Pemkot Dorong Pemberdayaan Masyarakat Lewat Program Gandeng Gendong

Program Gandeng Gendong milik Pemerintah Kota Yogyakarta yang telah di launching pada tanggal 10 April 2018 lalu. wartajogja.go.id

Kepemimpinan Walikota Haryadi Suyuti dan Wakil Walikota Heroe Poerwadi di Pemerintah Kota Yogyakarta selama tahun 2017 sampai 2022 menonjolkan program Gandeng Gendong. Di akhir masa jabatannya Haryadi-Heroe dinilai memberikan banyak manfaat dan menjadi kesan salah satunya dengan program Gandeng Gendong menurut beberapa pelaku dan tokoh. Teristimewa dalam pemberdayaan masyarakat dan pembangunan yang inklusif di Kota Yogyakarta.

Kelompok Kuliner Gandeng Gendong di Kota Yogyakarta salah satu yang merasakannya, Pakudaya di Kelurahan Pakuncen Kota Yogyakarta. Pemkot Yogyakarta memiliki program Gandeng Gendong Nglarisi yaitu mewajibkan penyediaan jamuan makan untuk kegiatan seluruh perangkat daerah Pemkot Yogyakarta berasal dari Kelompok Kuliner Gandeng Gendong.

“Kesan-kesan kami setelah lima tahun menjalani program Gandeng Gendong yang diinisiasi Pemkot Yogyakarta selama dijabat Bapak Haryadi dan Bapak Heroe, luar biasa,” ucap Koordinator Kelompok Gandeng Gendong Kuliner Pakudaya Kelurahan Pakuncen Kota Yogyakarta, Asri Mikatsih, ditemui belum lama ini.

Asri Mikatsih mengatakan sebelumnya ibu-ibu tidak mempunyai usaha, dengan program Gandeng Gendong bisa memiliki usaha. Terutama memberdayakan ibu-ibu di kampung. Sekarang kelompok kuliner itu tidak hanya melayani jamuan untuk dinas-dinas Pemkot Yogyakarta. Dari program itu, bahkan Kelompok Kuliner Pakudaya juga menjangkau Pemda DIY dan pihak-pihak swasta.

“Sangat manfaat sekali karena dari kami yang tidak mempunyai usaha dan ibu-ibu yang tidak mempunyai penghasilan, alhamdulillah saat ini bisa mandiri dan mendukung ekonomi keluarga. Kami sangat berharap program ini bisa dimanfaatkan tidak hanya kami di Pakuncen tapi di semua wilayah Kelurahan di Kota Yogyakarta,” tutur Asri.

Para penyandang disabilitas juga merasakan Program Gandeng Gendong di Kota Yogyakarta. Nurul Sa’adah Andriani selaku Wakil Ketua Komite Disabilitas Kota Yogyakarta mengatakan pada masa pemerintahan Walikota Yogyakarta Haryadi dan Wakil Walikota Yogyakarta Heroe Poerwadi sangat memperhatikan penyandang disabilitas. Hal itu terbukti dengan adanya Peraturan Daerah Nomor 4 tahun 2019 terkait penyandang disabilitas.

“Beliau juga memperhatikan penyandang disabilitas dari beberapa sisi. Misalnya dari pendidikan inklusi di Kota Yogyakarta dengan adanya unit disabilitas pendidikan. Pada pemberdayaan ekonomi yaitu dilibatkan dalam program Gandeng Gendong Kota Yogyakarta,” tutur Nurul.

Di sisi lain Pemkot Yogyakarta di masa Haryadi-Heroe juga mendukung adanya Komite Disabilitas Kota Yogyakarta. Termasuk menginisiasi upaya adanya rumah layanan disabilitas. Nurul menilai program-program itu adalah terobosan yang luar biasa.

Program pembangunan Pemkot Yogyakarta di masa Haryadi-Heroe dinilai ramah anak di mata pandangan anak-anak di Kota Yogyakarta. Arif Setiawan selaku Ketua Forum Anak Kota Yogyakarta menyampaikan selama kepemimpinan Walikota Yogyakarta Haryadi dan Wakil Walikota Heroe, suara forum anak di Kota Yogyakarta dapat terealisasikan dengan baik. Dicontohkan pembangunan yang ramah anak seperti adanya tempat bermain anak dan program sekolah ramah anak.

“Kami harap dari Forum Anak Kota Yogyakarta dapat terus bersama bergandeng tangan dengan OPD-OPD Pemkot Yogyakarta dan terlibat dalam pembangunan yang merata, khususnya anak-anak di Kota Yogyakarta,” ucap Arif.