Pelatihan Tata Rias BLK, Maksimalkan Potensi Perempuan

Pelatihan tata rias pengantin Jogja Putri dan Solo Putri di Kalurahan Tamanmartani. IG: KALURAHAN_TAMANMARTANI

Balai Latihan Kerja (BLK) merupakan sebuah lembaga pelatihan kerja milik pemerintah di bawah naungan Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi. BLK menyelenggarakan proses pelatihan kerja bagi peserta agar mampu menguasai suatu jenis dan tingkat kemampuan kerja tertentu.

Dengan tujuan agar setiap peserta bisa mempunyai skills sebagai bekal untuk menghadapi persaingan dunia kerja, ataupun mengembangkan usahanya sendiri untuk memperoleh kesejahteraan ekonomi.

Tugas pokok BLK jika dilihat pada UU No. 13 Tahun 2013 tentang ketenagakerjaan adalah menyediakan pelatihan tenaga kerja melalui berbagai pelatihan kejuruan. Adanya BLK diharapkan bisa meningkatkan kualitas angkatan kerja agar menjadi lebih baik.

Pemberdayaan masyarakat melalui balai latihan kerja menjadi salah satu solusi yang dijalankan pemerintah untuk meningkatkan kualitas tenaga kerja di Indonesia, terutama bagi mereka yang putus sekolah. Mereka yang putus sekolah biasanya memiliki keterampilan rendah sehingga kesulitan mencari pekerjaan, banyaknya masyarakat yang kesulitan mendapat pekerjaan kemudian menyebabkan angka pengangguran di Indonesia makin hari makin meningkat.

BLK kemudian menjadi instrumen dalam membantu pengembangan sumber daya manusia yang bisa menyalurkan pengetahuan dan keterampilan kerja, sehingga bisa melahirkan sumber daya manusia yang kompeten, berkualitas dan memenuhi kualifikasi kerja yang dibutuhkan.

Kualitas sumber daya manusia merupakan sebuah tolak ukur perusahaan saat hendak menerima seorang pekerja, yang kemudian menjadikan program pelatihan BLK menjadi sangat penting bagi masyarakat yang ingin meningkatkan kualitasnya.

Tantangan yang dihadapi unit pelaksanaan teknis balai latihan kerja sebagai lembaga pelatihan milik pemerintah kemudian adalah bagaimana cara meningkatkan daya saing angkatan kerja melalui pelatihan dan pengembangan kompetensi berbasis sertifikasi keahlian.

Menggunakan berbagai kurikulum dan program yang ditetapkan, BLK berupaya menciptakan masyarakat yang terampil dan berkualitas sehingga kualitas para peserta bisa bersaing dengan tenaga kerja lainnya.

Pemberian dukungan peralatan dan instruktur berpengalaman yang bersertifikasi asesor juga dilakukan agar bisa mendapatkan hasil yang maksimal. Adanya fasilitas tersebut juga disediakan supaya bisa menarik minat masyarakat umum, sehingga kualitas dan daya tampung BLK bisa semakin meningkat.

Berbagai pelatihan kompetensi kejuruan pernah dilakukan BLK Tamanmartani, salah satunya adalah pelatihan tata rias bagi para perempuan. Pelatihan ini digelar pada senin 14 Maret 2022 hingga selasa 25 April 2022 di balai Kelurahan Tamanmartani.

Pada pelatihan ini peserta diajarkan tata rias pengantin gaya Jogja Putri dan Solo Putri. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan para peserta di bidang tata rias pengantin khususnya merias pengantin dengan gaya Jogja Putri dan gaya Solo Putri.

Tata rias diartikan sebagai cara atau usaha seseorang untuk mempercantik diri, terutama pada bagian wajah. Martha tilaar mendefinisikan tata rias wajah sebagai seni untuk mempercantik wajah dengan menonjolkan bagian yang sudah indah dan menutupi kekurangan yang ada. Dengan begitu orang tersebut bisa lebih percaya diri dengan penampilannya.

Tata rias Jogja Putri dan Solo Putri adalah salah satu tata rias pengantin yang dikenalkan dari tembok keraton. Ciri khas tata rias ini ada pada bentuk paes yang menata rambut menggunakan sunggar yang melebar di atas telinga. Sunggar adalah satu bentukan rambut yang dibentuk dengan cara menyasak bagian depan kepala rambut sehingga berbentuk setengah lingkaran dengan ketinggian rambut yang dinginkan.

Sebanyak 16 perempuan Tamanmartani mengikuti kegiatan ini, saat proses pelatihan peserta diberi penjelasan materi oleh instruktur menggunakan modul sebagai bahan ajar. Setelah itu peserta pelatihan melakukan kegiatan praktek merias menggunakan media yang ada, seperti patung dan juga praktek langsung kepada orang atau sesama peserta. Metode pelatihan yang digunakan adalah learning by doing dimana peserta belajar melalui praktek secara langsung.

