Kegiatan Sosial PKK Tamanmartani, Program Peduli Lansia

Vaksinasi Kedua Masyarakat Tamanmartani. IG: Kalurahan_Tamanmartani

Lansia adalah seseorang yang sedang memasuki tahap akhir dalam kehidupannya. Di sisa-sisa waktu menjalani kehidupan, lansia kerap mengalami banyak tantangan dan persoalan hidup. Kesehatannya menurun, daya tahan tubuhnya melemah sehingga rentan terkena penyakit. Kondisi yang dialaminya ini rentan membuat lansia merasa sedih karena tidak mampu produktif lagi berkarya dan lebih-lebih menjadi beban putra-putrinya.

Kondisi keadaan yang rentan tersebut membuat lansia mengalami ketergantungan terhadap orang lain. Hal ini yang menyebabkan lansia mudah tersinggung manakala dirinya tidak diperhatikan atau diacuhkan oleh keluarganya.

Bagi keluarga yang memiliki lansia, penting menyadari hal ini, apa yang lansia rasakan dan harus memberi perhatian dan kasih sayang kepada mereka agar lansia merasa bahagia. Perhatian dan kasih sayang tidak harus berlebih, karena mereka senyatanya lebih berharap perhatian dari anggota keluarga yang lain. Mereka pun tidak mengharap lebih hadiah barang-barang mewah.

Para lansia hanya butuh makanan, pakaian dan kebutuhan lainnya dalam batas sederhana saja, yang penting mereka merasa ‘diuwongke’, seperti didengarkan nasehat-nasehatnya serta diberi ruang untuk berbuat sesuatu sebatas kemampuan mereka.

Di sekeliling kita, nyatanya masyarakat belum memahami cara berkomunikasi yang baik dan memperlakukan lansia. Mereka cenderung tidak sabar dan enggan menemani mereka. petuah-petuahnya dianggap membosankan dan akhirnya lansia ditinggalkan seorang diri di rumah. Sikap ini rentan menyebabkan stres dan depresi, keadaan mental mereka melemah akhirnya mudah jatuh sakit dan rapuh.

Yang sebenarnya dibutuhkan oleh para lansia, seperti kesehatan psikis dan suasana hati yang tentram. Tubuhnya yang mulai melemah terbantu pulih jika suasana hati mereka tenang, bahagia, dan sehat. Kepedulian keluarga dekat terhadap mereka sangat membantu kesehatan mereka.

Dalam rangka meningkatkan kualitas hidup dan keberfungsian sosial lanjut usia, maka lansia perlu didampingi oleh seseorang yang mempunyai sifat dan pendekatan tertentu yang dapat diterima dengan baik oleh mereka.

Pemerintah, seperti Kemsos beberapa waktu lalu menyatakan di laman kemsos.go.id tentang agenda program peduli lansia. Berbagai acara yang dimeriahkan oleh para lansia mengikuti berbagai ajang lomba dan kegiatan lainnya. Hal ini juga dapat meningkatkan kebahagiaan mereka dengan berpartisipasi bersama rekan-rekan tetangga sesama lansia.

Kegiatan lainnya juga diagendakan oleh PKK Kalurahan Tamanmartani, Kapanewon Kalasan, Kabupaten Sleman yang terus berupaya untuk membuat para lansia mendapat kebahagiaan serta kesejahteraan dalam kehidupannya. Upaya ini melibatkan peran Perempuan yakni para anggota PKK.

Implementasi kegiatan peduli lansia oleh PKK Tamanmartani seperti adanya posyandu keliling untuk para lansia. Kegiatan posyandu ini tidak jauh berbeda dari posyandu balita, semisal memantau kesehatan para lansia di Kalurahan Tamanmartani.

Para kader PKK memberikan informasi kepada para lansia tentang kesehatan semisal perilaku hidup sehat dan menjaga kesehatan selama pandemi. Yang menjadi prioritas di masa pandemi ini adalah menyampaikan informasi pandemi Covid kepada mereka agar wawasan yang didapat tidak salah terutama melalui penyampai kabar yang tepat dan dipercaya.

Para kader juga membagikan masker untuk para lansia, baik yang dibeli sendiri dari kas posyandu maupun dari bantuan lembaga lain. Kegiatan ini akan lebih baik jika bekerja sama dengan RT setempat dan juga para stakeholder untuk mendukung agar kegiatan terus terealisasi sebagaimana rencana.

