Narasi Perubahan Pemerintah Panggungharjo

Buku Narasi Perubahan Pemerintah Panggunggharjo karya Verlin Waruwu. PANDIVA BUKU

Verlin Waruwu, seorang pemuda asal Nias mengulas transformasi pemerintahan salah satu desa di Daerah Istimewa Yogyakarta. Dalam buku Narasi Perubahan Pemerintah Panggungharjo, Verlin membahas perubahan-perubahan baik yang terjadi di lingkungan pemerintah Kalurahan Panggungharjo di bawah kepemimpinan Lurah Wahyudi Anggoro Hadi.

Buku ini memuat berbagai terobosan yang dilakukan Lurah Panggungharjo dalam mereformasi Pemerintahan Kalurahan Panggungharjo ke arah yang lebih baik lagi. Melalui karya ini, pembaca diajak menilik kembali Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa, yang sering luput dari perhatian. Verlin kemudian memaparkan upaya yang dilakukan Lurah Wahyudi untuk menerapkan undang-undang tersebut dalam pemerintahannya.

Berbagai terobosan yang dilakukan oleh Lurah Panggungharjo bertujuan untuk memajukan Desa dengan menghapus ketidaksesuaian antara peraturan yang tertera pada Undang-Undang Desa dengan praktik yang dilakukan oleh para petugas kelurahan. Harapannya, kelola perencanaan, pembangunan, keuangan, dan pemerintahan desa dapat terlaksana secara lebih maksimal.

Dalam bagian tiga buku Narasi Perubahan Pemerintah Panggungharjo, Verlin menceritakan bagaimana upaya Lurah Wahyudi dalam menghilangkan budaya politik uang. Lurah Wahyudi yang sedari awal berniat merubah kebiasaan buruk tersebut maju dalam pencalonan lurah tanpa melakukan politik uang. Lurah Wahyudi gagal pada pencalonan pertamanya, namun ia percaya bahwa masyarakat Panggungharjo dapat disadarkan bahwa praktik politik uang harus dihilangkan.

Seorang pemimpin yang baik, tidak akan melakukan politik uang. Pemimpin yang punya visi dan misi memajukan lembaga yang dipimpin akan mencari dukungan dengan melalui cara yang bersih dan jujur. Masyarakat menginginkan pemimpin yang baik seharusnya juga tidak memilih pemimpin berdasarkan nominal uang yang didapatkan.

Pada bagian ini juga diceritakan bagaimana Lurah Panggungharjo tidak setuju tentang intervensi yang dilakukan pemerintahan daerah terhadap inovasi desa. Wahyudi selaku lurah berani melawan pihak supradesa karena Lurah Panggungharjo mempunyai kerangka konsep yang kuat. Menurut Lurah dengan kajian ilmiah dapat memperkuat landasan sosiologis dan filosofis.

Perubahan yang ada di Panggungharjo tidak dapat dipisahkan dari reformasi politik dan birokrasi yang dilakukan oleh Wahyudi. Saat mulai menjabat sebagai Lurah, Wahyudi membuat struktur pemerintahan baru dengan kultur birokrasi yang bersifat melayani kepentingan publik tidak sekedar bersifat administratif. Hal ini dilakukan dengan memperluas dimensi pelayanan publik, tidak hanya pelayanan administrasi yang kebanyakan aparat desa lakukan, tetapi juga meliputi pelayanan atas barang dan jasa.

Selain relasi warga dan pemerintah desa, pemerintah desa juga perlu menjalin relasi dengan lembaga-lembaga yang desa. Lembaga-lembaga desa yang ada di Kalurahan Panggungharjo merupakan salah satu pendongkrak kemajuan Panggungharjo dalam berbagai bidang.

Dalam Undang-Undang Desa disebutkan, desa memiliki kewenangan asli dan kewenangan lokal berskala desa. Jika dirinci ada 120 kewenangan, 40 kewenangan hanya bisa dikerjakan oleh aparatur desa sedangkan 80 kewenangan lainnya dibagi (habis) rata dengan lembaga-lembaga desa dan lembaga kemasyarakatan desa.

Tujuannya adalah untuk membangun kesadaran kolektif serta membuka ruang dan mendorong pelembagaan partisipasi sekaligus menciptakan rasa memiliki bagi warga desa terhadap desanya sendiri. Hadirnya orang-orang dalam kelembagaan desa yang dibentuk oleh Kalurahan Panggungharjo adalah sebagai upaya memasukkan orang-orang baru, yang progresif untuk mendongrak perubahan dan menopang perjalanan Kalurahan Panggungharjo.

Pola relasi seperti ini dibutuhkan dalam upaya menghadirkan kembali negara untuk warga negara melalui pemerintah desa. Dengan pola relasi yang baik, transparansi publik dan sepuluh bidang pemberdayaan dapat terus didorong sebagai bentuk menciptakan kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah Kalurahan Panggungharjo.

Melalui buku ini, Verlin selaku penulis yang juga merupakan anggota Tim Pendampingan Desa Lembaga Strategi Nasional ingin menyebarkan semangat Lurah Wahyudi dalam membangun Kalurahan Panggungharjo. Dengan tersebarnya semangat tersebut, diharapkan akan banyak pemimpin-pemimpin lain yang tergerak hatinya melakukan transformasi baik bagi kemajuan bangsa dan negara.