Kegiatan PKK dan Dasawisma Tamanmartani Tanggap Pandemi

Bantuan kepada Masyarakat Terdampak Covid. IG: Kalurahan_Tamanmartani

Pandemi Covid masih belum tahu sampai kapan berakhir. masalah demi masalah mulai muncul dan masyarakat banyak yang terdampak. Mulai dari kesehatan yang mengalami penurunan hingga masalah ekonomi, pendidikan, dan lainnya. Hal ini termasuk masalah pelik yang perlu dicarikan solusinya.

Berbagai masalah muncul di masa Covid-19 sebagai dampak yang dialami oleh masyarakat. Meningkatnya angka stunting pada balita karena dampak dari pandemi. Angka stunting tersebut perlu diminimalisir dengan berbagai upaya.

Selain itu, penguatan ekonomi masyarakat menjadi catatan penting yang harus diimplementasikan melalui 10 program pokok Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK). Kesejahteraan keluarga menjadi tujuan utama gerakan PKK yang tumbuh dari, oleh, dan untuk masyarakat.

Oleh karena itu kerja sama tim dan dengan berbagai pihak perlu terus diupayakan, termasuk kader PKK di setiap wilayah. PKK sebagai mitra kerja pemerintah yang hadir hingga lingkungan keluarga diharapkan mampu berperan memutus mata rantai penyebaran Covid-19 melalui penerapan perilaku hidup bersih dan sehat. Organisasi pemberdayaan masyarakat ini diharapkan dapat berpartisipasi aktif dalam mensosialisasikan vaksin aman dan halal kepada masyarakat.

Dalam hal ini, sebagaimana di Kalurahan Tamanmartani, Kapanewon Kalasan, Kabupaten Sleman, Yogyakarta, dalam melakukan penanganan pandemi Covid-19, Pemerintah Kalurahan setempat selalu melibatkan para anggota PKK.

Salah satu peran PKK Tamanmartani untuk masyarakat seperti membantu warga yang menjalani isolasi mandiri, memberi bantuan kepada masyarakat, dan lainnya. Seperti memenuhi kebutuhan sehari-hari warga yang sedang menjalani isolasi. Hal ini juga ditanggapi dengan positif agar masyarakat tetap merasa aman dan tidak cemas.

Selain itu dibentuk pula Satgas penanganan Covid di tingkat Kalurahan dan tingkat Kapanewon. Sebagai respons terhadap pandemi, PKK Tamanmartani bekerja sama dengan para Satgas. Satgas yang mengawasi warga selama isolasi, sedangkan PKK bertugas memfasilitasi kebutuhan warga di masa pandemi.

Langkah ini dilakukan karena warga selama menjalani isolasi mandiri tidak dapat memenuhi kebutuhannya sehari-hari. mereka juga tidak diperkenankan beraktivitas di luar rumah untuk memutus penyebaran Covid-19 yang begitu masif. Ini dilakukan berdasar kesepakatan dengan warga, jika muncul masalah Covid-19 maka perlu isolasi mandiri sedang pemerintah setempat memberi bantuan kepada yang terdampak.

Kegiatan bahu membahu atau saling menolong merupakan cerminan masyarakat Indonesia yang suka gotong royong. Desa aman jika seluruh masyarakat saling berkontribusi aktif ikut membantu saudaranya (tetangga) di lingkungan mereka. Perilaku ini sangat membantu memulihkan keadaan, dan mereka (yang terdampak) tidak sendiri, pandemi akan dilalui bersama-sama.

Inisiatif ini benar-benar lahir dari masyarakat. masalah akan dilalui dengan saling merekatkan ikatan serta saling memotivasi satu dengan lainnya. Masa karantina 14 hari akan dilalui dengan penuh rasa percaya diri untuk pulih kembali.

Seakan pandemi bukan menjadi alasan untuk saling menjauh. Masing-masing saling membantu memenuhi kebutuhannya, sedang yang lain tetap tidak diperkenankan bertatap muka langsung karena berisiko tinggi. Bahan kebutuhan diletakkan di luar depan rumah. Tidak ada kontak langsung sedikitpun.

