KUA Sewon Melayani Sepenuh Hati Sebagai Bentuk Ibadah

Gedung Dua Lantai Kantor Urusan Agama Kapanewon Sewon. KUA SEWON

Kantor Urusan Agama (KUA) merupakan institusi pelayanan masyarakat terkecil yang berada di bawah naungan Kementrian Agama pada tingkat kecamatan. KUA bertugas melaksanakan tugas pokok dan fungsi Kementerian Agama di wilayah kecamatan berdasarkan kebijakan Kementerian Agama tingkat kabupaten dan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Hal ini sejalan dengan apa yang dilakukan Kantor Urusan Agama Kapanewon Sewon, Bantul. Dengan slogan PRIMA (Profesional, Ramah, Integritas, Moderat, Amanah), KUA Sewon berkomitmen untuk menyelenggarakan pelayanan masyarakat yang dilakukan dengan ikhlas, sungguh-sungguh, dan dapat dipertanggungjawabkan kepada Allah swt serta kepada sesama manusia.

Dalam menjalankan tugasnya KUA Sewon berpedoman pada Kode Etik Kementerian Agama Republik Indonesia. Isi dari Kode Etik Kemenag RI tersebut berbunyi, “Kami pegawai departemen agama yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan yang Maha Esa; satu, menjunjung tinggi persatuan dan kesatuan; dua, mengutamakan pengabdian dan pelayanan kepada masyarakat; tiga, bekerja dengan jujur, adil dan amanah; empat, melaksanakan tugas dengan disiplin, profesional dan inovatif; lima, setiakawan dan bertanggung jawab atas kesejahteraan korps.”

Pada perjalanan berdirinya, lokasi KUA Sewon sempat berpindah beberapa kali. Pada awal didirikan KUA berlokasi di Dusun Ngijo, Kalurahan Panggungharjo, tepatnya sebelah selatan Kantor Kecamatan Sewon. Sekitar awal tahun 1980, KUA Sewon berpindah lokasi ke Sangkal, Dusun Tarudan, Kalurahan Bangungharjo, yang juga menjadi lokasi KUA saat ini.

Lokasi ini sempat direlokasi selama tiga bulan ke Dusun Druwo, Kalurahan Bangunjiwo karena gedung KUA dipugar. Tahun 2006, gedung KUA dipugar lagi dan kegiatan pelayanan dipindahkan ke Dusun Sewon, Kalurahan Timbulharjo, tepatnya utara makam Syeh Sewu. Saat proses pemugaran baru berjalan 75 persen, gempa melanda Daerah Istimewa Yogyakarta pada 27 Mei 2006. Tidak hanya gedung KUA yang sedang dipugar, tempat sementara di Dusun Sewon pun hancur.

Pelayanan sementara dilakukan di tenda darurat. Suharto Djuwaini yang saat itu menjabat sebagai Kepala Seksi (Kasi) Urusan Agama Islam (Urais) Kantor Departemen Agama Bantul, menghimbau agar pelayanan dipindahkan ke rumah salah satu warga agar terlihat lebih layak. Salah satu warga bernama H. Sahal memberikan izin KUA Sewon untuk melakukan kegiatan pelayanan di kediamannya yang berlokasi di Dusun Slagen, Kalurahan Timbulharjo selama menunggu gedung KUA yang baru dibangun.

Mei 2007, gedung KUA sudah dapat berfungsi kembali sebagai kantor pelayanan. Pada April 2009, ada penambahan gedung di sebelah timur yang kemudian difungsikan sebagai Ruang Badan Penasihatan Pembinaan dan Pelestarian Perkawinan (BP4), Ruang Penyuluh, serta Dapur. Untuk melengkapi fasilitas KUA, dibangun juga gudang dan mushola yang selesai pada Desember 2009.

April 2020, KUA Sewon direlokasi lagi ke kediaman Kartorejo, Kepala Dusun Geneng, Kalurahan Panggungharjo. Relokasi kali ini dilakukan karena gedung KUA kembali dipugar menjadi dua lantai. Pemugaran selesai pada November 2020. Sampai saat ini gedung dua lantai yang berlokasi di Jl.Parangtritis kilometer 5,6 tersebut menjadi tempat pelayanan KUA Kapanewon Sewon.

Wilayah administrasi KUA Sewon meliputi seluruh kalurahan yang ada di Kapanewon Sewon, yaitu Kalurahan Pendowoharjo, Kalurahan Timbulharjo, Kalurahan Desa Bangunharjo, dan Kalurahan Panggungharjo.

Sebagai sebuah institusi pelayanan, lingkup kerja KUA saat ini semakin luas. Seperti yang dilakukan KUA Sewon yang tidak hanya melakukan pencatatan pernikahan tapi juga melakukan layanan keluarga sakinah yang bertujuan untuk mencegah dan meminimalisir angka perceraian dan pernikahan dini. Pada layanan ini KUA Sewon menyediakan bimbingan perkawinan bagi para calon pengantin.

KUA Sewon juga membentuk Satgas Pusat Layanan Sakinah (Satgas PS) tingkat kapanewu dan kalurahan. KUA merangkul pemerintah desa untuk mensosialisasikan Pusaka Sakinah dan Pembinaan keluarga dan remaja, serta menyediakan layanan konseling dalam rangka mencapai ketahanan rumah tangga.

Selain program layanan sakinah, KUA Sewon juga melakukan pelayanan dibidang kesejahteraan umat. Tidak hanya melakukan pelayanan bimbingan zakat dan wakaf, KUA Sewon membuat program pemberdayaan ekonomi umat berbasis keluarga. Pada program ini KUA memberikan modal usaha kepada para keluarga penerima manfaat, kemudian melakukan pendampingan agar keluarga tersebut mampu berdaya menyokong perekonomiannya sendiri.

Melalui pemberdayaan ekonomi umat berbasis keluarga, diharapkan ada tiga hal yang bisa diwujudkan. Pertama, meningkatnya kesejahteraan keluarga terdampak Covid-19 pada tingkat kecamatan. Kedua, membangun kemitraan lintas Kementerian Agama, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS), dan Lembaga Amil Zakat dalam optimalisasi pemberdayaan ekonomi umat. Ketiga, meningkatnya literasi Zakat dan Wakaf.

Segala bentuk program yang diselenggarakan oleh KUA Sewon bertujuan untuk meningkatkan kualitas kesalehan umat beragama dan memperkuat moderasi beragama dan kerukunan umat beragama. Selain itu KUA Sewon bertujuan meningkatkan layanan keagamaan yang adil, mudah, dan merata, meningkatkan layanan pendidikan yang merata dan bermutu, meningkatkan produktivitas dan daya saing pendidikan, serta memantapkan tata kelola pemerintahan yang baik.