Kegiatan PKK Tamanmartani, Peduli Warga dengan Pemanfaatan Pekarangan Rumah

Kegiatan Penyaluran Bantuan Kepada Warga Kalurahan Tamanmartani. IG: Kalurahan_Tamanmartani

Pandemi Covid-19 memunculkan kekhawatiran berlebih setiap masyarakat, tidak jarang mereka merasa cemas dan berhati-hati untuk melakukan kegiatan sehari-hari di luar rumah. Keadaan ini berimbas pada ketersediaan pangan yang menjadi sorotan perekonomian yang berdampak serius.

Dampak negatif pandemi, harga pangan di pasaran tidak stabil, kemudian dibarengi dengan tingkat kecemasan individu. Barang atau produk-produk yang beredar di masyarakat menimbulkan kekhawatiran sehingga tidak jarang mereka harus berpikir ulang untuk dapat memenuhi ketersediaan pangan demi menjaga keamanan dan terutama kesehatan keluarga.

Pandemi memberi dampak serius yang harus dialami oleh masyarakat, pasalnya pendapat mereka berkurang tidak seperti lumrahnya. Akibatnya sering terjadi kesenjangan dalam pemenuhan ekonomi dalam memenuhi ketersediaan pangan. Ini masalah yang perlu disorot akarnya.

Upaya untuk memenuhi ketersediaan pangan bisa dengan memanfaatkan lahan pekarangan rumah. Selain sebagai memasang hiasan tanaman hias, masyarakat juga bisa menjadikan pekarangan rumah sebagai lahan menanam sayur-mayur dan buah-buahan. Setiap rumah dapat memanfaatkan pekarangannya untuk dilakukan penanaman baik itu di depan, samping, dan atau belakang rumah. Area belakang rumah sering menjadi rekomendasi yang tepat.

Dalam rangka mewujudkan ketahanan pangan masyarakat, bentuk kepedulian PKK Tamanmartani, Kapanewon Kalasan, Kabupaten Sleman mengajak masyarakat untuk memanfaatkan pekarangan rumah dengan menanam tanaman pertanian seperti sayur-mayur dan buah-buahan. Kegiatan ini akan berdampak baik bagi warga, selain membantu ketahanan pangan juga mengurangi pengeluaran biaya.

Menanam cabai, terong, tomat, kangkung, bayam, dan seluruh aneka sayuran bisa dihias dengan pot yang unik. Semakin banyak tanaman hijau di area rumah, semakin bagus pula bagi udara, karena setiap tanaman mengeluarkan oksigen yang bagus bagi kesehatan pernafasan.

Agenda kegiatan PKK ini bertujuan agar lahan yang sebelumnya tidak dimanfaatkan bisa ditanami tanaman apa saja. Bisa sayur-sayuran, kolam ikan atau komoditas lainnya. Cara ini tidak termasuk sulit dalam pengaplikasian. Selain itu benda-benda yang tak digunakan lagi seperti ember, canting atau wadah bekas lainnya bisa digunakan untuk media tanam. Kegiatan ini juga merupakan penyadaran bagi masyarakat.

Pandemi di sisi lain juga memberikan dampak signifikan terhadap kesehatan dan keuangan, terutama bagi rumah tangga. Oleh karena itu, perlu berpikir kreatif seperti pemanfaatan pekarangan rumah sebagai lahan produktif dalam rangka ketahanan pangan selama pandemi dan seterusnya. Pembatasan aktivitas juga melatih kepekaan terhadap kesehatan diri dengan memprioritaskan kesehatan, yakni mengonsumsi makanan sehat yang dimasak di rumah.

Kegiatan pemanfaatan media tanam di pekarangan rumah ini ternyata memberi keuntungan bagi pemilik, baik dari segi ekonomi dan kesehatan. Secara ekonomi, membudidayakan ketahanan pangan di pekarangan rumah dapat menghemat pengeluaran. Keuangan aman karena kebutuhan bahan pangan telah tersedia di rumah tanpa harus berbelanja di luar.

Perlu diketahui bahwa kesehatan diperoleh dari mengonsumsi makanan organik hasil tanam sendiri, yang sudah dipastikan bebas dari bahan kimia berbahaya. Berbeda dari membeli barang di luar rumah, yang jelas keamanannya tidak 100 persen terjamin karena proses olahan tidak dalam pantauan sendiri.

Menjaga ketahanan pangan dengan menanam sayuran sangat dibutuhkan, karena sayuran yang diperoleh dari pekarangan rumah lebih terjamin kualitasnya. Hal ini dikarenakan menggunakan pupuk organik dan pengurangan penggunaan pestisida melainkan menggunakan pupuk vermikompos.

Oleh karena itu, pemanfaatan lahan pekarangan dengan budidaya menanam sayuran sangat penting, karena terjaminnya bahan pangan yang bermutu dan higienis. Selain itu, pemanfaatan pekarangan hanya mengeluarkan sedikit biaya dan mendapat hasil yang lebih banyak. Dengan usaha pemanfaatan lahan pekarangan tersebut, artinya masyarakat telah melaksanakan prinsip-prinsip ekonomi di dalam peningkatan pendapatan.

