Produk Pertanian Yogyakarta Siap Tembus Pasar Dunia

Pembukaan Kegiatan Bimbingan Teknis dan Fasilitasi Pembiayaan Pertanian. IKHSAN SYARONI

Kementerian Pertanian RI mendorong produk hasil pertanian semakin berkembang dan berdaya saing. Salah satu upaya yang dilakukan dengan menggelar Bimbingan Teknis dan Fasilitasi Pembiayaan Pertanian. Agenda diselenggarakan oleh Kementan melalui Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian menggandeng Himpunan Bank Milik Negara, Himbara, dalam program unggulannya, Kredit Usaha Rakyat.

Sekitar 100 peserta petani perempuan dan pelaku UMKM pengolah hasil pertanian hadir mengikuti pelatihan yang berlangsung selama dua hari, 7 Juni hingga 8 Juni tahun 2022, di Jalan Palagan Tentara Pelajar, Yogyakarta. Tergabung dalam Jaringan Pertanian Nasional (JPN) Perempuan DIY, seluruh peserta mengambil peran dalam menyemarakkan kegiatan dengan mengikuti pameran hasil panen dan produk olahan pertanian selama kegiatan berlangsung.

Berbagai jenis hasil bumi, mulai dari beras sebagai makanan pokok, hingga salak sebagai ikonik kedaerahan Yogyakarta, juga palawija andalan Gunungkidul dipamerkan di Amartapura Grand Ballroom, The Alana Yogyakarta Hotel and Convention Center. Tak hanya pangan mentah, pameran yang dikelola langsung oleh peserta pelatihan tersebut juga menyediakan hasil olahan produk pertanian.

Olahan produk lokal seperti gula aren, agar-agar lidah buaya, jagung gepuk, emping belinjo, kue sagu, geblek, bakpia, geplak, unthuk cacing, krispi bunga pisang, kripik belut, peyek capai, keripik dari buah dan sayuran, juga teh dan kopi dari wilayah perbukitan Yogyakarta, merepresentasikan kreativitas para petani perempuan.

Terdiri dari kalangan milenial dan usia senior, para peserta begitu antusias dalam mengikuti kegiatan bimbingan teknis dengan materi ilmu pengetahuan seputar pertanian, serta langkah-langkah untuk mendapat akses pemenuhan modal kerja dan investasi.

“Kami menyambut baik program ini. Anggota kami lengkap, mulai dari bidang pembibitan hingga olahan hasil pertanian, semuanya hadir. Kami mengapresiasi atas komitmen Menteri Pertanian untuk mengangkat taraf hidup petani,” Christina Ari Retnaningsih, koordinator Jaringan Pertanian Nasional Perempuan Daerah Istimewa Yogyakarta, memberikan sambutan saat acara pembukaan acara bimtek.

Ia juga menjelaskan bahwa agenda yang diikuti oleh para petani sebagai perwakilan lima kabupaten/ kota tersebut akan meningkatkan produktivitas pertanian para anggotanya. Melalui bimtek dan fasilitasi modal kerja, JPN Perempuan DIY menargetkan tercapainya kemampuan para petani perempuan dan pelaku UMKM olahan hasil pertanian di Yogyakarta bersaing dan menembus pasar global.

“Target dari Kementan agar produk hasil tani mampu menembus hingga pasar global, mengingat saat ini industri pertanian dapat dimaksimalkan melalui teknologi,” pungkas Christina dalam pidatonya.

Sementara itu, Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian, Ika Purwani, meyakini program bimbingan sekaligus pendampingan melalui pembiayaan modal usaha merupakan program yang konkret dan efektif. Menurutnya, Menteri Pertanian RI, Syahrul Yasin Limpo, telah mengambil langkah yang strategis berupa program fasilitasi modal kerja dan investasi dengan menggandeng mitra dari Himbara dan kelompok pertanian di akar rumput hingga penerima manfaat menjadi tepat sasaran.

“Pesan Pak Menteri, agar bank-bank negara turut hadir dan mendukung para petani di akar rumput melalui program fasilitasi pembiayaan modal pertanian,” tegas Ika.

Kegiatan pelatihan untuk para petani perempuan tersebut juga dihadiri oleh Sugeng Purwanto selaku Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan DIY, Widi Sutikno selaku Anggota Komisi C DPRD Provinsi DIY, serta Suharno yang merupakan Wakil Ketua DPRD Kabupaten Gunungkidul.

Add Comment