Upaya PKK Tamanmartani dalam Membangun Keamanan Pangan dan Kesehatan Masyarakat

Bantuan Pangan Masyarakat Desa Tamanmartani. IG: Kalurahan_Tamanmartani

Melansir berita dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM ) tanggal 21 Mei 2022 lalu tentang pentingnya keamanan pangan masyarakat dapat meningkatkan produktivitas mereka. Makanan yang dikonsumsi harus benar-benar aman dan menyehatkan. Upaya pemerintah adalah mendampingi masyarakat hingga memiliki kesadaran akan pentingnya mengonsumsi makanan sehat. Oleh karena dilakukan berbagai pendampingan dimulai dari desa.

Hingga kini, peredaran produk pangan lintas daerah nyatanya ikut berkontribusi dalam meningkatkan risiko terhadap masalah keamanan pangan yang berdampak kepada masalah kesehatan dan perekonomian. Oleh karena itu perlu adanya upaya yang menyentuh strata perdesaan, yaitu upaya untuk memberdayakan masyarakat atau komunitas desa dalam memperkuat ekonomi desa dengan program keamanan pangan (food safety) desa.

Salah satu upaya yang ditempuh melalui kemandirian masyarakat desa dalam menjamin pemenuhan kebutuhan pangan yang aman dan bermutu sampai tingkat perseorangan, serta memperkuat ekonomi desa dengan meningkatkan daya saing usaha pangan desa, melalui Gerakan Keamanan Pangan Desa. Gerakan ini diinisasi oleh Badan POM tahun 2014 yang kemudian dikenal dengan istilah Food Safety Masuk Desa.

Sebagaimana pada implementasi di desa Tamanmartani yang merasa perlu melakukan sidak di berbagai sekolah dan mengambil sampel makanan lalu di tes di laboratorium. Namun, pada bulan Ramadhan kerap melakukan pengecekkan makanan takjil di Masjid-masjid lingkungan sekitar. Alasan langkah tersebut dilakukan, karena makanan yang dikonsumsi anak harus memenuhi kebutuhan gizi seimbang. Anak-anak perlu dibiasakan makan makanan bergizi seperti ikan untuk mendukung kecerdasannya, serta makanan bergizi lainnya.

Berdasar dari latar belakang tersebut, maka anggota PKK Tamanmartani harus memberikan sosialisasi kepada warga masyarakat Tamanmartani agar tidak membiasakan anak untuk jajan sembarangan atau makanan yang tidak sehat.

Makanan sehat biasanya adalah makanan rumah yang diolah oleh orang tua atau keluarga biasanya berdasarkan pantauan keamanannya. Oleh karena itu, penting produksi pangan rumah tangga agar mampu meningkatkan kesejahteraan. Selain itu, ekonomi semakin terkendali karena kita bisa ngirit pengeluaran (jajan anak).

Penting memberikan bekal pengetahuan kepada para orang tua agar mereka bisa lebih terbuka wawasannya terhadap makanan sehat, bergizi tinggi dibanding makanan minim gizi. Hal ini juga bisa berdampak pada peluang bisnis rumahan, jika mereka mau membuka bisnis kuliner makanan tradisional dengan bahan pangan yang sudah tersedia di rumah. Bisnis makanan lumayan membantu perekonomian rumah tangga.

Semakin orang tua sering membawakan anak bekal makanan, Secara tidak langsung para orang tua juga terlatih memasak. Aktivitas yang diulang-ulang dapat menjadi keterampilan.

Perlu diketahui bahwa produksi pangan rumah tangga yang berkualitas mampu meningkatkan kesejahteraan keluarga. Dari hal itu maka keamanan pangan dalam proses produksi pangan rumah tangga sangatlah penting.

Disadari atau tidak bahwa pangan yang bermutu dan aman dapat dihasilkan dari dapur rumah tangga maupun dari industri pangan. Oleh karena itu, industri pangan berperan penting dalam memenuhi standar mutu dan keamanan makanan konsumsi yang telah ditetapkan oleh Pemerintah.

Dengan menghasilkan pangan bermutu yang aman dikonsumsi, kepercayaan masyarakat dapat meningkat dan industri pangan yang bersangkutan akan semakin berkembang pesat. Ditambah lagi jika mendapat izin kelayakan, maka produk pangan rumahan akan meluas pangsa pasarnya, baik di tingkat lokal maupun luar daerah.

