.

Selain bisnis yang dilakukan Kampoeng Mataraman, Kalurahan Panggungharjo juga telah berhasil membentuk sebuah platform belanja online saat pandemik Covid-19 menyerang Indonesia dua tahun lalu. Pandemik Covid-19 yang menyerang Indonesia menyebabkan ruang gerak warga desa menjadi terbatas, termasuk warga Kalurahan Panggungharjo.

Platform yang dibuat waktu itu adalah Pasardesa.id. Menurut Rindi selaku karyawan Pasardesa.id, pembuatan platform ini bertujuan untuk membantu dan mempermudah penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT).

Selain sebagai saran untuk mempermudah penyaluran BLT, platform ini juga menjual beberapa macam kebutuhan pokok warga. Pasardesa.id saat ini sudah berada di skala nasional. Usaha desa yang sudah terdaftar sebagai mitra Pasardesa.id sebanyak 27 unit. Namun, yang sudah berhasil mendata dan mengisi produk untuk dimasukkan ke Pasardesa.id hanya sekitar 10 BUMDes dengan 78 produk unggulan masing-masing desa.

Pemanfaatan bentang sosial juga dilakukan oleh pemerintah Kalurahan Panggungharjo untuk mendorong pengelolaan sampah yang bertanggung jawab. Langkah pertama yang dilakukan adalah pendirian lembaga pengelolaan sampah yang diberi nama Kelompok Usaha Pengelola Sampah (KUPAS).

KUPAS merupakan salah satu lembaga yang berfungsi untuk mengangkut sampah warga di Kalurahan Panggungharjo dan mengelolanya, baik itu untuk dijual kembali maupun didaur ulang. KUPAS merupakan salah satu unit usaha dari BUMDes Panggung Lestari.

Selain usaha pengelolaan sampah dan rumah makan yang sedang dikembangkan oleh pemerintah Kalurahan Panggungharjo, terdapat beberapa jenis usaha lain. Pertama, pengolahan minyak goreng bekas untuk bahan bakar. Pengolahan minyak jelantah atau minyak goreng bekas dilakukan oleh BUMDes Panggung Lestari yang bekerja sama dengan Danone Aqua sejak tahun 2016.

Kedua, pengolahan minyak nyamplung atau tamanu oil. Minyak nyamplung merupakan minyak nabati yang dihasilkan dari proses pemerasan dari biji nyamplung yang telah dikeringkan. Minyak ini merupakan salah satu jenis minyak nabati yang mempunyai banyak fungsi selain menjadi bahan biodiesel atau biosolar.

Minyak jenis ini dapat memberikan manfaat yang baik bagi tubuh, yakni meningkatkan kesehatan jantung, meredakan gejala menopause, meningkatkan sistem kekebalan tubuh, menurunkan kecemasan dan depresi, kaya akan vitamin yang baik bagi tubuh, bebas akan lemak, dan lain-lain.

Ketiga, swalayan desa (Swadesa). Unit usaha ini didirikan berdasarkan cita-cita untuk menciptakan sebuah sistem layanan pemasaran terhadap produk-produk masyarakat desa agar mempunyai penetrasi pasar yang lebih baik lagi. Pengelolaan gerai Swadesa ini dilakukan bersama ibu-ibu Upaya Peningkatan Pendapatan Keluarga (UP2K) Kalurahan Panggungharjo.

Hal ini dimanfaatkan oleh ibu-ibu tersebut untuk menjual hasil karya yang mereka buat. Gerai Swadesa ini terdapat di Rumah Makan Numani. Selain itu, di rest area Numani juga terdapat kedai kopi yang bernama Kandang Kopi. Kedai tersebut juga dikelola oleh ibu-ibu tersebut.

Berdasarkan berbagai upaya yang telah dilakukan oleh masyarakat dan pemerintah Kalurahan Panggungharjo, dapat disimpulkan bahwa desa ini sudah dapat dikatakan maju. Dibuktikan dengan berbagai upaya untuk memajukan desa tersebut, yakni pengembangan usaha dengan memanfaatkan sumber daya yang ada. Sebagai contoh, pemanfaatan bentang alam berupa pembangunan Kampoeng Mataraman yang mampu menghasilkan omset hingga ratusan juta perminggu.

Selain lembaga BUMDes, ada beberapa lembaga desa dan nonlembaga desa yang menunjang pembangunan desa di Kalurahan Panggungharjo. Pertama, Yayasan Sanggar Inovasi Desa (YSID). YSID dibuat untuk mengonstruksi pengalaman-pengalaman yang sudah dilakukan di Kalurahan Panggungharjo agar dapat menjadi sebuah pengetahuan. Kedua, Koperasi Wanita Dewi Kunti. Pendirian koperasi ini bertujuan sebagai penggerak ekonomi masyarakat serta sebagai bentuk kerja sama dalam sektor perekonomian.

Dengan berbagai upaya yang dilakukan oleh Wahyudi Anggoro Ahadi selaku Lurah Panggungharjo, desa ini dapat berjalan secara terarah. Pasalnya, sejak menjabat di tahun 2012 hingga sekarang, Kalurahan Panggungharjo mengalami perubahan, baik dari faktor ekonomi maupun faktor lain. Hal tersebut karena peran Wahyudi yang sangat berjasa dalam upaya pembentukan desa yang maju.