Pemberdayaan Olahraga Tradisional dengan Perlombaan

Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Sleman bekerja sama dengan Karang Taruna Taman Bina Karya menyelenggarakan kegiatan Lomba Olahraga Tradisional antar RT se-Kalurahan Tamanmartani (Minggu, 29/5). Ig:kalurahan_tamanmartani

Seiring dengan perkembangan teknologi pada saat ini menyebabkan semua kalangan memiliki kesibukan sendiri dengan gawainya terkhusus anak-anak dan remaja. Anak-anak tertarik dalam menggunakan gawai karena ada berbagai macam aplikasi yang menjadi daya tarik. Semua kalangan ini sampai lupa waktu sewaktu mereka menggunakan gawainya, tidak adanya pengawasan dari orangtua, dan tidak jarang ada yang memainkannya penuh seharian.

Di Indonesia ada yang sengaja menyediakan permainan-permainan edukasi di ponsel pintar untuk anak-anak oleh orang tua. Semua kalangan saat ini sudah banyak yang tidak mengetahui permainan tradisional khususnya di daerah perkotaan. Mereka sudah terbiasa dengan aplikasi permainan yang sudah ada di gawainya. Bukan cuman diperkotaan, hal itupun sudah memasuki daerah perkampungan.

Karang Taruna adalah salah satu organisasi kepemudaan yang ada di Indonesia. Berdasarkan Peraturan Menteri Sosial Sosial pasal 1 angka (1) Nomor 77/HUK/2010 tentang Pedoman Dasar Karang Taruna menyebutkan bahwa, Karang Taruna merupakan organisasi sosial kemasyarakatan sebagai wadah dan sarana pengembangan setiap anggota masyarakat yang tumbuh dan berkembang atas dasar kesadaran dan tanggung jawab sosial dari, oleh dan untuk masyarakat terutama generasi muda di wilayah desa/kelurahan terutama bergerak di bidang usaha kesejahteraan sosial.

Hal ini Kembali ditegaskan dalam Pasal 4 Permensos Nomor 77/2020 yang mengatakan Karang Taruna berkedudukan di desa/kelurahan di dalam wilayah hukum Negara Kesatuan Republik Indonesia. Sebagai organisasi kepemudaan, Karang Taruna berpijak pada Pedoman Dasar dan Pedoman Rumah Tangga yang telah diatur, baik mengenai struktur pengurus dan masa jabatan di masing-masing wilayah mulai dari Desa/Kelurahan sampai tingkat Nasional.

Itu semua dilakukan demi regenerasi organisasi dan pembinaan anggota Karang Taruna pada saat ini maupun yang akan datang. Pemuda dan pemudi yang berumuran 17-35 tahun merupakan anggota dari Karang Taruna. Tujuan dari pendirian Karang Taruna yaitu melakukan pembinaan dan pemberdayaan terhadap remaja. Contohnya dalam bidang olahraga, keterampilan, keorganisasian, ekonomi, advokasi, keagamaan dan kesenian.

Karang Taruna juga termasuk dalam Lembaga Kemasyarakatan. Sebagai organisasi sosial kemasyarakatan, harusnya tiap-tiap Desa ataupun Kelurahan yang ada di Indonesia dapat menguatkan dengan maksimal fungsi dari organisasi Karang Taruna. Permainan tradisional adalah permainan yang sudah ada dari leluhur dan diwariskan turun menurun sampai pada saat ini. Permainan tradisional ini sudah tersebar dan menjadi salah satu budaya tiap-tiap daerah di Indonesia.

Fungsi permainan tradisional meliputi: Pertama, dapat mengembangkan fisik motorik anak. Kedua, membentuk karakter dan sebagai salah satu cara untuk menstimulasi keterampilan sosial pada anak usia dini. Ketiga, kecerdasan anak. Keempat, untuk mengembangkan kecerdasan jamak.

Perkembangan bahasa merupakan salah satu aspek yang berkembang saat bermain. Melakukan komunikasi terhadap lingkungan bahasa sebagai perantaranya. Dapat juga untuk mengutarakan berbagai ide, arti, perasaan dan pengalaman. Dalam perkembangan bahasa mencakup perkembangan berbicara, menulis, membaca, dan menyimak. Permainan tradisional dapat menjadi media komunikasi jika permainannya berbentuk kelompok.

Setiap orang makhluk sosial pasti akan membutuhkan bantuan dari orang lain, karena manusia itu saling bergantungan satu sama lain. Oleh karena itu, dalam kehidupan perlu untuk membangun kerja sama. Kerja sama merupakan kegiatan yang dilakukan antarsesama agar tujuan bersama dapat terwujud, dengan kerja sama seseorang akan lebih mudah untuk menyelesaikan suatu pekerjaan.

