Membangun Stabilitas Ekonomi dengan Entrepreneurship

Budi Daya Ikan Nila Mina Arum. Dyogi Miyosa

Perkembangan teknologi informasi yang demikian masif menuntut kita berinovasi dan kreatif mengisi kekosongan. Sebagai bagian dari pengaruh globalisasi, manusia dituntut memiliki keunikan dan daya saing. Dunia tengah memasuki era kreatif, di mana kita semua harus berlomba untuk tetap survive dalam keadaan apapun.

Persaingan di era saat ini mengharuskan kita memiliki skill sebagai senjata supaya menang. Pantas saja jika setiap orang berlomba untuk meraih keuntungan demi kesejahteraan. Menanggapi keadaan ini Presiden kemudian membentuk Komite Inovasi Nasional (KIN) yang diatur dalam Peraturan Presiden 32 tahun 2010.

KIN bergerak di bidang pembangunan sosio-ekonomi nasional dan mendorong masyarakat dalam setiap usaha yang menguntungkan, termasuk juga bisnis budi daya ikan. Segala bentuk bisnis usaha mendapat dukungan penuh dari penuh, sebab sektor ini dapat menunjang stabilitas ekonomi negara supaya bekembang lebih baik dan stabil, sehingga kesejahteraan masyarakat dapat terwujud sesuai rencana.

Dilansir dari artikel ekon.go.id tanggal 28 April 2021 menyatakan bahwa UMKM merupakan pilar terpenting dalam perekonomian Indonesia. Oleh sebab itu, pemerintah menyediakan bantuan modal atau simpan pinjam melalui organisasi seperti lembaga Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) tahun 2020, koperasi, dan lainnya.

Kemudahan pelayanan sebagai wujud perhatian serius pemerintah dalam membangun stabilitas ekonomi Indonesia. Sektor ekonomi Indonesia di tahun 2020 lalu tercatat 11,7 juta UMKM onboarding. Harapannya jumlah ini terus meningkat di tahun-tahun berikutnya.

Pemulihan ekonomi Indonesia dapat terbantu dengan dukungan kolaborasi pemerintah. Misal dalam budi daya ikan yang merupakan program kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) juga bertujuan untuk menciptakan kemandirian bisnis usaha mandiri masyarakat, baik perkotaan maupun pedesaan.

Namun, yang menjadi catatan penting adalah pembangunan di pedesaan harus dioptimalkan. Desa dengan karakteristik dan potensinya perlu dikelola dengan tepat. Kekayaan alam di pedesaan sudah seharusnya dikelola dengan baik sehingga menjadi ladang rezeki dan pusat kegiatan ekonomi di lingkungan masyarakat. Pemerataan ekonomi sudah saatnya diimplementasikan. Harapannya perhatian pemerintah dari berbagai sektor dapat bekerja sama membangun kemandirian dan kesejahteraan.

Keadaan Ekonomi Negara

Pandemi beberapa tahun lalu mengakibatkan beberapa sektor mengalami penurunan, termasuk ekonomi. Keadaan ekonomi sempat menurun dan mengalami kontraksi minus 3,2 persen. Berbagai negara melakukan pembatasan aktivitas sehingga berpengaruh pada kegiatan ekonomi. Kemenkeu juga sempat mengumumkan bahwa Indonesia mengalami resesi ekonomi sebagai dampak dari pandemi.

Seiring berjalannya waktu, keadaan berangsur pulih meski belum maksimal. Pemerintah sedang berfokus mencari jalan keluar agar selamat dari resesi lagi. Ekonomi tidak boleh carut marut karena berimplikasi pada kesejahteraan masyarakat.

Dilansir dari artikel Kemenkeu tahun 2020 lalu, bahwa upaya pemulihan ekonomi Indonesia dengan tiga kebijakan, antara lain: Peningkatan konsumsi dalam negeri, peningkatan aktivitas dunia usaha, dan menjaga stabilitas ekonomi dan ekspansi moneter.

Salah satu dari upaya pemulihan adalah aktivitas dunia usaha. Artinya kegiatan usaha dapat mempengaruhi pemulihan ekonomi Tanah Air. Pemerintah tengah berusaha menggerakkan sektor ini dengan memberikan stimulus kepada UMKM.

