Program Pemberdayaan Masyarakat PKK Tamanmartani, Ciptakan Peluang Berwirausaha

PKK Tamanmartani. SLEMANKAB

Salah satu tujuan pembangunan adalah kesejahteraan. Mulai dari berbagai aspek, baik di bidang sosial, politik, ekonomi, maupun pendidikan. Pelaksanaan pembangunan dilakukan di berbagai daerah di Indonesia, baik perkotaan maupun di pedesaan. Upaya ini harus dilakukan dengan merata antara desa dan kota.

Namun, pemerintah masih lebih dominan memfokuskan pembangunan di daerah kota dibanding desa. Seiring berjalannya waktu, pemikiran seperti itu mulai berubah dikarenakan pembangunan di pedesaan kini dapat menunjang perekonomian negara. Salah satu yang dimaksud semisal dari faktor pertanian, yang merupakan sebagai kebutuhan primer masyarakat sehari-hari.

Untuk mewujudkan kesejahteraan dan keamanan, berbagai upaya dilakukan. Langkah-langkah pembangunan desa dari berbagai sektor termasuk mengembangkan organisasi-organisasi kemasyarakatan seperti pembinaan kelompok-kelompok, program PNPM-Mandiri, Program Pengembangan Kecamatan (PPK), dan Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga.

Kesejahteraan masyarakat desa diupayakan dengan melakukan pemberdayaan. Menelisik makna pemberdayaan masyarakat menurut Kemensos bertujuan untuk memandirikan, memampukan, dan membangun kemampuan masyarakat untuk memajukan diri ke arah kehidupan yang lebih baik secara berkesinambungan.

Tidak terkecuali baik laki-laki maupun perempuan, kaum perempuan mempunyai bagian untuk terlibat dalam sebuah organisasi tertentu. Mereka juga ikut berpartisipasi dalam pembangunan desa dengan menggerakkan partisipasi masyarakat desa.

Salah satu wadah organisasi perempuan di lingkungan desa dan kelurahan adalah Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK). PKK merupakan organisasi kemasyarakatan desa yang mampu menggerakkan partisipasi masyarakat desa dalam pembangunan, juga berperan dalam kegiatan pertumbuhan desa.

Salah satu contoh, Kalurahan Tamanmartani, Kapanewon Kalasan, Kabupaten Sleman merupakan Kalurahan yang berusaha menggerakkan partisipasi masyarakatnya dengan melibatkan peran PKK.

Salah satu program pemberdayaan yang diterapkan seperti pemberdayaan pengolahan pisang yang dibalut pada kegiatan bernama Sekolah Jumat. Alasan memilih kegiatan pelatihan pisang ini, karena pisang merupakan salah satu buah yang kaya akan energi dan mengandung karbohidrat yang sangat tinggi. Selain manfaatnya yang bagus, masyarakat juga menyukai buah ini untuk dijadikan konsumsi di setiap harinya.

Di program pelatihan pengolahan pisang juga diajarkan berbagai inovasi masakan dengan berbahan dasar pisang. Pisang bisa disajikan dengan menu yang beragam, seperti nugget pisang, kolak pisang, pisang coklat, dan lainnya.

Pelatihan mengolah makanan berbahan dasar pisang ini merupakan salah satu cara yang diberikan kepada masyarakat agar dapat membuat inovasi lain untuk memanfaatkan potensi perkebunan pisang di Kalurahan Tamanmartani.

Pelatihan ini dapat menjadi peluang bisnis masyarakat untuk berwirausaha dengan memanfaatkan potensi desa. Sebagai bahan update, sebagian besar masyarakat saat ini lebih menyukai makanan yang kekinian dengan cita rasa manis dan tampilan dengan plating yang unik.

Jika semula harga pisang bernilai murah, dengan olahan bahan dasar ini bisa menjadi lebih mahal dari harga buahnya. Misal pisang coklat, pisang keju, keripik pisang gurih dan manis, cake pisang, dan lainnya harga jual makanan ini cukup bernilai mahal.

Selain itu, inovasi dan informasi peluang pasar juga dapat meningkatkan kreativitas masyarakat dalam membuat inovasi-inovasi baru di bidang kuliner. Hal ini juga menghindari kebosanan konsumen dalam mengonsumsi produk olahan buah pisang.

Rangkaian kegiatan pelatihan ini diawali dengan penyuluhan. Dimulai dari memberikan materi terkait manfaat pisang, kandungan gizi dari buah pisang, dan cara pembuatan pisang coklat. Setelah kegiatan penyuluhan selesai, kemudian dilanjutkan dengan kegiatan demonstrasi pembuatan pisang coklat dan resep lainnya.

Dalam membuat pisang coklat ada langkah khusus yang perlu diperhatikan. Karena masing-masing resep adonan berbeda takaran dan langkah-langkahnya. Langkah pertama dengan menyiapkan alat dan bahan yang akan digunakan. Kemudian masukkan tepung terigu, gula, telur, dan air sedikit demi sedikit. adonan diaduk hingga tercampur rata.

Langkah selanjutnya masukkan satu sendok sayur adonan dan diratakan ke permukaan teflon. Setelah kulit matang, letakkan di nampan. Pisang dikupas dan dipotong memanjang menjadi empat bagian atau sesuai selera.

