Persaingan Pasar Ikan di Yogyakarta

Distribusi Ikan Nila. DYOGI MIYOSA

Setiap kegiatan bisnis ekonomi akan mengalami persaingan dengan kompetitor. Masing-masing menunjukkan kelebihan untuk menarik perhatian pembeli. Tugas penjual adalah memasarkan produk kepada masyarakat. Semakin memperluas jangkauan pasar, peluang keuntungan akan semakin besar diraih.

Menjadi pembudi daya ikan tidak jauh berbeda dengan kegiatan lainnya. Aktivitas budi daya ikan mulai dari perawatan hingga panen dan penjualannya. Produk yang bagus dan berkualitas dapat meningkatkan penjualan di pasar.

Selain fokus pada kualitas ikan, pembudi daya juga harus belajar strategi marketing memperluas jangkauan pasar. Ini merupakan salah satu langkah mengembangkan perusahaan lebih baik lagi di masa depan. Yang menjadi catatan penting sebelum memutuskan fokus di sektor budi daya ikan, sebaiknya perlu tahu alasan mengapa harus melakukannya.

Apa yang Menarik dari Budi Daya Ikan?

Sebagian orang tidak tertarik konsen di sektor budi daya ikan. Bagi mereka keuntungan penjualan ikan sedikit dan tidak recomended menghasilkan profit yang lebih besar. Padahal, untung dan rugi merupakan keadaan yang wajar terjadi pada setiap kegiatan ekonomi.

Jikapun mengalami rugi tentu tidak akan selamanya dalam keadaan demikian. Tugas pembudi daya adalah belajar memperbaiki kualitas pengelolaan atau manajerial yang tepat untuk meminimalisir kerugian secara terus menerus. Hal ini penting dilakukan.

Memilih sektor budi daya ikan ada kelebihan dan kekurangannya. Di antara kelebihan-kelebihannya: Membantu ketersediaan ikan (untuk konsumsi), dapat menambah pemasukan keuangan masyarakat pembudi daya, mudah dalam mendapatkan ikan segar, ikan yang mengalami keadaan stres mudah diatasi, bisa mempercepat masa panen, mudah dalam proses panen, terjangkau, mudah dalam memilih ikan ukuran konsumsi, dan cepat dalam menyeleksi induk.

Beberapa kelebihan yang disebutkan di atas merupakan kesimpulan dari berbagai pengalaman pembudi daya ikan. Selain itu, sektor perikanan juga menunjukkan hasil lebih baik dan mendukung pemulihan perekonomian. Peluang usaha budi daya ikan juga lebih dominan diantara yang lain.

Selain dari kelebihan, ada pula kekurangan budi daya ikan, di antaranya: Waktu pemberian pakan harus tepat waktu, waktu pengontrolan setiap saat, tidak mudah beradaptasi dengan lingkungan, ketersediaan benih yang berkualitas tidak mudah, harga pakan ikan tidak murah, dan keterbatasan lahan sebagai tempat budi daya ikan.

Beberapa kelemahan budi daya ikan dapat diatasi jika melakukan kerja sama dengan berbagai penyedia benih. Kualitas ikan yang bagus dapat menunjang reputasi kelompok. Hal itu menjadi catatan penting agar berhasil dalam melakukan usaha ini.

Banyak pembudi daya yang awalnya melakukan percobaan, tapi lambat laun mulai menunjukkan keuntungan yang lebih baik. Artinya melakukan budi daya ikan tidak sesulit anggapan sebagian orang, meski memang akan berhadapan dengan tantangan.

Pengalaman Budi Daya Ikan Yogyakarta

Menekuni usaha budi daya ikan di kawasan Yogyakarta tidak semudah yang diduga. Pasalnya, banyak pembudi daya lain yang juga menekuni usaha ini. Supaya mampu tetap hidup dan berkembang lebih baik, tidak salah jika bekerja sama dengan masyarakat lainnya. Sebagaimana bisnis budi daya ikan nila Mina Arum, Sleman, Yogyakarta.