Kegiatan Posyandu Tamanmartani

Di samping melakukan tes gizi makanan di beberapa tempat, PKK Tamanmartani juga mengaktifkan kegiatan posyandu, kegiatan ini bertujuan agar para balita di Kalurahan Tamanmartani terpantau kesehatannya, terlebih memantau agar balita tidak mengalami stunting.

Stunting merupakan masalah gizi kronik yang mengakibatkan tumbuh kembang anak terhambat. Penyakit ini rentan terjadi kepada balita. Ciri-cirinya terlihat dari perawakan anak yang memiliki tinggi badan di bawah rata-rata anak seusianya. Biasanya tumbuh kembang anak mengalami keterlambatan, terutama pada perkembangan kognitif dan motorik sehingga mempengaruhi produktivitasnya di masa dewasa.

Dampak pada anak yang mengalami stunting berisiko menderita penyakit kronis dan tidak menular seperti diabetes, obesitas, dan penyakit jantung pada saat dewasa. Jika masalah ini terus dibiarkan akan berakibat pada meningkatnya pembiayaan kesehatan dan menjadi beban negara.

Pada implementasi kegiatan para kader rutin melakukan monitoring di lapangan yang berhubungan dengan tumbuh kembang balita. Caranya dengan deteksi awal pada gejala-gejalanya, kemudian melakukan memantau pertumbuhan dan perkembangan bayi seiring berjalannya usia, sekitar sehingga jika ditemukan masalah atau abnormalitas pertumbuhan anak di usia 0 sampai 23 bulan. Kegiatan ini dapat dilakukan di posyandu balita.

Kehadiran posyandu beserta program-programnya berimplikasi positif terhadap ibu-ibu (masyarakat Tamanmartani). Mereka bisa diberdayakan dengan pemberian wawasan dan informasi kesehatan anak beserta keluarga, dan terpenting informasi gizi yang bagus bagi tumbuh kembang balita. Berbeda dengan ibu hamil, yang dianjurkan atau wajib mengikuti kelas ibu hamil, tujuannya agar mendapat pengetahuan tentang dampak penyakit berbahaya pada balita dan supaya terhindar dari risiko stunting.

Khusus untuk para remaja, mereka ditekankan untuk mengonsumsi Tablet Tambah Darah (TTD) secara teratur agar terhindar dari penyakit Anemia (kurang darah). Konsumsi TTD bermanfaat sekaligus untuk meningkatkan konsentrasi belajar dan memiliki pengetahuan sejak dini terkait persiapan menjadi calon ibu kelak yang sehat.

Di posyandu desa di Kalurahan Tamanmartani disediakan pula kegiatan-kegiatan yang bersifat diseminasi informasi tentang informasi gizi seimbang dan pentingnya ASI eksklusif, pemberian makanan bayi dan anak (PMBA) yang bertujuan meningkatkan pengetahuan, sikap, dan perilaku positif ibu. Kegiatan-kegiatan ini dalam rangka mencegah stunting pada anak.

Namun, apabila ditemukan masalah kesehatan pada balita dengan melihat gejala-gejalanya yang termasuk stunting, seorang kader akan melaporkan kepada bidan yang bertugas di desa dan merujuknya ke puskesmas terdekat agar mendapatkan penanganan extra.

Pada tahun 2020 bertepatan dengan pandemi Covid-19, semua kader posyandu terus memantau keadaan balita di Kelurahan Tamanmartani. Dalam penerapan protokol kesehatan Covid-19 pelayanan posyandu lebih diperketat. Hal ini untuk langkah siaga dan responsif jika terdapat gejala stunting pada balita agar segera ditangani.

Proses pelayanan posyandu dilakukan dengan berhati-hati. Protokol kesehatan diperketat mulai dari sebelum diperiksa hingga setelah pemeriksaan. Alat-alat yang digunakan baik sebelum dan setelah digunakan selalu dibersihkan atau menjaganya supaya tetap higienis. Di samping itu, para petugas juga dilengkapi dengan alat pelindung diri yang memadai, mulai dari masker, sarung tangan hingga menggunakan face shield.