Selain menanam sayur, PKK Tamanmartani juga mengajak warga untuk memelihara ternak hewan seperti ayam dan budi daya ikan dengan membuat kolam di area rumah. Kebutuhan daging dan ikan akan terpenuhi jika memanfaatkan area rumah sebagai lahan budi daya untuk ketahanan pangan keluarga. Meski membutuhkan proses yang tidak instan, namun berguna untuk beberapa bulan kemudian. Aktivitas ini rupanya bisa digunakan untuk mengisi kekosongan selama di rumah.

Supaya kegiatan berjalan lancar, maka warga terus dibekali pengetahuan tentang proses memaksimalkan potensi lahan pekarangan dengan budidaya ikan dan sayuran. Pekarangan meski tidak begitu luas, tetapi bisa dimanfaatkan sebagai lokasi memelihara ikan dan sayuran. Harapan besar setelah masyarakat mengikuti kegiatan sosialisasi, mereka bisa mempraktikkan di rumah masing-masing. Ilmu yang diperoleh juga tidak berhenti sampai selesainya acara, bisa dibagikan ke teman ataupun tetangga.

Sudah seharusnya masyarakat memperhatikan hal ini, dengan mengonsumsi makanan yang ditanam sendiri. Ketahanan pangan tidak hanya mengenai pemenuhan kebutuhan tubuh pada setiap jiwa di keluarga, tetapi juga berkaitan erat dengan bagaimana ekonomi lokal bergerak, karena besarnya kontribusi sektor pertanian ke perekonomian daerah.

Selain pemanfaatan lahan pekarangan untuk ketahanan pangan, para anggota PKK Tamanmartani juga menyarankan kepada masyarakat untuk beternak ikan di rumah dengan memanfaatkan barang bekas seperti ember atau wadah besar lainnya yang bisa digunakan.

Beternak ikan bukan suatu hal sulit diterapkan, masyarakat bisa menggunakan barang atau memanfaatkan lahan di pekarangan. PKK Tamanmartani juga menyarankan kepada masyarakat untuk beternak ikan seperti lele dan nila. Kedua ikan tersebut memiliki sumber protein dan kaya akan gizi. Jadi, sangat membantu terhadap ketahanan pangan keluarga di rumah. Di balik anjuran ini, perlu diketahui bahwa perawatan ikan lele dan nila juga tidak memerlukan biaya yang besar dan tergolong lebih mudah dibanding ikan jenis lainnya.

Untuk mengonsumsi ikan di masa pandemi juga tidak perlu ke luar rumah atau menguras isi kantong. Perekonomian keluarga menjadi aman dan tidak begitu terdampak. Kita semua tahu bahwa pandemi menyebabkan semua sektor usaha berhenti bergerak. Ketahanan pangan dengan menanam dan beternak adalah solusi yang tepat untuk bertahan di masa pandemi ini.

Dengan beternak ikan, masyarakat juga bisa memanfaatkannya sebagai ladang usaha, yakni berjualan ikan. Pemasarannya pun saat ini cukup praktis dengan memanfaatkan teknologi seperti gawai. Promosi marketplace saat ini adalah platform yang gencar ditekuni oleh berbagai perusahaan, karena cepat menjangkau pasar. Berbagai media online seperti Facebook, Instagram, TikTok, WA Group, Twitter, Tokopedia, Shopee, Lazada, dan lainnya.

Bahkan di masa pandemi di mana banyak masyarakat mulai takut beraktivitas di luar rumah, menyebabkan banyak orang mencari barang lewat sosial media. Serangkaian kegiatan diagendakan sebagai Ikhtiar untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi rumah tangga dengan menghasilkan produk yang lebih bernilai.

Pelatihan Kewirausahaan Masyarakat

Untuk meningkatkan perekonomian warga Kalurahan Tamanmartani, PKK Tamanmartani kerap melakukan pelatihan kewirausahaan beberapa waktu lalu. Seperti penyuluhan ternak burung berkicau. Dalam acara tersebut diikuti oleh para peternak, calon peternak, dan pecinta burung.

Gandang Hardjanata, Lurah Tamanmartani ketika itu menjelaskan alasannya mengapa ia memilih pelatihan peternakan dengan topik burung berkicau khususnya lovebird dan kenari, karena melihat minat warga Tamanmartani yang gemar akan burung berkicau. Masyarakat juga beberapa menjadi peternak burung untuk bisnis. Ini sudah berlangsung lama. Mereka juga merasa butuh pengetahuan terhadap budi daya burung atau unggas lainnya.

Kegiatan tersebut merupakan salah satu cara untuk mengembangkan minat masyarakat dimana hal itu bertujuan untuk meningkatkan potensi dan kemampuan mereka di bidang penangkaran burung berkicau. Dengan berbekal pengetahuan, kegemaran tersebut bisa menjadi ladang penghasilan yang membantu perekonomian keluarga.