Kami memanfaatkan banyak lahan tanah sebagai tempat budi daya ikan. Kami memilih ikan nila sebagai objek budi daya untuk dijual. Ini juga berdasar dari hasil seleksi jauh-jauh hari. Ikan nila di lumayan menjadi sajian favorit masyarakat Jogja. Hampir semua menu sajian makanan disini lauknya pasti ada menu masakan ikan nila.

Dengan latar belakang seperti itu, kami kemudian memilih budi daya ikan nila, keuntungannya pun bisa cukup besar dan lumayan untuk memperbaiki keadaan ekonomi. Bekerja sama dan terus belajar supaya dapat bersaing di pasar hingga menguasai pasar di Jogja.

Keinginan kecil tapi membutuhkan usaha yang tidak mudah. Awalnya kami bekerja sama dengan para pedagang saja. Keadaan membaik sebelum pandemi Covid-19 datang ke Yogyakarta, dan menimbulkan rasa takut di pikiran masing-masing orang. Akhirnya semua aktivitas terhenti.

Sebagai dampak dari virus Covid-19, banyak sektor usaha bisnis mengalami down atau parahnya ada yang gulung tikar sebab tidak mampu membayar operasional. Ekonomi negara juga mulai turun, sebab adanya pembatasan aktivitas. Termasuk juga budi daya ikan nila Mina Arum. Lalu apa yang harus kami lakukan untuk menyiasati keadaan dan bertahan?

Strategi Penjualan

Bertahan di tengah keadaan pandemi membutuhkan power yang extra. Ikan nila hasil budi daya kami mulai penuh di kolam. Sementara pedagang atau tengkulak yang berlangganan kepada kami mulai tidak memesan lagi sebab banyak banyak hotel dan rumah makan tutup. Akhirnya kami selama sekitar empat bulan keadaan masih tidak berubah.

Budi daya ikan nila ini harus tetap dipertahankan bagaimanapun caranya. Berbagai solusi kami cari untuk diterapkan, istilahnya trial error meski hasilnya masih belum tahu juga. Kami mendatangi Dinas perikanan untuk meminta solusi alternatif terhadap budi daya kami.

Sesuai dugaan, kami diarahkan melakukan strategi penjualan lain untuk meningkatkan penjualan. Solusi kali ini sangat berbeda dibanding sebelumnya. Karena penjualan kepada tengkulak belum berhasil maka alternatif kedua ialah membuka pelayanan kepada pembeli atau konsumen secara langsung.

Langkah ini tergolong baru bagi kami, sebab sebelumnya kami belum terpikir ke arah itu. Namun, dalam kondisi mendesak apapun harus dilakukan, termasuk menjual kepada konsumen. Akhirnya kami mencobanya sembari mulai belajar apa saja langkah-langkah yang perlu dipersiapkan, terutama pelayanan dan marketing.

Untuk harga, meski kami sedang membutuhkan banyak keuntungan, tapi tetap saja harus menyesuaikan dengan harga pasar. Kami bersaing secara sehat, sebab inilah cara kami untuk bertahan dalam waktu yang lama. Hanya saja yang menjadi PR besar adalah strategi penjualan dengan target yang lumayan besar.

Ikan nila di kolam masih lumayan banyak dan menumpuk, biasanya per harinya, mereka mengambil ikan nila mencapai 1 kwintal. Di masa new normal, mereka memesan 20-30 kilogram saja. Perbedaan ini sudah sangat berpengaruh besar terhadap target penjualan. Karena akan berbahaya jika ikan nila terus menumpuk di kolam.

Kami membuka pasar baru dengan menjual ikan kepada konsumen, step by step langkah ini ternyata mulai memberikan kecerahan. Ikan nila mulai laku sedikit demi sedikit kepada konsumen, dalam satu minggu ikan nila terjual 1 ton.

Apakah keadaan ini merupakan keadaan mencapai pencapaian terbesar? Jika dibanding di masa sebelum pandemi, jawabannya tidak. Kami memiliki target terjual habis sebanyak 1 ton per hari. Pastinya ini membutuhkan tenaga extra untuk mencapai target.

