Menjaga Kedaulatan Rakyat

 

Dukungan Warga Bangunharjo untuk Nur Hidayat Calon Lurah Bangunharjo

Bertempat di warung sate klatak Embah Momo Jl Imogiri Barat, Puluhan warga Kalurahan Bangunharjo, Kapanewon Sewon, Bantul menghadiri dan berkomitmen menolak politik uang pada Pemilihan Lurah Bangunharjo yang akan dilaksanakan pada tanggal 25 September 2022.

Komitmen itu dibangun dalam kesepakatan dan rembug relawan Pak Nurhidayat selaku calon lurah yang nantinya akan ikut berkontestasi pada Pilur tahun 2022 ini. Upaya membangun proses jalannya Pilur yang bersih dari politik uang sangat diperlukan agar nantinya tongkat kepemimpinan di tingkat desa/lurah berjalan dengan baik dan bersih dari praktek pungli.

Anggota tim relawan Sahabat Nur Hidayat, H.Fauzan menjelaskan, “Kalurahan Bangunharjo harus meniru tetangga sebelahnya yakni Panggungharjo dalam hal pemilihan lurah, yakni anti politik uang. Supaya Bangunharjo bisa menghasilkan pemimpin yang bersih dan hebat seperti sosok lurah Pak Wahyudi di Panggungharjo. Dengan komitmen bersama ini harapannya nanti akan baik hasilnya yakni terpilih lurah yang baru dan berkualitas”.

Pak H Fauzan menjelaskan, “Ada 60 warga mewakili 17 pedukuhan di Bangunharjo yang dihadirkan dalam kegiatan deklarasi tersebut. Harapannya warga memiliki kesamaan persepsi untuk menolak politik uang dan memilih pemimpin terbaik yakni Nur Hidayat”.

Beliau juga menjelaskan pemilihan lurah sesungguhnya merupakan implementasi kedaulatan rakyat. Oleh karena itu, rakyat merupakan pemilik hajat dari pemilu yang menjadi ajang pesta demokrasi. Adapun politik uang merupakan tindakan yang merusak kedaulatan dan suara rakyat. Dengan istilah lain bahwa “Politik uang merupakan sebuah kejahatan demokrasi”.

H. Fauzan juga menjelaskan, bahwasanya politik uang juga bisa dirunut sebagai embrio korupsi. Pasalnya, pemimpin yang menjabat karena membeli suara melalui politik uang dipastikan akan mencari uang pengganti setelah menjabat. Biasanya dengan cara melakukan praktik korupsi untuk mengembalikan modal selama melakukan kampanye.

Dalam rangka melawan politik uang maka diperlukan sebuah gerakan yang masif dan tumbuhnya kesadaran masyarakat bahwa dampak dari jual-beli suara yang dirugikan adalah masyarakat. Dibutuhkan kepedulian dari tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh perempuan dan tokoh pemuda yang punya memiliki pengaruh di sebuah wilayah untuk bersama-sama melawan praktik politik uang. juga peran serta masyarakat sebagai pemilik suara dibutuhkan dalam menjaga kedaulatan rakyat.

“Tokoh pemuda, Mbah kaum, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta tokoh perempuan diharapkan bisa menjadi motor penggerak untuk bersama-sama melawan politik uang. Jangan kedaulatan rakyat jadi korban karena ada calon yang akan melakukan aksi politik uang untuk menduduki jabatan lurah di Bangunharjo ini,” katanya.