Pemuda Pelopor Pembangunan Desa

Foto Desa Kemenparekraf. SETKAB

Desa merupakan suatu wilayah yang sering kita anggap sebagai lokasi terpinggirkan dan jauh dari peradaban. Anggapan ini mempengaruhi perspektif kebanyakan masyarakat untuk hijrah ke kota. Sebab desa dianggap bukan ruang yang tepat untuk memajukan diri dan ekonomi. Desa lokasi yang terbatas dan sedikit memiliki potensi.

Anggapan yang perlu direduksi, bahwa pada dasarnya desa memiliki potensi besar untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya. Desa memiliki banyak potensi alam yang strategis, hanya perlu sentuhan orang yang kompeten di bidangnya. Kemampuan tersebut merupakan aset desa melakukan transformasi menuju arah lebih baik.

Berdasarkan Undang-undang Nomor 6 Tahun 2014, menyatakan bahwa negara mendefinisikan desa sebagai representasi dari kesatuan masyarakat hukum terkecil yang telah ada dan tumbuh berkembang seiring dengan sejarah kehidupan masyarakat Indonesia, serta menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari tatanan kehidupan bangsa.

Hal terpenting yang perlu diketahui bahwa sebelum terbentuknya kota, desa merupakan institusi sosial yang terbentuk lebih awal. Selain itu sumbangsih desa cukup besar bagi pemenuhan kebutuhan pangan masyarakat kota. Inilah yang jarang disadari urgensi desa dan keistimewaan yang perlu diketahui dan dikelola dengan tepat.

Desa, masyarakat dan negara, merupakan bagian yang saling terkait. dikatakan negara jika memiliki wilayah dan penduduk. Desa sebagai bagian dari negara desa layak mendapat perhatian untuk maju berkembang. Kemajuan desa ini tentu berdampak terhadap perkembangan suatu negara.

Pembangunan desa tidak lepas juga dari peran masyarakat yang menempati wilayahnya. Kerjasama yang baik antara pemerintah dan masyarakat dapat menciptakan hubungan baik dan saling bersinergi. Membangun desa merupakan harga mati yang harus diusahakan. Meski realitanya berbeda jauh, dan perspektif desa masih belum berubah, yakni wilayah yang masih jauh tertinggal.

Langkah membangun desa dapat dilakukan dengan berbagai cara, dan dilakukan dengan bersama-sama. Kerja sama tim memudahkan proses tersebut. Lebih-lebih peran pemuda sebagai tokoh penggerak atau generasi penerus. Motivasi pemuda biasanya sering menggebu-gebu dalam melakukan banyak hal, itu karena mereka lebih suka berproses atau belajar hal-hal baru.

Pemuda merupakan potensi utama yang berharga bagi suatu wilayah, dipercaya dapat membawa keadaan menjadi lebih baik di masa depan. Untuk mendukung pembangunan desa, dibentuk organisasi pemuda. Organisasi tempat berkumpulnya anak muda dan berbagi informasi terkait langkah-langkah strategis di masa depan.

Pemerintah perlu menyediakan wadah khusus tempat anak muda menggali potensi, mengenal wilayahnya lebih mendalam. Hal itu dimaksudkan untuk memberi penyadaran tentang keuntungan menjadi warga desa, apalagi desa berdaya. Yang kita ketahui menjadi warga desa sangat membosankan. Padahal sebaliknya, di desa kita bisa melakukan banyak hal, kesempatan menggali ilmu dan mempraktikkan keilmuan sangat terbuka lebar, khususnya di bidang pariwisata, pertanian, perkebunan, peternakan, dan lainnya.

Akhir-akhir ini banyak orang kota berkunjung ke desa dengan tujuan untuk melepas penat, berlibur sambil menikmati kuliner khas makanan tradisional. Potensi-potensi ini akan sangat disayangkan bila tidak dioptimalkan dengan tepat. Di samping itu BUMDes yang merupakan lembaga usaha milik desa berperan strategis meningkatkan ekonomi desa dan membantu UKM masyarakat.

Pembangunan ketahanan ekonomi desa, menuju desa berdaya harus dibentuk dengan membuka berbagai kanal untuk menjadi sumber pendapatan desa. Memperbanyak kanal dan pengoptimalan merupakan alternatif yang harus dikembangkan, seperti organisasi dan kegiatan-kegiatannya.