Kegiatan posyandu lansia tidak hanya mempertahankan kesehatan fisik. Namun, juga psikis dan membangun kesehatan mental serta suasana hati yang tenang menjalani hidup di masa saat ini.

Kegiatan posyandu juga bisa menjadi media tempat para lansia bertemu dengan, mereka bisa saling berkomunikasi dan berinteraksi dna berbagi pengalaman. Hal ini ternyata bisa berdampak baik bagi mereka yang sering merasa kesepian karena keluarga mulai jauh dan memiliki kesibukan yang berbeda.

Selain mengecek kondisi kesehatan lansia, seperti tensi atau tekanan darah, kolesterol, hingga gula darah, para kader juga memberikan bimbingan atau konsultasi kesehatan gratis, termasuk penerapan protokol kesehatan selama masa pandemi Covid-19. Program ini dijadwalkan sekali dalam sepekan.

Adanya program pemeriksaan ini dinilai sangat memudahkan para keluarga lansia, khususnya mereka yang masuk dalam kategori warga kurang mampu. Jika nantinya, ada warga lansia yang mengalami kondisi kesehatan memburuk, posyandu akan membantu mengarahkan dan memberikan rekomendasi puskesmas atau rumah sakit terdekat.

Berdasarkan Undang-undang nomor 13 Tahun 1998 tentang kesejahteraan lansia dijelaskan bahwa Indonesia juga memiliki kewajiban untuk mensejahterakan lanjut usia. Negara wajib memberikan perlindungan sosial bagi rakyatnya. Sehingga lanjut usia juga menjadi tanggung jawab suatu negara.

Dari Undang-undang tersebut jelaslah yang menjadi hak-hak para lanjut usia dalam menjalankan roda kehidupannya. Hal ini juga dipaparkan dalam penjelasan pasal 19 Undang-undang nomor 13 Tahun 1998 bahwa upaya perlindungan sosial terdiri dari pemenuhan kebutuhan sosial para lanjut usia maupun kemudahan dalam mendapatkan pelayanan.

Setiap orang pasti akan mengalami tua. Menua bukanlah sebuah penyakit, para lansia wajib mendapatkan perhatian khusus terlebih dari orang terdekat., undang-Undang Nomor 13 Tahun 1998 pada Bab 1 Pasal 1 Ayat 2 menyebutkan bahwa usia 60 tahun adalah usia permulaan tua.

Menua bukanlah suatu penyakit, tetapi merupakan proses yang berangsur-angsur mengakibatkan perubahan yang kumulatif, merupakan proses menurunnya daya tahan tubuh dalam menghadapi rangsangan dari dalam dan luar tubuh yang berakhir dengan kematian.

Para lansia dalam menjalani ruas akhir kehidupannya, selalu dihadapkan pada berbagai persoalan yang menyangkut menurunnya daya tahan tubuh dan munculnya berbagai penyakit. Kondisi ini rentan menyebabkan mereka merasa cemas karena keadaan. Di samping itu, mereka juga sering merasa tidak berguna dan hanya menyusahkan keluarga, sebab tenaganya sudah mulai melemah dan tidak mampu lagi bekerja.

Sebelumnya Ketua TP PKK Kabupaten Sleman periode 2010-2020, Kustini Sri Purnomo mengatakan jumlah lansia yang berada di wilayah Kabupaten Sleman pada tahun 2019 mencapai 127.052 jiwa. Namun 80.09 persen lansia dari jumlah tersebut telah mendapat layanan kesehatan lansia dari Pemerintah Kabupaten Sleman serta masih banyak yang aktif dalam berbagai kegiatan atau paguyuban.

Menurut pengakuan kader PKK, mereka dan tim terus berupaya agar lansia terus semangat dan produktif dalam berkarya dengan melibatkan bimbingan dari kader kesehatan, relawan, dan keluarga yang memiliki lansia. Ada banyak kegiatan yang dapat mereka lakukan di masa tuanya tersebut.

Hal yang sangat diharapkan adalah jika TP PKK Sleman dapat memberi perhatian kepada para lansia yang diwujudkan dalam penanganan kesehatan melalui posyandu khusus untuk para lansia. Seperti pelatihan kader di bidang kesehatan dan pembinaan senam bugar usia lanjut.