Masyarakat yang terdampak merespons positif terhadap langkah ini. Ini juga dapat menyemangati mereka agar supaya segera pulih dan berhasil melalui masa-masa sulit pandemi Covid-19. Jika hasil lab menyatakan positif, maka warga dapat beraktivitas kembali di luar rumah. Mungkin ini sepertinya tidak nyaman, tetapi demi kebaikan bersama dan memutus mata rantai penyebaran harus tanggap sejak awal.

Upaya pemerintah Kalurahan dalam menyalurkan bantuan sempat terhambat atau mengalami kesulitan karena banyak warga yang panik karena terpapar Covid-19. Mengetahui keadaan ini, para kader PKK berupaya menenangkan mereka dan memberikan penjelasan bahwa pandemi bukan musibah yang menyeramkan.

Supaya kawasan lebih higienis dan bersih dari virus, maka dilakukan penyemprotan desinfektan supaya masyarakat merasa tenang dan aman beraktivitas di lingkungan mereka tanpa rasa kuatir. Jadi, meski ada warga yang terdampak, warga tidak perlu cemas apalagi takut terpapar hingga menjauhi tetangganya atau enggan membantu mereka. Ini perlu dilakukan penanaman paradigma bahwa pandemi bukan masalah besar atau alasan memecah persaudaraan dengan tetangga.

Para anggota PKK Tamanmartani kerap memberikan edukasi dan sosialisasi kepada warga masyarakat tentang bahayanya virus Covid-19, cara mengatasi atau langkah preventif, dan edukasi lainnya agar warga disiplin menerapkan protokol kesehatan dengan tetap merekatkan persaudaraan meski di tengah pandemi.

PKK Tamanmartani mempunyai kelompok-kelompok kecil yang berbasis RT dan RW, salah satunya Dasawisma. Kelompok-kelompok kecil ini dapat menjadi ujung tombak alternatif penanganan masalah sebab pandemi. Para anggota Dasawisma menjadi salah satu sasaran pemberdayaan untuk melakukan sosialisasi protokol kesehatan.

Melalui kelompok Dasawisma, nantinya juga memberikan pemahaman kepada warga bahwa para penyintas Covid-19 bukanlah aib, mereka harus diberikan dukungan agar terus semangat dalam menjalani hidup dan selamat dari wabah pandemi ini.

Paradigma yang menganggap masyarakat terpapar adalah aib yang harus dijauhi merupakan persepsi negatif yang tidak bisa dibiarkan. Tidak benar pula jika mereka dikucilkan. Sebaliknya, masyarakat harus mendukung penuh agar mereka selamat dari pandemi.

Harusnya pandemi bukan alasan melahirkan masyarakat individualis yang tidak berempati kepada tetangganya. Menghadapi masalah bersama dengan saling bahu-membahu dapat meringankan beban, meningkatkan imun, dan mempercepat pemulihan.

Seiring waktu berlalu, masyarakat mulai memahami pentingnya merekatkan persaudaraan dan berbesar hati untuk saling menguatkan satu sama lain, khususnya bagi keluarga yang sedang tertimpa musibah

Dalam implementasi langkah sosialisasi tentang pandemi, para anggota PKK dan Dasawisma ini terus memaksimalkan langkah strategis, salah satunya dengan melakukan langkah preventif yang dimulai dari tingkat rumah tangga.

Upaya ini seakan memberi peluang kepada perempuan memegang peranan penting dalam penanganan wabah pandemi, yang diaplikasikan dengan pemberian sosialisasi, pemahaman dan edukasi tentang pencegahan dan disiplin penerapan protokol kesehatan bagi seluruh anggota keluarga, sehingga pencegahan dapat dioptimalkan. Peran perempuan berperan penting dalam mendukung ketahanan pangan, ekonomi, dan kesehatan.

Upaya meningkatkan kesehatan warga juga didukung oleh Gerakan Masyarakat Hidup Bersih dan Sehat (Germas) untuk langkah antisipasi dan meminimalisir penyebaran virus Covid-19. Gerakan ini bertujuan agar masyarakat nyaman beraktivitas, tenang, tanpa rasa cemas atas penyebaran Covid-19.