Lalu masukkan coklat bubuk dan gula ke dalam piring kemudian campur hingga rata dan lumuri pisang dengan campuran tersebut. Masukkan pisang kedalam kulit lumpia dan gulung seperti membuat risol rekatkan dengan campuran air dan tepung supaya tidak terbuka saat digoreng, dan terakhir goreng pisang coklat hingga kuning keemasan dengan menggunakan api yang kecil.

Dengan adanya pemberdayaan wanita melalui berbagai pelatihan mengolah makanan. Para ibu rumah tangga memiliki kegiatan yang positif, dan tentunya bisa menambah penghasilan keluarga mereka.

Dampak positif dari kegiatan ini para ibu yang awalnya hanya mengurus rumah tangga, dan menghabiskan waktu untuk menonton televisi dirumah, sekarang mendapatkan banyak ilmu dan wawasan baru. Keterampilan ini sangat membantu dalam kehidupan sehari-hari. Berwirausaha dari rumah dengan membuka catering atau menjual makanan dapat membantu memperbaiki perekonomian keluarga.

Organisasi PKK di Kalurahan Tamanmartani berimplikasi positif melalui kegiatan pelatihan keterampilan memasak bagi ibu-ibu rumah tangga di sana. Wawasan semakin bertambah dan bisa lebih produktif lagi.

Latar Belakang Program Sekolah Jumat

Sekolah Jumat merupakan bagian dari agenda program sejak belasan tahun lalu yang mulai dikembangkan oleh Tim Penggerak PKK Kabupaten Sleman. Ini sebagai langkah untuk merespons pemberdayaan perempuan yang berada di desa-desa.

Program Sekolah Jumat berhasil menarik simpati warga khususnya ibu rumah tangga. Hal ini tentu atas kerja sama semua pihak yang ikut berpartisipasi aktif menghidupkan program ini. Para Ibu rumah tangga senyatanya ingin menjadi perempuan mandiri dan mampu memberikan sumbangsih untuk keluarganya.

Alasan diselenggarakannya program pelatihan adalah pengayaan keterampilan bagi perempuan, khususnya bagi ibu-ibu supaya bisa hidup secara mandiri. Kebanyakan peserta sudah mampu menghasilkan produk yang tujuannya untuk dijual.

Ibu Kustini Sri Purnomo, Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Sleman periode 2010-2020 lalu pernah menyatakan bahwa upaya pemberdayaan perempuan bisa dilakukan dengan berbagai cara, salah satunya dengan pembentukan Desa Perempuan Indonesia Mandiri (Prima), hal ini untuk meningkatkan perempuan dalam kemandirian ekonomi keluarga.

Mengasah kemandirian perempuan memang menjadi hal yang terus dilakukan oleh PKK Kabupaten Sleman, termasuk dengan Sekolah Jumat. Kreatifitas dan keterampilan merupakan modal besar yang perlu diasah. Hanya saja dibutuhkan pelatihan extra supaya bisa berkembang lebih baik.

Menurutnya peran PKK di setiap wilayah harus dioptimalkan, agar stigma negatif masyarakat tentang PKK hilang. Jadi organisasi PKK tidak hanya menjadi ajang arisan semata. Namun, harus mampu memberdayakan masyarakat khususnya perempuan di desa-desa setempat. Sejauh ini, PKK di Sleman selalu menjalankan banyak aktivitas yang positif dan rutin mengadakan berbagai pelatihan, seperti program Sekolah Jumat.

Sekolah Jumat identik dengan sekolah keterampilan, karena terdiri dari berbagai kegiatan atau keterampilan di antaranya memasak, membuat kotak aneka macam kue, menjahit, merajut, menyulam, membordir, dan membatik.

Untuk hasil yang maksimal, program sekolah jumat tersebut juga bekerja sama dengan beberapa Perguruan Tinggi dalam pengadaan narasumber, seperti Dosen UGM, Akademi Kewanitaan, dan para pakar pelaku ekonomi. Harapan besarnya mereka bisa sharing keilmuan dan pengalaman sehingga dapat didemonstrasikan kepada peserta Sekolah Jumat.

Program pelatihan ini sudah berjalan dengan baik di 17 Kepanewon yang berada di Sleman. Implikasi positif dari terselenggaranya program Sekolah Jumat terhadap masyarakat mampu membuat ekonomi mereka lebih baik bahkan ada pula yang sudah ikut pameran di Dewan Kerajinan Nasional Daerah Sleman.

Di tengah kemajuan teknologi, sudah seharusnya diimbangi dengan pertumbuhan dan peningkatan kualitas mutu Sumber Daya Manusia (SDM), artinya bukan lagi berangkat dari mindset mencari pekerjaan tetapi bagaimana SDM itu sendiri mampu dan dapat menciptakan lapangan pekerjaan sendiri.

Seiring dengan bertambahnya pengangguran, maka muncullah tuntutan untuk menciptakan lapangan pekerjaan kepada pemerintah. Namun, satu hal perlu diperhatikan, masyarakat harus dibekali skill di bidang usaha tertentu, pandai melihat kebutuhan pasar saat ini, dan mampu mengetahui kemampuan ekonomi masyarakat sekitarnya. Dengan cara itu, mereka dapat menjadi juragan dan tidak menjadi pengangguran. Mental wirausaha perlu ditanam sejak dini khususnya generasi muda.