Upaya Peningkatan Usaha Ekonomi Produktif melalui Sosialisasi KUBE

Rabu, 17 November 2021, sosialisasi Kelompok Usaha Bersama. Ig: kalurahan_tamanmartani.

Indonesia serius dalam upaya mengurangi kemiskinan melalui pemerintah. Mulai tahun 2012 usaha untuk mengurangi kemiskinan dikombinasikan ke dalam rencana induk (masterplan) percepatan dan perluasan pengurangan kemiskinan Indonesia (MP3KI).

Strategi ini meliputi semua program penanggulangan yang selama ini sudah ada. Program prorakyat penyediaan sarana dan prasarana terjangkau serta pengembangan usaha kecil dan mikro, pemberdayaan masyarakat, pemberian bantuan dan perlindungan sosial.

Ada pula bantuan kemiskinan yaitu Program Kartu Miskin, Program Beras Miskin, Program Bantuan Produktif seperti modal Usaha, Kredit Usaha Tani, Bantuan Bibit Pertanian Subsidi Pupuk, dan sebagainya. Tidak lupa juga bantuan Pendidikan dan kesehatan, dan bantuan kemiskinan lainnya.

Dengan begitu banyak program dan dana yang digelontorkan pemerintah belum memberikan pengaruh besar terhadap menurunkan kemiskinan. Buktinya tingkat kemiskinan saat ini masih tinggi di Indonesia. Dapat dilihat, banyak penduduk dengan pengeluaran perkapita per bulan di bawah garis kemiskinan mencapai 28,55 juta hingga september 2013 berdasarkan data BPS. Penduduk Indonesia masih hidup di bawah garis kemiskinan sebesar 11,47 persen.

Meningkatkan ekonomi keluarga perlu digelorakan pemberdayaan masyarakat. Pemerintah Kalurahan dalam penyelenggaraan dimuat dalam pasal 4 ayat (1) PP Nomor 72 tahun 2005 dijelaskan bahwa pemerintah Kalurahan mempunyai tugas pokok pelaksanaan urusan pemerintahan, pembangunan, dan kemasyarakatan.

Dalam melaksanakan tugasnya sesuai dengan yang dimuat dalam pasal 4 dijelaskan dalam pasal 5 ayat (1) bahwa Lurah mempunyai tugas pelaksanaan kegiatan pemerintah Kalurahan, pemberdayaan masyarakat, pelayanan masyarakat, penyelenggaraan ketentraman dan ketertiban umum, pemeliharaan prasarana dan fasilitas pelayanan umum dan pembinaan lembaga kemasyarakatan.

Peran Pemerintah Kalurahan dalam rangka meningkatkan fungsinya sebagai fasilitator dalam masyarakat, yaitu dengan membuat rencana kegiatan untuk meningkatkan peran Kalurahan menjadi kegiatan berdasarkan Dokumen Pelaksanaan Anggaran Tahunan.

Salah satunya dengan melakukan kegiatan sosialisasi Kelompok Usaha Bersama (KUBE) di Kalurahan Tamanmartani oleh Dinas Sosial. Sosialisasi Kelompok Usaha Bersama (KUBE) bertujuan memberikan pemahaman kepada masyarakat terkait pelaksanaan Kelompok Usaha Bersama (KUBE) di Kalurahan Tamanmartani. Dalam Sosialisasi ini pemerintah Kalurahan Tamanmartani membantu menyelesaikan permasalahan yang dihadapi oleh setiap kelompok, pemerintah Kalurahan menjadi fasilitator antara masyarakat dengan Kementerian Sosial.

Sosialisasi KUBE ini dilakukan pada hari Rabu, 17 November 2021 di gedung aula Kalurahan Tamanmartani dari Dinas Sosial. Sosialisasi ini diikuti empat kelompok Usaha Bersama (KUBE) di lingkungan Tamanmartani.

Kelompok Usaha Bersama (KUBE) adalah perkumpulan keluarga yang tidak mampu yang didirikan, tumbuh, dan berkembang atas prakarsanya dalam melaksanakan Usaha Ekonomi Produktif (UEP) supaya meningkatkan penghasilan dan kesejahteraan sosial keluarga. Usaha Ekonomi Produktif (UEP) adalah bantuan sosial yang ditujukan untuk perkumpulan usaha bersama supaya meningkatkan penghasilan dan kesejahteraan sosial keluarga.

Adanya KUBE bertujuan untuk meningkatkan taraf hidup dan kesentosaan sosial keluarga yang kurang mampu dengan kegiatan pemberdayaan dan pemeliharaan potensi bersama sumber kesejahteraan sosial untuk mengurangi tingkat kemiskinan di Indonesia. Dengan adanya KUBE diharapkan tingkat kemiskinan dapat berkurang meliputi: Pertama, peningkatan berusaha anggota-anggota KUBE secara bersama dalam kelompok.