Gizi balita merupakan aspek penting yang harus selalu diperhatikan. Oleh karena itu pemberian gizi perlu diperketat karena asupan makanan pada balita harus dalam keadaan bersih dan juga sehat.

Pandemi ternyata memberi dampak luas yang justru merekatkan warga. Mereka semakin kompak dan aktif bergotong-royong dengan sesama warga. Upaya saling bantu ini terjadi di semua lini dan tidak membeda-bedakan kelompok masyarakat. Perbedaan tidak begitu dipandang urgen dibanding kemanusiaan. Warga masyarakat Tamanmartani menjadi lebih kompak. Dampak baiknya pos ronda yang dahulu sepi saat ini lebih ramai. Rasa kebersamaan mulai tumbuh di antara masing-masing warga.

Koordinasi antara PKK Tamanmartani dengan Pemerintah Kalurahan Tamanmartani tampak berjalan dengan baik, hal ini dibuktikan penyelenggaraan ragam pelatihan terhadap kader PKK. Salah satunya seperti pelatihan deteksi dini dan penanggulangan stunting. Acara tersebut merupakan upaya meningkatkan kapasitas kader dalam penanggulangan stunting dan untuk meningkatkan kesadaran mengenai dampak negatif stunting. Tujuan peningkatan kapasitas kader yaitu untuk mengatasi masalah stunting.

Salah satu materi dalam pelatihan kader PKK se Kalurahan Tamanmartani terkait pentingnya komunikasi terapeutic untuk para kader agar mampu memberikan komunikasi yang efektif. Selain itu, materi langkah-langkah melakukan deteksi dini pada permasalahan gizi anak serta cara menyajikan mpasi untuk bayi. Acara pelatihan kader ini sangatlah penting, karena mereka berperan sebagai ujung tombak pelayanan masyarakat.

Kegiatan PKK Peduli Lansia

Untuk meningkatkan kesehatan lansia, PKK Kalurahan Tamanmartani melakukan kerja sama dengan Puskesmas Kapanewon Kalasan yang ketika itu tengah rutin melakukan pengecekkan kesehatan bagi para lansia di daerahnya. Kegiatan tersebut didampingi oleh tenaga medis, yaitu bidan desa. Kegiatan ini dilakukan dengan cara berkeliling ke rumah-rumah warga.

Dengan melakukan pengecekan kesehatan lansia ke rumah-rumah, kondisi kesehatan mereka menjadi lebih terkontrol. Lansia termasuk salah satu kelompok masyarakat rentan terhadap penyakit. Mereka pasti akan kesulitan jika harus berangkat sendiri ke Puskesmas atau Rumah Sakit. Itulah alasan mengapa perlu melakukan kegiatan pengecekan kepada mereka.

Beberapa hal yang dilakukan dalam mengecek kondisi kesehatan lansia, seperti tensi atau tekanan darah, kolesterol, hingga gula darah, petugas juga memberikan bimbingan atau konsultasi kesehatan gratis bagi warga, termasuk penerapan protokol kesehatan selama masa pandemi Covid-19. Langkah ini merupakan upaya untuk meningkatkan kesehatan warga.

Kegiatan pemeriksaan ini dinilai sangat memudahkan para keluarga lansia, khususnya mereka yang masuk dalam kategori warga kurang mampu. Jika ada lansia yang kondisi kesehatannya memburuk, para kader akan membantu mengarahkan untuk dirujuk ke puskesmas atau rumah sakit terdekat.

Jumlah lansia di Kalurahan Tamanmartani sekitar 75 orang. Di antara 75 orang tersebut sekitar 50 lansia rentan mengalami gangguan kesehatan atau sakit. Bahkan ada beberapa yang sudah tidak bisa melakukan aktivitas karena kondisi kesehatannya yang kian memburuk. Oleh karena itu, koperasi berupaya membantu mereka. Termasuk memfasilitasi mereka agar bisa mendapatkan jaminan kesehatan dari pemerintah.

Peran PKK harus dioptimalkan di setiap wilayah, karena masih banyak stigma negatif masyarakat tentang keberadaan PKK, seperti keberadaannya tidak begitu berperan penuh dalam masyarakat, hanya mengadakan arisan kumpul-kumpul, dna lainnya. Untuk mengubah stigma tersebut perlu inovasi dan implementasi kegiatan yang lebih menyentuh ranah sosial.