Jengah

Bila kutuliskan, raut ini adalah sukma lama yang bertapa di jurang kedalaman
Sekelumit perasaan tak berujung mengitari kekosongan

Jauh

Tanpa kausadari kakimu terus berjalan
Melewatkan sayap-sayap dulu kepakkan
Ratalah seluruh jalan yang kautempa