Peran pemuda dalam pembangunan desa, merupakan aktor atau penggerak serta memberi pemahaman terhadap masyarakat lain dengan cara yang efektif dan efisien. Selain memiliki motivasi belajar dan pelaksana yang andil di lapangan, pemuda juga update terhadap perkembangan zaman saat ini.

Kemampuan itu merupakan sumbangsih besar untuk dapat dipraktikkan di desanya. Jika suatu desa memiliki banyak pemuda, penting kiranya bagi pemerintah daerah untuk memberi wadah atau mengajak mereka berperan aktif pada pengembangan ini. Oleh karena itu penting membangun hubungan baik antara pemerintah dengan pemuda. Caranya melakukan pendekatan yang tidak menyinggung mereka, atau dengan cara membuat mereka peka bahwa bertumbuh bersama memajukan ekonomi bersama dapat mendatangkan banyak keuntungan, selain untuk desa juga untuk pribadi.

Arif Reynaldi, dkk., (2021) menyampaikan hasil kajiannya yang dimuat dalam Tasnim Journal for Community Service, bahwa peran pemuda dalam pembangunan desa. Pemuda diibaratkan sebagai sumber energi terbangunnya peradaban desa. Peran mereka sangat penting untuk melejitkan dinamika kehidupan masyarakat desa.

Mengapa pemuda memiliki posisi penting? Di dalam diri pemuda sering kita temui ide-ide cemerlang dan unik dari mereka yang mengalir berdasar pengetahuan dari bacaan-bacaan mereka. Ini bukan berarti menafikan kemampuan generasi sebelum anak muda (kalangan senior). Kalangan senior dengan pengalamannya berfungsi sebagai pendamping atau pengarah bagi pemuda. Sebab dukungan generasi senior berdasar pada pengalamannya cukup membantu proses pemuda dalam berproses.

Di samping urgensi pemuda dan manfaat-manfaatnya bagi pembangunan desa, yang perlu digaris bawahi yakni desa perlu memiliki generasi pemuda berkualitas dan terdidik, memiliki wawasan luas, dan keilmuan yang mumpuni di bidangnya.

Mewujudkan hal itu, maka tugas pemerintah menjalin kerja sama dan memberi kesempatan bagi mereka untuk terus mencoba dan termotivasi untuk belajar, terutama di bangku sekolah atau Perguruan Tinggi. Keilmuan ini merupakan aset yang nantinya memiliki sumbangsih untuk kemajuan perkembangan desa berkelanjutan.

Pada hakikatnya segala impian membutuhkan proses. Termasuk mewujudkan desa berdaya. Fendy Suryadana (2018) menyatakan bahwa prosesnya mematangkan strategi-strategi, mulai dari perencanaan, penganggaran, pelaksanaan, pelaporan, serta monitoring dan evaluasi. Namun hal terpenting yang menjadi kunci kesuksesan keseluruhan rencana salah satunya ialah membangun komunikasi yang baik.

Upaya Pemerintah

Pembangunan desa tidak dapat dilakukan oleh pemerintah saja. Cakupan desa memiliki lingkup yang luas dan terdiri dari masyarakat dalam jumlah yang tidak sedikit. Artinya merupakan hak semua elemen yang tercakup untuk membuatnya (desa) tumbuh dan berkembang. Perencanaan visi dan misi desa juga bertujuan untuk kepentingan bersama. Artinya membangun desa harus dilakukan bersama dengan masyarakat. Sebagai upaya pemerintah dalam melaksanakan pembangunan desa dilakukan dengan beragam langkah.

Pertama, meningkatkan kerja sama dengan pemuda. Kerja sama pemerintah dan pemuda dapat memunculkan rasa memiliki dan tanggung jawab masing-masing anggota. Terutama masyarakat yang menempati wilayahnya desa. Pemanfaatan dan pengelolaan sumber daya misalnya, jika berkembang dengan baik maka berimplikasi pada kesejahteraan masyarakatnya, artinya semua akan kembali kepad masyarakat.

Perasaan itulah yang perlu ditumbuhkan dalam diri masing-masing. Tugas pemerintah menjadi fasilitator dan pendamping masyarakat dna mengatur semua dengan tepat dan sesuai visi misi. Maju bersama dengan rasa saling memiliki, akan tercipta kehidupan yang aman tentram dan damai, masyarakat menjadi sejahtera.

