Hari Nusantara sebagai Perwujudan Deklarasi Djuanda

Seperti diketahui, peringatan Hari Nusantara dicanangkan oleh Presiden RI ke-4, Abdurrahman Wahid, pada tahun 1999. Dua tahun kemudian, Hari Nusantara disahkan oleh Presiden RI ke-5 Megawati Soekarnoputri, melalui Surat Keputusan Presiden Nomor 126 Tahun 2001.

Apresiasi Untuk Para Nelayan

Sebuah kenyataan yang ironis bahwa nasib nelayan sebagai garda terdepan yang mengelola pesisir dan lautan belum mampu menikmati kekayaan laut yang ada. Nelayan sebagai aktor utama dalam mengelola sumberdaya ikan belum dapat menikmati secara utuh, padahal kekayaan alam tersebut terletak ditangan para nelayan.

Memaksimalkan Potensi Perikanan Nusantara, ‘Ayo Makan Ikan’

Kedaulatan pangan dapat menyerap tenaga kerja yang banyak. Selama ini bahan baku pangan di ekspor, kembali ke kita sudah menjadi pangan siap saji. Apabila proses pengolahan dilakukan di negara sendiri, akan dapat menyerap tenaga kerja, memberi nilai tambah (value added), dan memiliki daya saing produk tinggi.

Menggali Potensi Sumber Daya Laut DIY, Nelayan Butuh Mentor

Perairan selatan DIY termasuk dalam Wilayah Pengelolaan Perikanan Negara Republik Indonesia (WPP NRI) mempunyai potensi sumber daya ikan dan keanekaragaman (biodiversity) yang besar, serta memiliki nilai ekonomi yang tinggi. Jika potensi tersebut dimanfaatkan dan dikelola dengan optimal, maka kita akan mencicipi sumber daya laut tersebut.

Revolusi Mental Pro-Petani

Animo generasi muda meneruskan warisan nenek moyang sebagai petani dalam perkembangannya sangat sedikit yang memiliki ketertarikan. Bahkan tidak jarang tanahnya dijual untuk bekal merantau/urbanisasi ke kota-kota besar, atau dijual sebagian untuk membangun tempat tinggalnya.

Pendayagunaan Wilayah Pesisir Yogyakarta

Di DIY terdapat dua puluh delapan buah pulau-pulau kecil yang semuanya berada di selatan kabupaten Gunungkidul. Di masa mendatang kemungkinan harapannya pulau-pulau kecil ini dapat memberi manfaat dalam pertumbuhan ekonomi sebagai kegiatan wisata bahari, wisata minat khusus, dan konservasi.