Jika pelaku UMKM semakin banyak, semakin berdampak positif pula terhadap ekonomi negara. Oleh karena itu penting pula memberikan penyadaran pentingnya menjadi pelaku usaha sejak dini.

Dalam upaya pemulihan ekonomi nasional, satu hal yang menjadi catatan penting adalah melatih skill entrepreneur pemuda-pemudi usia produktif untuk merintis usaha dengan rasa bangga sebab tidak gengsi karena menjadi pelaku ekonomi sejak dini.

Menjadi wirausahawan perlu latihan mental dan motivasi yang penuh. Sebagaimana himbauan dari Wapres RI KH. Ma’ruf Amin yang menyatakan bahwa pemulihan ekonomi bisa dilakukan dengan kerja sama secara integratif, kolaboratif, dan inklusif antar masyarakat.

Masa pandemi juga memberi hadiah kepada pemerintah, yaitu bonus demografi. Semakin bertambahnya jumlah penduduk, semakin bertambah pula tanggung jawab pemerintah dalam penyediaan lapangan kerja, harus semakin diperluas. Sebab bertambah pula tingkat kebutuhan.

Jika berwirausaha dari sekarang, suatu saat dapat membuka lapangan pekerjaan. Selain dapat memperbaiki keadaan ekonomi pribadi, berwirausaha juga dapat memulihkan keadaan ekonomi Tanah Air.

Membangun Mental Entrepreneur

Sebagaimana yang kita ketahui bersama bahwa dalam sektor ekonomi erat kaitannya dengan kegiatan ekonomi tidak lepas dari kegiatan usaha jual-beli dan untung-rugi. Mayoritas orang berbisnis untuk mendapatkan keuntungan meski dalam prosesnya mereka pernah bertemu dengan kegagalan yang berakibat pada rugi.

Pembangunan ekonomi juga harus diupayakan dengan melatih skill atau kualitas SDM. Salah satu upayanya membangun mental entrepreneur sejak dini. Atau kita sebut membangun mental Bos atau pengusaha yang kelak ia memiliki bisnis usaha sendiri yang berdampak pada kesejahteraan lingkungan.

Perlu kita ketahui bahwa dengan berwirausaha kita terlatih mandiri, berpotensi membuka peluang kerja orang lain yang ikut mencicipi hasil dari bisnis usaha yang kita bangun, seperti menjadi reseller, marketer, atau pegawai perusahaan tertentu.

Disamping itu kita perlu bangga terhadap produk lokal. Di era digital saat ini ajakan untuk penyadaran dengan hastag #Bangga_terhadap_produk_lokal sangat perlu. Implikasinya cukup besar jika produk lokal semakin tersebar dan memiliki nilai jual tinggi, ekonomi Tanah Air semakin optimal.

Pemerintah, selain mengupayakan kemudahan layanan juga perlu sosialisasi ajakan untuk membeli produk negeri dan membatasi impor dari negara lain. Jika Sumber Daya Alam (SDA) Tanah Air sangat potensial mengapa tidak mencari cara mengelola alam sendiri dengan optimal?

Potensi sumber daya alam Indonesia baik laut hingga darat cukup kaya dan bernilai. Akan berbahaya jika masyarakat luar negeri yang justru menguasainya. Dampak besar dari kemungkinan itu masyarakat lokal mengalami kemiskinan di negara yang kaya akan alam ini.

Menumbuhkan mental entrepreneur sejak dini dengan mengajak pemuda pemudi berkontribusi dalam kegiatan ekonomi. Kerajinan tangan yang menjadi ciri khas suatu wilayah bisa dijadikan produk yang bernilai. Tidak hanya itu, produk kuliner ciri khas suatu wilayah juga bisa diolah dan diperjualbelikan.

Masyarakat yang mulai menyadari potensi ini mengambil start lebih awal dengan menjual kuliner khas lokal dan memasarkannya di berbagai media online, seperti IG, Tiktok, dan Facebook. Ketiga platform ini memiliki jumlah pengguna yang paling banyak dibanding platform lainnya. Memperluas pasar berarti semakin memperluas konsumen.

Kreativitas dapat tumbuh seiring berjalannya waktu. Menjadi entrepreneurship perlu diimbangi dengan keterampilan dan mental diri yang kuat. Tidak hanya itu, ia terus berinovasi untuk melatih skill dan kualitas diri. Belajar dari proses dan melakukan evaluasi atau introspeksi, mengobati kekurangan dan kegagalan dengan belajar memperbaiki diri.

