Ada

Aku mendengarmu yang menggerutu tak menentu
Berdiam renung di dasar palung

Jengah

Bila kutuliskan, raut ini adalah sukma lama yang bertapa di jurang kedalaman
Sekelumit perasaan tak berujung mengitari kekosongan

Bersela

Engkau terus tebarkan pesona,
meski ronamu dibalut gelap di bawah lampu yang sorotnya dibasmi oleh rintik semesta

Rotasi

Seperti saat malam kita redam gejolak
Sayat pada jemarimu tak berteriak
Ia bungkam

Jauh

Tanpa kausadari kakimu terus berjalan
Melewatkan sayap-sayap dulu kepakkan
Ratalah seluruh jalan yang kautempa