Diaspora, Potensi Desa yang Terlupakan

Para Anggota Perhimpunan Pelajar Indonesia Inggris. IG/ppi_unitedkingdom

Berapa besar jumlah uang mengalir ke desa saat tiba hari Lebaran atau hari besar lainnya? Ke mana tujuan para parantau saat pulang ke desa, baik perantau kota besar di Indonesia atau mancanegara? Berapa banyak orang yang kembali ke desa di kala usia menjelang pensiun?

Data ini penting diketahui oleh desa, sebab dari data-data ini desa dapat terhubung dan membuat jejaring yang sangat dibutuhkan oleh pemerintah desa maupun oleh masyarakat desa. Desa dapat mengakses dan memberi informasi tentang bagaimana perkembangan desa sekarang dan apa yang ditawarkan oleh desa agar para diaspora menanamkan dana untuk membangun desanya.

Diaspora adalah orang yang merantau, biasanya ke luar negeri, baik untuk tujuan bekerja formal maupun non-formal, atau menempuh pendidikan. Hampir semua desa memiliki diaspora, terutama yang bekerja disektor non-formal. Setiap tahun para diaspora ini mengirim sebagian uang hasil kerjanya untuk keluarga yang tinggal di desa. Dengan begitu, desa memiliki potensi sumber pendanaan dari warga yang bekerja di luar desanya.

Salah satu keuntungan bagi desa yang memiliki diaspora, paling tidak warga yang awalnya kekurangan menjadi tidak lagi kekurangan. Apakah hanya itu saja yang dapat dilakukan oleh diaspora kita? Tentu saja tidak. Ada banyak hal yang dapat dilakukan bersama para diaspora selama desa mengelola hubungan baik dengan para diaspora. Hubungan yang baik dapat membuat diaspora merasa memiliki ikatan dengan desa.

Bukankah para diaspora juga merupakan saudara kampung sendiri, kawan masa kecil saat bermain bersama. Tentu orang yang masa kecilnya adalah teman bermain akan lebih saling mengenal, baik karakter maupun moralnya. Banyak diaspora yang hidupnya jauh lebih baik setelah meninggalkan desa. Diaspora yang belajar ke luar negeri memiliki pengetahuan dan kemampuan yang dapat dimanfaatkan untuk berkontribusi membangun desa.

Namun masalahnya, apakah para diaspora ini masih dianggap sebagai warga desa?

Mengembalikan jati diri para diaspora sebagai saudara sekampung yang telah lama pergi penting dilakukan. Potensi diaspora dalam berkontribusi membangun desa banyak sekali, apabila digali dan dikelola dengan baik akan menjadi pilar desa untuk membangun desa yang makmur.

Ada banyak kelompok-kelompok atau organisasi yang dengan basis kedaerahan, namun biasanya masih pada tingkatan kabupaten. Contohnya, Ikatan Keluarga Gunungkidul (IKG), Badan Paguyuban Kulon Progo (Bakor PKP), Paguyuban Warga Kota Jogja (Pawarta), Warga Kabupaten Bantul (Warkaban), Paguyuban Keluarga Sleman Manunggal Sembada (SMS) dan pasti daerah lain pun memiliki organisasi yang menaungi para diaspora ini.

Diaspora Mengangkat Desa

Berikut beberapa hal yang dapat disinergikan desa dengan para diaspora.

Pertama, Diaspora sebagai investor dan jejaring. Para diaspora adalah calon investor yang lebih tahu tentang kondisi daerahnya. Desa dapat mengajukan proposal potensi-potensi yang mungkin dapat dikembangkan oleh investor diaspora. Disinilah pentingnya desa memiliki Sumber Daya Manusia yang berpengalaman guna menyusun proposal sekaligus mempresentasikannya kepada para diaspora.

Kedua, Diaspora sebagai jejaring marketing. Para diaspora dapat menjadi narahubung antara desa dengan dunia luar di mana diaspora berada. Diaspora dapat menjadi marketing produk-produk desa untuk dijual di daerah diaspora dan sekaligus menjadi distributor untuk produk desa yang dibutuhkan oleh daerah diaspora tinggal. Sebagai marketing tentu saja diaspora dapat memberikan informasi produk desa apa yang dapat dipasarkan di tempat diaspora berada.

Ketiga, diaspora sebagai jejaring ilmu dan keterampilan. Para diaspora dapat menjadi salah satu narasumber berbagi ilmu dan keterampilan yang dibutuhkan masyarakat desa agar SDM desa lebih terlatih dan berdaya. Ilmu dan keterampilan yang dimiliki diaspora mungkin belum dimiliki oleh warga desa, sehingga desa akan merasa para diaspora juga peduli kepada kualitas SDM desa mereka.

Keempat, diaspora sebagai jejaring seni dan budaya. Seni dan budaya adalah ciri khas masyarakat, mengembangkan seni dan budaya menjadi kebutuhan tersendiri bagi masyarakat. Diaspora dapat mempromosikan seni dan budaya desa di kancah yang lebih luas. Mengusung seni dan budaya berarti mengusung nilai-nilai luhur yang terus hidup dalam masyarakat, selain itu seni dan budaya lokal dapat terus lestari dan berkembang.

Begitu banyak manfaat yang dapat diberikan para diaspora kepada warga desa, sehingga penting sekali bagi desa untuk merangkul para diasporanya. Untuk itu desa harus aktif mengumpulkan jejaring diaspora yang ada di seluruh penjuru agar tetap terhubung dengan desa yang sudah membesarkannya. Keberhasilan membentuk jejaring diaspora ini tergantung pada desa dalam mengelola sumber daya potensial serta mengelola bentuk kerja sama yang ada dengan profesional sehingga tercipta ungkapan ‘dari desa dan untuk desa’.