Nah makanya diperlukan upaya dari kerja sama berbagai pihak supaya Olahraga Tradisional tidak dilupakan apalagi sampai hilang.

Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka mendukung Smart-Village Kalurahan Tamanmartani dan memperingati Hari Jadi Kabupaten Sleman ke-106 yang berlangsung sangat meriah dan penuh antusias masyarakat dari berbagai padukuhan di Wilayah Kalurahan Tamanmartani.

Pada kesempatan ini dihadiri oleh KPH. H. Yudanegara, Ph.D dan GKR bandara beserta rombongan, Sekretaris Daerah Kab. Sleman H. Harda Kiswaya, S.E., M.Si. beserta rombongan , Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga, Kepala Dinas Kebudayaan Kab. Sleman, Kepala DInas Koperasi dan UKM Kab. Sleman, Wakil Ketua DPRD Kab. Sleman Tri Nugroho, S.E , Anggota DPRD Kab. Sleman Benedicte Rury Tyas Pramuri, S.E , Panewu Kapanewon Kalasan, Lurah dan Pamong Kalurahan Tamanmartani.

Lurah Tamanmartani mengucapkan rasa syukur atas terlaksananya kegiatan ini yang dapat menjadi hiburan bagi masyarakat luas serta ucapan terima kasih kepada berbagai pihak yang sudah mendukung dan berpartisipasi dalam kegiatan ini.

Smart Village

Smart village diartikan sebagai desa yang cerdas. Digunakan smart karena ada pemikiran orang jika mendengar kata desa yang terlintas dibenak yaitu orang yang tidak berpendidikan, terbelakang, tidak mampu, dan keterbelakangan zaman dan lainnya. Sekarang desa sudah dianggap mampu membuktikan bahwa mereka tidak seperti yang di benak orang-orang.

Dimulai dari perubahan penyelenggaran pembangunan dari pemerintah daerah ke pemerintah desa dengan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 mengenai desa. Dalam mendorong keberhasilan pembangunan desa dilakukan pemanfaatan teknologi informasi menjadi penting.

Peran teknologi informasi menjadi media supaya mempertemukan berbagai pemangku kepentingan dalam pembangunan desa, berperan juga mempermudah dalam prose penyusunan dan pelaksanaan pembangunan desa. Tidak hanya Keseluruhan elemen yang membentuk satu tatan sosial dan alam yang mencirikan karakter desa dalam konteks smart village, tetapi juga, diartikan sebagai lingkungan alam yang ada di desa

Pemanfaatan teknologi informasi dapat diterapkan dalam tataran lingkungan sosial maupun dalam tataran lingkungan alam dikaitkan dengan konteks smart village. Pemanfaatan teknologi informasi dapat diaplikasikan untuk mengembangkan dan meningkatkan nilai adat, budaya dan struktur sosial yang ada jika dikaitkan dengan posisi smart village. Misalnya, pendataan, pendokumentasian demi pemanfaatan nilai adat dan budaya yang berdasarkan teknologi informasi yang sudah ada.

Agar lebih bisa disesuaikan dengan keadaan sekarang tidak menghiraukan yang menjadi nilai adat dan budaya teknologi informasi digunakan untuk mengkreasikan nilai adat dan budaya tersebut.

Dengan masih kuatnya nilai adat dan budaya tentunya dapat menjadi solusi atas budaya asing yang tidak sesuai dengan budaya di desa. Akan tercipta kelestarian struktur sosial yang selama ini ada dengan pemanfaatan teknologi informasi yang sesuai dalam posisi tatanan sosial di desa.

Dapat juga dikembangkan, dilestarikan sesuai dengan pemanfaatan teknologi informasi yang berkembang yang menjadi nilai adat budaya yang ada di dalam struktur sosial tersebut. Dalam identifikasi potensi alam serta pemanfaatan alam yang lestari dan berkelanjutan pemanfaatan teknologi informasi dengan tatanan alam.

Dengan begitu pemanfaatan teknologi informasi tatanan alam yang sudah ada, tetapi harus memiliki peran supaya memberikan cara dan pengetahuan terhadap masyarakat dalam memanfaatkan alam secara proporsional. Misalnya, dengan memanfaatkan teknologi pertanian nantinya ada informasi pertanian yang akurat dan relevan untuk petani di desa supaya petani dapat memilih pola tani.

Gandang telah melakukan berbagai cara agar hal itu dapat tercapai salah satunya dengan bekerjasama dengan Yayasan Dana Sejahtera Mandiri (Damandiri). Dengan bentuk pengembangan jasa penginapan jenis homestay.