Jika hubungan baik itu tidak dibina, pemerintah tidak bertanggung jawab atas profesinya, tidak menyediakan sarana dan sosialisasi yang tepat, akan mengalami pergolakan dari tubuh masyarakat, dengan begitu desa tidak dapat menjadi aman. Sikap itulah yang perlu dihindari oleh pemerintah baik desa kabupaten dan lebih-lebih pemerintah pusat sebagai badan yang berwenang atas kebijakan pembangunan wilayah.

Kedua, motivasi organisasi kepemudaan. Organisasi pemuda di desa disebut dengan organisasi Karang Taruna. Suatu organisasi yang terdiri dari pemuda desa yang berusia 13 tahun hingga 45 tahun. Pemuda sebagai agen penggerak perubahan, perannya perlu dimaksimalkan. Oleh karena itu perhatian aparatur desa dan lebih-lebih oleh Kepala desa dianggap perlu.

Tujuannya adalah untuk membantu aparatur desa melaksanakan tanggung jawabnya dan sebagai media sosialisasi atau bagian yang dekat dengan masyarakat. Pemuda bisa diandalkan untuk mengemban tugas itu. Sembari belajar dan menambah pengalaman, pemuda memiliki motivasi yang tinggi untuk berproses.

Motivasi dari pemerintah untuk Karang Taruna desa, bisa berupa kelengkapan sarana yang dibutuhkan, pendampingan bagi mereka sebelum mengemban tugas, serta memberi peran mereka agar berproses menjadi bagian dari aparatur mewujudkan pembangunan desa berdaya.

Hal-hal yang dilakukan oleh organisasi pemuda desa diantaranya; Sebagai wadah untuk berorganisasi dan silaturahmi, mengadakan kegiatan kerja bakti dan penataan lingkungan bersama, menggalakkan tanam apotik untuk ketahanan pangan warga, mendirikan dan menghidupkan Taman Baca Masyarakat (TBM), dan mengadakan lomba untuk mengeratkan hubungan kebersamaan antar masyarakat.

Kegiatan-kegiatan itu diperankan oleh pemuda untuk lebih mengeratkan hubungan. Pemerintah sebagai fasilitator yang fungsinya mendukung setiap rangkaian hal untuk pembangunan desa dan masyarakat, khususnya. Kesejahteraan dibangun dengan mengaitkan dan menghidupkan seluruh elemen yang tercakup di dalamnya.

Melakukan sosialisasi menjadi relawan dalam pembangunan desa penting dilakukan oleh aparatur desa, sebab hal itu untuk membuka penyadaran masyarakat, Oleh karena itu aparatur dan terutama Kepala Desa harus tanggap informasi dan perkembangan saat ini.

Selain itu, pemerintah desa dan kota perlu melakukan pembinaan atau pelatihan kepada masyarakat, sebab ada beberapa kebaikan yang akan terwujud, diantaranya untuk meningkatkan kepribadian dan semangat mengabdi, meningkatkan mutu keterampilan dan kemampuan dalam mengemban tugas, melatih dan meningkatkan mekanisme kerja, serta meningkatkan keterampilan kerja dalam diri masing-masing.

Ketiga, melengkapi sarana dan prasarana. Hal utama yang perlu dilakukan oleh pemerintah ialah memberi bantuan kelengkapan sarana yang diperlukan dari organisasi Karang taruna. Penyediaan kebutuhan dapat membantu visi dan misi terwujud. Meski kegiatan kecil oleh Karang Taruna. Sebab dimulai dari langkah kecil dapat berdampak besar bagi seluruhnya. Pola pikir ini tentu perlu dipertahankan wawasannya. Sebab kesejahteraan masyarakat harus selalu menjadi prioritas pemangku kebijakan (pemerintah).

 

Referensi

Arif Reynaldi, Ibrahim Khan, Krisnawati, “Peran Pemuda dalam Pembangunan Desa,” Tasnim Journal for Community Service, Vol. 2, Nomor 1, 2021.

Fendy Suryadana, “Partisipasi Pemuda dalam Pembangunan Desa,” Studi Pustaka, vol. 6, No. 6, 2018.