Kedua, Peningkatan pendapatan atau peningkatan keterampilan anggota-anggota kelompok KUBE untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari yaitu dengan meningkatkan pendapatan keluarga, meningkatkan kualitas pangan, sandang, papan, kesehatan tingkat pendidikan, dapat melaksanakan kegiatan keagamaan dan meningkatkan pemenuhan kebutuhan-kebutuhan sosial lainnya.

Ketiga, pengembangan usaha. Keempat, peningkatan solidaritas antaranggota KUBE dan masyarakat sekitar atau meningkatkan keterampilan anggota kelompok KUBE dalam menampilkan menunjukkan kontribusi sosialnya, baik dalam lingkungan sosial maupun keluarganya. Tentu diidentifikasi dengan kepedulian yang meningkat dan rasa tanggung jawab dan keikutsertaan anggota dalam upaya-upaya kesejahteraan sosial. Sasaran dari kegiatan KUBE ini yaitu keluarga yang kurang mampu dan tidak memiliki pencaharian yang layak untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Dalam kegiatan sosialisasi yang diadakan Kalurahan Tamanmartani juga membahas prosedur pengusulan Bansos bagi KUBE, dengan cara: Pertama, perorangan, masyarakat, atau lembaga kesejahteraan sosial dapat mengusulkan proposal ke Dinas Sosial Kabupaten/Kota melalui Kepala Desa. Kedua, Dinas Sosial Kabupaten/Kota melakukan verifikasi dan validasi calon penerima KUBE sesuai Data Terpadu Penanganan Fakir Miskin dan Orang Tidak Mampu (DTPFMOTM).

Ketiga, Dinas Sosial Kabupaten mengusulkan proposal kepada Menteri Sosial melalui Direktur Penanganan Fakir Miskin Wilayah I dengan tembusan disampaikan ke Kepala Dinas Sosial Provinsi. Keempat, Direktorat Penanganan Fakir Miskin Wilayah I melakukan verifikasi dan validasi atas usulan proposal Dinas Sosial Kabupaten.

Kelima, Direktur Penanganan Fakir Miskin Wilayah I menetapkan lokasi dan penerima KUBE. Keenam, Hasil penetapan lokasi dan penerima KUBE disampaikan kepada Dinas SOsial Kabupaten. Ketujuh, Kepala Dinas Sosial Kabupaten menandatangani Surat Pernyataan Tanggung Jawab Mutlak (SPTJM) KUBE.

Yang menjadi persyaratan KUBE mencakup: Rumah Tangga Miskin yang terdaftar dalam Data Terpadu Penanganan Fakir Miskin dan Orang Tidak Mampu (DTPFMOTM). Selanjutnya, Memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan Kartu Keluarga (KK). Berikutnya, Telah menikah dan/atau berusia 18 (delapan belas) tahun sampai dengan 60 (enam puluh) tahun dan masih produktif.

Kemudian, belum pernah mendapat bantuan KUBE. Lalu, membentuk perkumpulan yang terdiri dari 5 sampai 20 orang yang tinggal berdekatan dan berdomisili tetap. Dan yang terakhir mendapat rekomendasi dari Dinas Sosial Kabupaten setempat. Dalam penyaluran Bansos KUBE dilakukan secara non tunai melalui transfer ke rekening kelompok. Untuk yang mendampingi KUBE ialah seseorang yang telah ditugaskan agar dapat meningkatkan kesejahteraan anggota-anggotanya.

Yang menjadi hak-hak keanggotaan KUBE yaitu: Pertama, memilih/dipilih menjadi bagian dari kepengurusan. Kedua, untuk mengemukakan pendapat dan gagasan. Ketiga, mengelola usaha dan/atau kegiatan lainnya. Keempat, mendapatkan informasi dan pelayanan yang sama antarsesama anggota. Kelima, mendapatkan keuntungan dari hasil usahanya.

Keenam, Ikut merumuskan aturan/kesepakatan kelompok. Ketujuh, Menerima dana bantuan KUBE sebesar Rp 2.000.000 per KK. Dan yang menjadi kewajiban dari anggota KUBE meliputi: Harus mematuhi aturan atau kesepakatan yang berlaku dalam kelompok. Berikutnya, menghadiri dan aktif dalam kegiatan kelompok. Kemudian, memanfaatkan bantuan untuk Usaha Ekonomi Produktif (UEP).

Selanjutnya, mengelola Bantuan Sosial UEP KUBE secara kelompok. Setelah itu, mengelola iuran kesetiakawanan sosial. Yang terakhir, menyampaikan laporan pertanggungjawaban KUBE.