Kami bersama tim menambah jam kerja, sesekali hingga mencapai 12 jam kerja, berangkat jam 9 pagi pulangnya pun kadang jam 10 ke rumah. Segala sesuatu untuk memperbaiki keadaan memang harus diupayakan, termasuk menambah jam kerja. Sebab kami harus mengejar target penjualan maksimal.

Cara lainnya kami juga memperbanyak reseller, dan marketer. Sistemnya, mereka mencatat pemesanan, atau mencari konsumen di daerahnya. List pemesanan disetor hari Sabtu, dan dikirim hari Senin. Kami mengaturnya supaya menjadi lebih efektif dan efisien.

Berbagai masukan untuk memperbaiki keadaan akan dilakukan untuk memaksimalkan hasil. Inilah yang sedang kami perjuangkan. Kami juga terbuka kepada masyarakat yang apabila ingin membeli ikan secara langsung ke lokasi kami.

Di Yogyakarta, budi daya ikan nila tidak hanya milik kami, rupanya banyak masyarakat yang juga ternak ikan nila di rumah masing-masing. mereka menggunakan lahan kosong yang tidak difungsikan. Ternyata ikan nila bisa tumbuh lebih cepat jika kolam lebih luas, sedangkan jumlah nila sedikit.

Banyak orang yang membudidayakan nila untuk ketahanan pangan pribadi, ini yang cukup mengganggu tingkat penjualan pasar dan berpengaruh juga kepada bisnis kami. Ini termasuk problem dan menjadi PR untuk kami supaya tetap meningkatkan penjualan dan pelayanan yang lebih baik lagi kedepan, sehingga masyarakat mulai memesan kepada kami.

Meningkatkan Layanan

Keadaan pasar yang masih belum menentu, namun hingga kini kami harus terus eksis memberi pelayanan yang bagus kepada pembeli. layanan yang kami tawarkan adalah ikan diantar sesuai alamatnya. Konsumen menerima ikan dalam kondisi bersih. Jadi, mereka tidak perlu repot bekerja dua kali selain tinggal memasaknya saja.

Jangkauan pasar kami saat ini sudah menjangkau kawasan Imogiri, Kabupaten Bantul. Artinya sudah semakin luas lagi, dan kami berharap dapat menjangkau semua daerah di Yogyakarta.

Masyarakat harus menyicipi ikan segar supaya tingkat kesehatan mereka tinggi. Mengonsumsi ikan segar memang alternatif terbaik, harganya pun terjangkau dan tidak begitu menguras kantong. Kami pikir masyarakat perlu mengetahui informasi ini ini.

Selang beberapa waktu kemudian, kami mendapat order ikan dari BKIPM yang kebetulan memiliki program memberikan bantuan ikan segar kepada masyarakat Yogyakarta, ketika itu. Bantuan yang datang secara tepat dimana kondisi bisnis sedang naik turun.

Orderan ini merupakan bentuk kepercayaan kepada budi daya ikan Mina Arum. Oleh karena itu kami terus meningkatkan pelayanan yang maksimal untuk terus memperluas jangkauan pasar ikan.

Pandemi masih belum juga usai, daripada mengeluh kami terus mencari solusi lain supaya mencapai target penjualan. Ketika orderan mulai normal kembali, akhirnya kami membuka lapangan kerja baru kepada masyarakat sekitar dan umum.

Hingga kini budi daya ikan Mina Arum tetap terus berjalan bersama tim yang lebih banyak dari sebelumnya. Dibalik jangkauan pasar yang luas ada tanggung jawab yang besar. Salah satu hukum kausalitas dimana ada sebab dan akibat. Jika jangkauan kecil, beban yang dialami semakin sedikit.

Dari pengalaman ini, kami mampu berasumsi bahwa ternyata pandemi tidak hanya memberi dampak negatif, ada pula dampak positifnya terhadap budi daya ikan. Salah satu implikasinya bisa memperluas jangkauan konsumen ke berbagai daerah.