Pelatihan ini digelar dengan tujuan memberikan keterampilan mengenai tata rias pengantin gaya Jogja Putri dan Solo Putri, dimana dalam setiap riasannya membutuhkan teknik tertentu. Ciri khas dari riasan ini adalah adanya bentukan paes atau lukisan hitam pada dahi pengantin wanita yang diisi pidih hitam yang memiliki kesan luwes dan elok.

Bentuk paes ini terdiri dari penunggul, penitis, pengapit dan godheg yang mondo luruh artinya seluruh ujung bentuk paes mengarah ke ujung hidung. Untuk membuat bentuk paes ini sang perias harus sudah paham tentang makna dan teknik yang akan digunakan, sehingga nantinya tidak menimbulkan kesalahan.

Penunggul, pengapit, penitis, dan godheg, masing-masing memiliki arti sendiri. Berada tepat di tengah dahi, penunggul mengandung arti paling tinggi, paling besar, dan paling baik. Berada di sisi kiri dan kanan penunggul, pengapit memiliki arti keseimbangan antara pendamping kiri dan kanan.

Menjaga hati dari pengaruh buruk dari pendamping kiri maupun kanan. Sementara di sisi pengapit terdapat penitis yang merupakan simbol kearifan. Dan terakhir godheg, yang menyerupai cambang, mengandung makna bahwa manusia harus mengetahui asal usulnya sehingga dapat kembali ke asal atau sang maha pencipta dengan sempurna tanpa mengutamakan keduniawian.

Selain memahami maknanya, perias juga harus paham perbedaan riasan Jogja Putri dan Solo Putri. Perbedaan ini bisa dilihat pada bentuk pola rias atau cengkorongan paes. Mulai dari bentuk penunggul atau gajahan, pengapit, penitis dan godheg.

Untuk pengantin Jogja, pola riasan yang ada di tengah dahi berbentuk seperti potongan daun sirih, berujung runcing dan sedikit melengkung. Sedangkan pengantin Solo, berbentuk setengah bulatan ujung telur bebek, yang dikenal dengan nama gajahan.

Pengapit di kedua pola rias Jogja dan Solo, memiliki bentuk yang serupa, yakni ngundup kanthil. Penitis merupakan pola rias yang letaknya berada di atas godheg. Pola penitis pengantin Jogja bentuknya seperti potongan daun sirih.

Dimensinya lebih kecil dari penunggul. Tepi ujungnya runcing dan sedikit melengkung. Untuk Solo, bentuknya setengah bulatan ujung telur ayam. Godheg merupakan pola rias wajah terakhir. Pada pengantin Jogja berbentuk seperti ujung mata pisau, sedangkan Solo, berupa kuncup turi (ngundup turi). Perbedaan lainnya juga bisa dilihat pada penggunaan busana dan aksesoris yang lainnya

Sasaran dari pelatihan ini adalah perempuan lulusan SMP hingga usia dewasa. Sehingga adanya program pelatihan ini bisa dikatakan sebagai bentuk pengaplikasian pendidikan luar sekolah. Pendidikan luar sekolah sendiri ditujukan bagi warga masyarakat yang membutuhkan layanan pendidikan yang berfungsi sebagai penambah, pelengkap maupun pengganti pendidikan di luar bangku sekolah. Itulah mengapa pendidikan luar sekolah ini tidak menerapkan batasan umur, semua bisa belajar dalam satu tempat dan mendapatkan materi yang sama.

Pelatihan ini digelar selama 30 kali pertemuan dengan ditemani 2 instruktur, Meli Amelia selaku instruktur Balai Latihan Kerja (BLK) Dinas Tenaga Kerja Sleman menyampaikan pemberian materi dilakukan melalui teori dan praktek, kemudian di akhir pertemuan juga digelar fashion show yang menampilkan riasan para peserta setelah mengikuti pelatihan panjang.

Peserta mendapat banyak hal positif selama pelatihan, memahami teknik dalam tata rias, pengetahuan tentang kecantikan, serta belajar menyelesaikan tanggung jawab atas apa yang dikerjakannya. Komunikasi antar peserta dan instruktur juga terbilang baik, mereka selalu memberikan motivasi dan petunjuk kepada para peserta, sehingga peserta mengikuti pelatihan dengan sungguh-sungguh.

Penanaman modal semangat dan percaya diri juga diberikan para instruktur agar setelah pelatihan, peserta bisa percaya diri dengan kemampuannya. Hasilnya, setelah pelatihan peserta merasa sangat senang karena bisa merasakan perbedaan antara sebelum dan sesudah mengikuti pelatihan tersebut.