Untuk menampung wisatawan yang berkunjung ke Candi Prambanan dibuka 12 homestay di rumah warga. Dengan adanya homestay ini Gandang berharap supaya bisa diberdayakan sekalian mengembangkan ekonomi masyarakat sekitarnya. Tamanmartani esensial dengan hanya berjarak 500 meter dari bagian barat kompleks Candi Prambanan.

Dua kamar dari 12 pengelolaan homestay ini nanti akan diberikan untuk koperasi yang dibentuk warga. Untuk pengembangan usaha tentunya diberikan sepuluh persen dari total penghasilan. Dengan bantuan tersebut diharapkan dapat memotivasi agar lahir pengusaha-pengusaha baru supaya mereka tidak selalu dalam keadaan susah.

Demi mendukung tempat wisata tersebut Damandiri juga membangun warung selain penginapan. Kita mengharapkan dengan semangat tentunya dapat memperbaiki masyarakat pedesaan supaya lebih sejahtera lagi, tutur Gandang.

Dia juga menambahkan bahwa pengelolaan akan profesional oleh warga nantinya. Gandang juga berkeinginan dengan bantuan pengembangan homestay ini dapat meningkatkan kesejahteraan warga. Koperasi akan menyesuaikan pasar terkait biaya sewa yang berkunjung ke Candi Prambanan.

Dampak dari segi ekonomi sudah ada sejak kerja sama dengan Yayasan Damandiri mulai 2017. Memberikan dampak juga dalam merubah pandangan terhadap Kalurahan Tamanmartani. Warga Dusun Karangmojo sudah merasakan bahwasanya Dusun mereka sudah menjadi lebih baik dari sebelumnya.

Gandang mengatakan Tamanmartani menjadi lebih hidup dengan adanya Program Desa Cerdas Mandiri Lestari yang dikelola Yayasan Damandiri. Misalnya di Dusun Karangmojo, sebelumnya bisa dibilang sepi, tetapi sekarang sudah mulai rame tentunya karena sudah ada beberapa fasilitas yang mendukung seperti, sejumlah homestay, warung-warung, dan lain-lain.

“Dusun Karangmojo sekarang sudah menjadi salah satu wilayah sebagai pusat ekonomi di Kalurahan Tamanmartani setelah adanya program dari Yayasan Damandiri. Perputaran ekonomi masyarakat Desa Tamanmartani tumbuh dan semakin berkembang di Dusun yang terdapat 250 kepala keluarga dan 800 penduduk,” tambah Gandang.

Gandang juga menambahkan bahwa dulu di Karangmojo ini tidak memiliki warung dan tidak ada wisatawan yang singgah. Namun, sekarang sudah banyak wisatawan yang singgah bahkan tidak jarang dari mereka yang menginap di homestay. Warung-warung juga sudah mulai dibuat melihat keadaan tersebut. Oleh karena itu, penghasilan serta ekonomi warga jadi ikut meningkat juga.

“Terlihat di Dusun Karangmojo ini ada hal positif yaitu warga sudah mulai sadar supaya lebih mandiri. Warga sudah mulai berani merintis dan membuka usaha baru dalam skala kecil di rumah mereka dengan pemanfaatan perkembangan sektor wisata. Dulunya warga di Dusun ini banyak buruh tetapi, sekarang Alhamdulillah hal itu sudah mulai berubah,” tutur Gandang.

Gandang mengatakan kesejahteraan semua warga akan semakin meningkat dengan keberadaan program Desa Cerdas Mandiri Lestari yang dikelola Damandiri di Kalurahan Tamanmartani dapat berjalan dan semakin baik kedepannya.

Daerah ini semakin berkembang cepat. Ditandai dengan banyak Unit Kegiatan Masyarakat di bidang kuliner dan pengunjung dari luar daerah banyak yang datang dan menginap. Di daerah ini juga terdapat Warung Cafe Rakyat Damandiri.

Bahan Bacaan

Qori Jumrotul. ‘Penanaman Perilaku Kerjasama Anak Usia Dini Melalui Permainan Tradisional‘. https://jurnal.untirta.ac.id/index.php/E-Plus/article/download/9253/6031. Diakses pada 30 Juni 2022.

Novri Asri. ‘Pemberdayaan Olahraga Rekreasi melalui Permainan Tradisional Sebagai Upaya Pelestarian Budaya Tradisional Kalimantan Utara‘. https://web.archive.org/web/20220302145051id_/https://jurnal.univpgri-palembang.ac.id/index.php/dedikasi/article/download/5419/pdf_35. Diakses pada 4 Juli 2022.