Semarak Pelepasan Siswa KB Tunas Bangsa

Para Guru Siswa KB & TPA Tunas Bangsa. JAMILUDIN

Riuh terdengar dari luar pendopo SAC Godean, Selasa (21/06). Ketika dilihat ke dalam, terlihat anak-anak memakai pakaian tradisional dari berbagai penjuru Indonesia didampingi orang tua masing-masing. Pendopo SAC tampak dihiasi balon dan pita aneka warna. Di bagian belakang pendopo dibentangkan banner besar bertuliskan ‘Pelepasan Siswa/Siswi KB & TPA Tunas Bangsa 2021-2022’.

Anak-anak yang memakai pakaian tradisional ini adalah siswa dan siswi Kelompok Belajar dan Taman Pendidikan Anak Tunas Bangsa. Susana hangat mewarnai acara pelepasan siswa dan siswi KB dan TPA yang berlokasi di Jalan Godean Km.8, Klajuran, Sidokerto, Godean, Sleman, DIY.

Dalam acara tersebut, Widja Ani Setyawati, selaku owner dan kepala sekolah KB Tunas Bangsa dalam sambutannya mengatakan bahwa ia merasa bahagia sekaligus haru dapat mengantarkan anak-anak didiknya ke jenjang pendidikan berikutnya.

Ani juga berpesan bahwa pembentukan karakter anak dimulai dari pola pengasuhan orang tua di rumah. Apalagi di saat pandemi seperti sekarang, kegiatan belajar di sekolah hanya dapat dilakukan dengan waktu yang terbatas. Artinya, anak akan lebih banyak bersama dengan orang tuanya dari pada dengan guru di sekolah.

“Pola asuh ini menjadi pokok dan penting, mengasuh memang gampang-gampang susah. Mengasuh anak sama seperti bermain layang-layang, untuk menjaga layang-layang tetap berada di atas, sesekali tali layang-layang perlu ditarik dan sesekali diulur. Begitupun dengan mengasuh anak, ada saatnya anak perlu diberi batasan dan ada saatnya anak diberi kebebasan,” ucap Ani.

Ani menambahkan, tujuan dari diberikannya batasan kepada anak adalah untuk mengajarkan kedisiplinan. Selain itu, agar anak mengerti bahwa hidup dalam komunitas masyarakat pasti terdapat peraturan dan tata krama yang harus diikuti. Kebebasan berekspresi juga harus tetap diberikan untuk melatih kretifitas anak.

Dalam acara yang dikemas secara meriah ini, siswa dan siswi KB dan TPA Tunas Bangsa menampilkan permainan angklung yang dipandu oleh salah satu guru. Dilanjutkan dengan menyanyikan lagu-lagu, Selamat Pagi Guruku, Aku Bangga Jadi Anak Indonesia, dan Guruku Tersayang dengan iringan organ yang dimainkan oleh salah satu guru.

Pemandu acara sesekali mengajak para tamu undangan yang hadir untuk memberikan apresiasi atas penampilan dan hasil proses belajar para siswa-siswa. Proses belajar yang didapat siswa dan siswi salah satunya menjadi kegiatan yang ditampilkan saat acara pelepasan tersebut. Meskipun masih berusia dini, siswa dan siswi sangat antusias membawakan menampilkan kebolehannya.