Gubernur DIY Sultan Hamengku Buwono X dalam sambutannya saat peringatan Hari Kesatuan Gerak PKK ke-44 DIY 2016 pernah mengatakan bahwa PKK harus terus diberdayakan, karena PKK memiliki peran strategis dalam mewujudkan keluarga sejahtera.

PKK sebagai induk komunitas memiliki kelompok-kelompok kecil berbasis RT dan RW, salah satunya Dasawisma yang perannya dapat menjadi ujung tombak pelaksanaan Sepuluh Program Pokok PKK dan program pemerintah. Seluruh upaya Gerakan PKK harus diarahkan pada terwujudnya kehidupan keluarga yang lebih maju, mandiri, bahagia, sehat, dan sejahtera.

Hal ini tercermin dalam suasana kehidupan keluarga yang saling asah, asih, dan asuh sebagai norma dasar terwujudnya keharmonisan kehidupan keluarga yang didukung kehidupan sosial ekonomi memadai.

Di sini kelompok Dasawisma berperan dalam melakukan penyuluhan, penggerakan, dan mencatat kondisi para anggota keluarga di lingkungan masyarakat yang termasuk dalam kelompoknya, seperti data jumlah ibu hamil, ibu menyusui, jumlah balita, anggota keluarga yang sakit, jumlah orang yang buta huruf, dan lainnya.

Pengecekkan Kesehatan Lansia

Salah satu upaya PKK Kalurahan Tamanmartani dalam meningkatkan kesehatan warga, yaitu melakukan kerja sama dengan Puskesmas Kapanewon Kalasan. Salah satu langkahnya adalah melakukan pengecekkan kesehatan bagi para lansia yang didampingi oleh tim tenaga medis, seperti Bidan desa. Kegiatan ini dilakukan dengan cara berkeliling dari rumah ke rumah warga tanpa ada yang terlewatkan.

Implikasi dari upaya ini kepada kondisi kesehatan warga khususnya para lansia bisa terkontrol. Karena para lansia merupakan kelompok masyarakat rentan. Mereka pasti mengalami kesulitan jika harus berangkat sendiri ke Puskesmas atau Rumah Sakit karena jauhnya jarak dan sulitnya akses menuju lokasi.

Proses pengecekan kesehatan lansia ini meliputi beberapa hal, seperti tensi atau tekanan darah, kolesterol, hingga gula darah, petugas juga memberikan bimbingan atau konsultasi kesehatan gratis bagi warga. Hal ini dilakukan selama seminggu sekali, dilakukan rutin untuk mengetahui perkembangan keadaan mereka.

Respons positif mengalir dari warga, karena kegiatan pengecekan kesehatan oleh PKK Tamanmartani berdampak baik dan warga merasakan dampak positifnya. Ini juga memudahkan keluarga lansia yang kurang mampu mendapat bantuan obat-obatan tanpa repot mendatangi puskesmas dan mengeluarkan biaya mahal.

Berdasarkan data jumlah lansia di Kalurahan Tamanmartani, terdapat sekitar 75 orang lansia, 50 orang mengalami gangguan kesehatan atau sakit. Dari data ini, pihak koperasi desa berupaya memberikan bantuan dan memfasilitasi mereka supaya mendapat jaminan kesehatan yang layak dari pemerintah.

Dengan berbagai upaya yang dilakukan oleh PKK Tamanmartani, mulai dari bantuan kesehatan, dan fasilitas lainnya, dapat mengubah stigma negatif masyarakat terhadap kelompok tersebut. Perempuan juga ikut berperan membangun kesejahteraan dan ketahanan pangan masyarakat melalui kegiatan PKK Tamanmartani.

Langkah ini perlu dipertahankan agar PKK tidak hanya tentang kegiatan kumpul-kumpul dan arisan. Ada banyak kegiatan sosial yang mendekatkan mereka dengan masyarakat, di berbagai sektor terutama bidang yang sangat dibutuhkan saat ini, yakni ekonomi, kesehatan, dan pendidikan. Pendidikan untuk mengajak warga melek literasi agar tidak memiliki wawasan serta filter pengetahuan. Hal itu mendukung kesejahteraan warga lebih baik lagi di masa depan.