 

Puskesmas di wilayah Kabupaten Sleman merupakan Puskesmas Santun Lansia yang memiliki layanan kesehatan untuk lansia. Selain itu, di puskesmas juga memiliki program pro lansia yang bertujuan untuk mendorong para peserta penyandang sakit kronis mencapai kualitas hidup optimal.

Angka harapan hidup di Kabupaten Sleman Yogyakarta termasuk yang tertinggi di Indonesia. Saat ini harapan hidup rata-rata untuk perempuan di Kabupaten Sleman mencapai 76 tahun. Sedangkan harapan hidup rata-rata untuk laki-laki mencapai 74 tahun.

Hal tersebut merupakan bukti bahwa masyarakat Sleman peduli dengan kesehatannya. Harapan besarnya, masyarakat dapat terus mempertahankan budaya hidup sehat tersebut, bahkan kalau bisa lebih ditingkatkan lagi.

Salah satu alasan harapan hidup masyarakat Sleman tinggi, karena masyarakat di sana mempunyai sifat sabar dan ikhlas menjalani hidup. Di samping itu, mereka juga tetap mau bekerja. Ini sebanding jika kualitas hidup meningkat, harapan hidup juga ikut meningkat.

Penting di semua pedukuhan memiliki Yandu Lansia, yang dapat mengurusi kondisi lansia, salah satunya setiap bulan memeriksa kesehatan mereka. Mulai dari tensi darah, berat badan, hingga memberikan tambahan vitamin.

Program One Day One Hundred

Mewujudkan kesejahteraan lansia, PKK Tamanmartani juga menggulirkan program One day one hundred. Program tersebut agenda yang dilakukan seperti pengumpulan iuran sukarela dari warga untuk disumbangkan kepada lansia terlantar dalam wujud makanan. Melalui aksi sosial ini, setiap hari ada 60 lansia yang dapat dibantu.

Caranya sederhana seperti mengumpulkan uang dari warga, kemudian diberikan dalam bentuk makanan kepada 60 lansia miskin di Kalurahan Tamanmartani. Penyaluran bantuan ini juga dibantu oleh karang taruna.

Dalam kegiatan ini besaran dana tidak ditentukan. Warga yang bersedia dapat menyumbang dengan nominal seikhlasnya. Dari aksi kemanusiaan ini bisa terkumpul dana dari masyarakat rata-rata sebesar Rp 2 juta, dikumpulkan setiap bulan oleh pemuda karang taruna.

Dana itu kemudian dialokasikan untuk memasak menu yang diolah sendiri oleh warga desa setempat. Setiap hari, para lansia mendapat jatah bantuan satu kali menu makan siang. Selain swadaya masyarakat, program tersebut juga didukung oleh CSR yakni dari beberapa perusahaan yang ada di Kalurahan Tamanmartani.

Harapan panjang dari kegiatan ini, kedepan bisa lebih banyak lansia yang terjangkau program sosial ini. Meski sudah ada program keluarga harapan (PKH) yang mengcover lansia, tapi itu tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan makan dalam sebulan. Sehingga butuh partisipasi kepedulian dari warga sekitar.

Ia mengungkapkan munculnya berbagai inovasi program sosial seperti one day one hundred, tidak lepas dari Dasawisma di tingkat RT yang memberikan laporan kepada PKK Kalurahan. Penanganan lansia perlu diupayakan melalui pendekatan holistik secara menyeluruh dan terpadu baik oleh pemerintah, masyarakat, dan keluarga, harapannya agar mereka tetap hidup dalam keadaan sehat. Senyatanya, para lansia hanya membutuhkan perhatian anggota keluarga.

 

Sumber:

https://lui.kemsos.go.id/warta/detail/56/Program-Siswa-dan-Mahasiswa-Peduli-lanjut-Usia-PROSA-LANSIA

Nurul, KHotimah, Gunardo, RB., Anik Ghufron, Sri Sugiharti, Kanthi Aryekti, “Lanjut Usia (Lansia) Peduli Masa Depan di Daerah Istimewa Yogyakarta,” Geomedia, Volume 4, Nomor 2, November 2016.