Beberapa keuntungan jika kita menjadi entrepreneur, seperti memiliki kontrol terhadap pekerjaan yang diinginkan, excitement atau tidak merasa jenuh dengan aktivitasnya sebab ia menyukai kegiatan tersebut, fleksibel dalam mengontrol jam kerja, dan mendapatkan keuntungan sesuai dengan kerja keras diri.

Tahun 2024 mendatang Pemerintah menargetkan jumlah UMKM Indonesia sebanyak 30 juta pelaku. Perkembangan ekonomi dengan memanfaatkan transformasi digital dapat memudahkan proses pemasaran produk penjualan. Karena saat ini mayoritas masyarakat berselancar di dunia medsos.

Di masa pandemi hanya sektor UMKM yang tetap hidup meski berdampak sedikit namun tidak begitu signifikan. Di samping itu, pandemi juga memberi pengaruh positif bagi UMKM lokal, tingkat kebutuhan masyarakat akan kuliner semakin tinggi, terutama sejak adanya PSBB dari pemerintah.

Panic buying karena kekhawatiran beraktivitas di luar rumah. Keadaan ini memaksa kita untuk melakukan sesuatu di lingkungan rumah, termasuk juga bekerja. Memanfaatkan teknologi dan informasi yang terkini, membeli barang cukup dengan memesan melalui jasa kurir.

Memiliki bisnis usaha sendiri merupakan alternatif terbaik. Salah satu contoh kerjasama bisnis penjualan ikan milik kelompok masyarakat di daerah Sleman-Yogyakarta, dikenal dengan budi daya ikan Mina Arum. Sektor usaha yang dikerjakan bersama dengan memanfaatkan lahan kosong.

Kini budi daya ikan Mina Arum melakukan kerja sama dengan masyarakat. Meningkatnya orderan dari konsumen mengharuskan kelompok ini membuka peluang kerja dari masyarakat untuk berperan aktif mengembangkan usaha bersama. Selain itu kerja sama dengan reseller dan marketer untuk mendapatkan keuntungan.

Usaha bisnis ini ternyata dapat memberi inspirasi bahwa untuk aktif di dunia wirausaha tidak perlu menunggu modal terkumpul, atau menunggu memiliki lahan dan barang. Mendapatkan penghasilan bisa dengan modal menjadi reseller. Biasanya setiap pesanan ada bonus khusus.

Kerja sama di bidang bisnis usaha memang tidak selalu menguntungkan, ada kalanya mengalami rugi. Namun, dengan terus berusaha meminimalisir dampak buruk, peluang kegagalan akan semakin kecil.

Berwirausaha bukan hanya tentang mendapat penghasilan atau keuntungan, seorang entrepreneur harus menaklukan tantangan atau cakap membaca peluang dengan terus belajar. Proses akan membuat seorang entrepreneur semakin terlatih dan memiliki skill khusus. Sebab skill dapat diperoleh dari latihan.

Entrepreneur yang tidak rajin membaca pasar mereka akan tenggelam, begitu sebaliknya. Supaya tidak tenggelam dan ditinggalkan, maka entrepreneur harus pandai membaca keadaan dan kebutuhan pasar.

Tingkat kebutuhan masyarakat saat ini jelas berbeda dibanding masa kemarin. Supaya produk dikenal oleh masyarakat secara luas, maka kita perlu melakukan iklan di berbagai jejaring sosial media. Yang jelas keuntungan yang besar sebanding dengan tingkat usahanya.

Beban hutang negara saat ini semakin bertumpuk, meningkatkan penghasilan diri sudah saatnya tidak berharap kepada negara. Inilah mengapa saat ini banyak masyarakat mulai teralihkan menjadi entrepreneur.

Jika kita melihat realita, orang-orang terkaya di negeri ini mayoritas mereka adalah pebisnis sejak muda, mereka terus berproses dan belajar menerpa diri. Alhasil keuntungan besar mereka raih hingga memiliki perusahaan besar yang ternama di negara ini. Salah satu cara jika bertujuan untuk kesejahteraan dan perbaikan ekonomi yakni berwirausaha.

Add Comment