Faktor Pendukung dan Penghambat Pelaksanaan KUBE

Faktor pendukung KUBE yaitu semangat dan antusias anggota kelompok yang tinggi dalam hal peningkatan kesejahteraan sosial melalui KUBE. Misalnya anggota KUBE aktif dalam melakukan kegiatan rutin, anggota KUBE disiplin dalam pengelolaan administrasi dan keuangan serta penambahan sarana dan prasarana untuk menunjang kegiatan. Kuatnya rasa pertalian persaudaraan antaranggota KUBE.

Adanya pendamping-pendamping sosial yang selalu memperkuat relasi sesama, anggota KUBE dan masyarakat terhadap penyelesaian masalah, memperkuat akses dan mengefektifkan potensi dan sumber kesejahteraan sosial. Masyarakat yang miskin memiliki minat yang tinggi untuk berkembang bersama dalam program KUBE. Visi dan pandangan untuk mengubah kehidupan yang lebih baik dengan interaksi sosial yang tinggi atas dasar kesamaan.

Faktor penghambat dalam melaksanakan KUBE yaitu: Pertama, akibat rendahnya tingkat pendidikan anggota kelompok jadinya kemampuan dalam penanganan KUBE tidak dapat terlaksana seperti yang diharapkan. Kedua, terbatasnya kemampuan dalam jenis usaha, kelompok terbiasa dalam keadaan sebelumnya dan tidak berani mengambil resiko dengan membuka usaha yang baru.

Ketiga, pergerakan yang rendah akibat sempitnya pemasaran hasil usaha. Apabila mendapatkan bantuan dana lebih dimanfaatkan untuk keperluan konsumtif daripada usaha produktif. Keempat, rendahnya partisipasi anggota karena tidak transparan dalam pengelolaan KUBE. Kelima, minimnya kepercayaan antarsesama anggota karena berasal dari budaya.

Keenam, karakter dan istiadat yang berbeda yang berpengaruh pada perbedaan cara dalam pengembangan KUBE. Ketujuh, kurangnya komunikasi antara KUBE dengan pembina dan atau pendamping karena kondisi geografis. Dengan kepentingan yang sama tentunya akan terbentuk solidaritas, kerjasama, musyawarah , rasa aman dan percaya diri sendiri dalam membentuk masyarakat mandiri secara ekonomi.

Sosialisasi yang Pernah Dilakukan di Yogyakarta

Jum’at, 18 Februari 2022 Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kota Yogyakarta bekerja sama dengan Dinas Sosial Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) melaksanakan Sosialisasi Bantuan Modal Pengembangan bagi Kelompok Usaha Bersama (KUBE). Di Kota Yogyakarta terdapat 362 KUBE.

Pada tahun 2022 ini Dinas Sosial DIY lewat Bantuan Keuangan Khusus Reguler memberikan bantuan modal pengembangan bagi 10 KUBE di Kota Yogyakarta. Setiap KUBE diberikan Rp 23.000.000 untuk pengembangan usaha.

Proses verifikasi dan validasi telah dilalui oleh 10 KUBE yang akan mendapatkan bantuan pengembangan ini dan pendamping untuk memastikan bahwasanya seluruh anggota KUBE masih aktif menjalankan Usaha Ekonomi Produktif.

Sosialisasi Bantuan Modal Pengembangan yang dilakukan di Kopi Lumbung Mataram diikuti oleh 10 KUBE tersebut pada tanggal 16 dan 17 Februari 2022. Sosialisasi ini dilakukan supaya memberi penjelasan terhadap KUBE mengenai modal pengembangan sekaligus pemaparan teknis administratif pencairannya.

Tujuan dari dilakukan sosialisasi KUBE yaitu untuk mempercepat mengurangi bahkan sampai menghapuskan kemiskinan, dengan peningkatan kemampuan berusaha para anggota KUBE secara bersama dalam kelompok, peningkatan pendapatan, pengembangan usaha, peningkatan kepedulian dan solidaritas sosial antara anggota KUBE dengan masyarakat sekitarnya.

Bantuan Modal Pengembangan merupakan bantuan dalam bentuk uang yang diberikan Pemerintah untuk melakukan pengembangan KUBE.

Bahan Bacaan

Ria Rizky Wardianti. 2019. ‘Peran Program Kelompok Usaha Bersama Dalam Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat Dalam Perspektif Ekonomi Islam’ (Studi Di Kecamatan Baradatu Kabupaten Way Kanan). Skripsi. Tidak Diterbitkan. Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Universitas Islam Negeri Raden Intan: Lampung

Sedya. ‘Sosialisasi Bantuan Modal Pengembangan bagi Kelompok Usaha Bersama (KUBE)’. https://dinsosnakertrans.jogjakota.go.id/detail/index/19552. Diakses pada 29 Juni 2022.