Jengah

Leo.dmahardika

Bila kutuliskan, raut ini adalah sukma lama yang bertapa di jurang kedalaman
Sekelumit perasaan tak berujung mengitari kekosongan
Bilamana aku sanggup berteman, tak payah tubuhku bergelantungan
Susah resah aku membujukmu agar rasa kawan,
Namun sakitku adalah goresan lama yang bergelimang rasa pembaharuan
Ada berapa banyak abjad untuk kuhafalkan?
karena setiap masa bibirku bungkam melafalkan
Sulit bagiku menolakmu,
karna wujudmu adalah bagianku
Hikayatmu tak urung luruh
Sedang danauku terlampau keruh
Ritmemu selalu sama
Namun perangaiku tak temu beda
Aku tak pandai merumahkan jerujimu
Sedang setiap waktu aku tak mampu mempelajarimu
Aku menantikan pelajaran terakhir darimu,
Namun di matamu, aku tetap ruang kosong berabu
Letih tak merintih
Jengah buta titik tengah
Gundah menelaah
Sajak puisimu denah terbelah