Berabu

Mengerti saja bahwa akulah hirup napasmu
Seperti saat engkau terbangun pagi hari
Engkau melihatku tersenyum menatapmu mengerjapkan mata

Terenggut Gerhana

Sebelum malamku kau rubah seperti kelabu
Kau titipkan segelintir waktu tuk menyela siksa rindu
Tak harus kudapatkan jeda agar dera ini tak meluka

Titik Nadir

Ucaplah lembut buai kasihmu
Rabalah dada peluhku dalam naunganmu
Rebahkan aku di tengah suryam

Kelukur Kelambur

Melambai kerumun sayap
Tuan Putri, pilih aku untuk kuterbangkan
Biar pun lesu sendi ini, Tuan Putri akan tetap dalam pangkuan

Mungkin

Mungkin ini saatnya meninggalkan jalan usang
Aku merasa kembali ke satu dekade lalu
Menyaksikan, terasingkan
Di bawah langit yang setengah lebam

Lingkar Jenuh

Tak terpelik semua membuatku tersandung lalu berdiri
Jamah-menjamah mempermainkanku dalam ketergantungan
Ciptakan rasa yang tak kuat kutahan