Pelatihan Sebagai Solusi Masalah Ketenagakerjaan

Pendidikan dan latihan merupakan salah satu cara untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui peningkatan keterampilan kerja, baik dalam hal teknis maupun manajerial. Dalam teori human capital, pendidikan dan pelatihan digunakan untuk meningkatkan produktivitas seseorang, dengan meningkatkan kemampuan dan keterampilan maka value dari orang tersebut bisa naik seiring dengan meningkatnya kapasitas diri. Itu berarti, jika seseorang mau mengasah pengetahuan dan keterampilannya maka akan semakin tinggi pula tingkat pendidikannya.

Pelatihan merupakan salah satu solusi untuk menyelesaikan masalah ketenagakerjaan, mempersiapkan seseorang melalui pelatihan dilakukan agar orang tersebut mampu menguasai peran dan tugas yang akan dibebankan kepada dirinya. Kondisi tersebut diartikan bahwa perlu dilakukannya identifikasi kebutuhan saat akan melakukan program pelatihan, dan perlunya mengadakan evaluasi setelah pelatihan dilangsungkan.

Adanya pelatihan untuk meningkatkan sumber daya manusia akan sangat membantu masyarakat dalam mengembangkan dan menciptakan sumber daya handal yang pada akhirnya akan bermanfaat bagi masyarakat. Dalam hal ini, peningkatan kemampuan, keterampilan dan sikap positif pada peserta.

Dipilihnya suatu subjek pelatihan harus disesuaikan dengan kebutuhan dan potensi masyarakat sekitar, sehingga pada saat program pelatihan berjalan para peserta tidak merasa kesulitan dalam memahami materi, dan bisa mengikutinya dengan baik. Seperti pada pelatihan tata rias pengantin gaya Jogja Putri dan Solo Putri yang melihat potensi para perempuan Tamanmartani agar bisa terus melestarikan gaya riasan asal keraton.

Ada beberapa aspek yang menjadi indikator sumber daya manusia berkualitas, diantaranya, meningkatkan pengetahuan, meningkatkan keterampilan, meningkatkan taraf hidup, menciptakan lapangan kerja, meningkatkan kualitas kerja, dan ikut andil dalam pemerataan pembangunan dan pendapatan.

Selain menghasilkan tenaga kerja yang berkualitas, adanya pelatihan juga akan melahirkan wirausaha yang diinisiasi oleh para alumni pelatihan. Itu berarti, adanya program pelatihan bisa menciptakan lapangan kerja secara mandiri.

Peserta yang telah mengikuti pelatihan dapat benar-benar mengembangkan potensi yang dimilikinya, dimana sebelum mengikuti pelatihan mereka bekerja ikut orang lain dan setelah pelatihan melalui bekal ilmu dan keterampilan yang didapatkannya, mereka bisa membuka usaha secara mandiri.

Melalui wirausaha yang berorientasi pada sektor kecantikan dan tata rias, dengan begitu orang tersebut memiliki dampak positif terhadap peningkatan ekonomi orang lain. Kondisi inilah yang kemudian akan menyebabkan adanya ekonomi mandiri dari peserta pelatihan, mereka dapat memenuhi kebutuhan hidupnya tanpa bergantung pada orang lain.

Awan Paradhes, salah seorang tokoh di Tamanmartani menyampaikan pelatihan seperti ini sangat bermanfaat untuk meningkatkan kualitas SDM di Kelurahan Tamanmartani, kedepannya peserta bisa menjadikan ilmu tersebut sebagai modal untuk dikembangkan menjadi sebuah karya atau usaha. Karena setelah mengikuti pelatihan, peserta bisa mulai mencari pekerjaan atau membuka usahanya sendiri agar bisa mandiri dalam hal ekonomi.

 

Bahan Bacaan:

Ami Ade Maesyarah. 2017. ‘Analisis Efektivitas Peran Balai Latihan Kerja (BLK) dalam Meningkatkan Kualitas Tenaga Kerja Menurut Perspektif Ekonomi Islam’. Skripsi. Lampung: UIN Raden Intan.

Novi Revitasari, Dadang Danugiri, Tika Santika. 2022. ‘Pelatihan Tata Rias Kecantikan Dalam Upaya Menumbuhkan Kemandirian Warga Belajar Di Balai Latihan Kerja (BLK) Karawang’. Jurnal Volume 7(1).

Leriza Pameliani. 2015. ‘Manfaat Hasil Pelatihan Tata Rias Pengantin Solo Putri Sebagai Kesiapan Membuka Usaha Salon Rias Pengantin’. Bandung: Universitas Pendidikan Indonesia.